Tahun Baru 1429 H
20 November 2008 in Serambi Jumat
Tags: 1 Muharam, Bugie, gunungan, internet, kalender, Mesopotamia, sistem kalender, Sultan Agung Hanyakrakusuma, Sura, tahun baru Hijriah, tirakatan
Serambi Jumat KORAN MERAPI 4 Januari 2008
“Bagi sebagian masyarakat, 1 Muharam 1429 H bukan sekadar datangnya tahun baru Hijriah, melainkan juga datangnya bulan Sura yang diyakini penuh berkah. Oleh karena itu, doa dipanjatkan, tirakatan dan lelaku diselenggarakan, juga beragam amalan lain dilakukan. Ini yang membedakan dengan perayaan datangnya tahun baru 2008 kemarin.”
Demikian pengantar Pakde Adib Susilo, takmir sekaligus pengasuh kajian. Kami duduk melingkar di serambi masjid kampung. Sebagaimana biasa selama seperempat jam, kami berdiskusi untuk bersama-sama mencari penyelesaian dan pencerahan. Malam ini kami menjamu tamu istimewa, Mas Bugie, yang lengkapnya Ir. Drs. Bugiakso, pencipta dan pelantun lagu-lagu spiritual Islam. Pada silaturahmi yang ketiga, Mas Bugie datang dengan dik Resi, si kecil yang sudah tumbuh besar.
“Istilah Sura (dari ‘Asyura) dalam kalender Jawa berasal dari penggalan sabda Rasulullah SAW yang berbunyi ’Asyura yaumul asyir. Sura merupakan hari kesepuluh bulan Muharam. Banyak mukjijat keagamaan yang bersumber dari catatan sejarah. Misalnya, kapal Nabi Nuh As. mendarat di Gunung al-Judy pasca-banjir dasyat yang menenggelamkan daratan Mesopotamia, Nabi Ibrahim As. selamat dari kobaran api, juga Nabi Musa As. membelah Laut Merah untuk menyelamatkan kaumnya dari aparat Fir’aun,” kata Dik Yusni, santri digital karena rajin mengunduh data dari internet.
“Juga mitos waktu tentang runtuhnya Majapahit dan berdirinya Mataram Islam,” tambah Paklik Haji Sriyono. “Kita menghormati jasa Sultan Agung Hanyakrakusuma, yang berhasil menyatukan dua sistem kalender pada 1633 M. Sejak itulah antara tahun 1043 Hijriah dan 1555 Saka datang bertepatan. Jika kalender Jawa merujuk perhitungan matahari dalam sistem saka Hindu-Buddha mulai tahun 78 M, sebaliknya kalender Hijriah berdasar perhitungan bulan sejak hijrah nabi Muhammad Saw. dari Mekah ke Maddinah pada 600-an M.”
“Ini peristiwa agama yang menyentuh budaya masyarakat, Bapak-bapak,” sela Mas Bugie. “Sultan Agung Hanyakrakusuma melanjutkan dakwah Walisongo yang sangat toleran di tanah Jawa. Penyatuan sistem kalender adalah puncak kebijakan Sultan Agung untuk mendialogkan budaya Jawa dengan Islam. Termasuk dalam tirakatan seperti bertapa, kungkum (berendam), dan puasa dalail (puasa setahun penuh). Demikian juga laku jamasan (mencuci) keris, akik, pusaka, dan sebagainya.”
“Jenang suran enak lho,” imbuh Mang Ucup. “Saya pernah dikirimi bulik Yono. Di Sunda juga ada tradisi, yang di sini disebut lek-lekan, yaitu berjaga semalaman sambil membaca doa-doa dari al-Quran. Nah, ini ’kan evaluasi spiritual, untuk memohon keselamatan dan kebaikan memasuki tahun baru 1429 Hijriah?”
“Itu namanya ritual budaya tanggap warsa, mang,” komentar Pak Edi Safitri. “Ada gunungan lanang dan wadon dari buah-buahan sebagai lambang kemakmuran, kesejahteraan, dan mencegah malapetaka. Ada juga mubeng beteng atau ritual tapa bisu yaitu berjalan tenang tanpa banyak bicara dan tanpa mengonsumsi makanan ataupun minuman.”
“Datangnya 1 Muharam bukan sekedar berlalunya waktu. Sebagai muslim kita diingatkan banyak hal tentang iman dan amal saleh kita,” tegas Pakde Adib Susilo. “Meskipun arloji kita semakin canggih, perubahan waktu kadang tak terencana. Tanpa belajar sejarah, kita bisa lapuk dan lumpuh di masadepan. Apa-apa yang tadinya tidak ada, tidak mungkin ada, atau malah tidak terbayangkan ada, kadang mempengaruhi iman dan amal kita.”
Sebagai penutup kajian, kami mendaulat Mas Bugie melantunkan lagu “Kalayung-layung” yang kerap ditayangkan TV. Bahkan Paklik Sriyono sempat menitikkan air mata, tersentuh syairnya yang mengingatkan pertanggungjawaban hidup sebelum dipanggil Allah. Apa artinya lek-lekan jika tidak mendapat barakah pencerahan? Wallahu a’lamu bishshawab.
Imam Samroni, staf Yayasan NUN-XXV, Yogyakarta
Tentang Diri
Halaman
Somah
Kabar Cuaca
Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter
widgetRisalah
Kategori
-
Tulisan Terakhir
- Mengagendakan (Kembali) Daerah Istimewa Surakarta: Telaah Programatis
- Historians in the Service of the “Big Lie”: An Examination of Professor Robert Service’s Biography of Trotsky
- World Map of Happiness
- Economic difficulties force more students out of college in US
- Junk Science Exposed In Evolutionary Theory
- Britain: Leaked document reveals escalating attack on higher and further education
- Global climate diagnosis worsening
- Copenhagen Climate Summit: The gulf between rhetoric and reality
- The Myths and the Mission Behind the Sustainability Consortium
- Climate change: True or hoax?
-
Perbincangan

steve4319 di Copenhagen Climate Summit: The… 
ZUBIR di Isteri yang bekerja 
bocipalz di Internet Broadband akan Semaki… 
Kasru Susilo di Admin Facebook ‘Dukung C… Tokoh Jürgen Haberma… di Hermeneutika Kritis Jürgen… 
Orang Indonesia di TOKOH MUDA INSPIRATIF (6): Dem… 
edy Safitri di Setelah Iklan Kampanye, Lawanl… 
IMSY1408 di Membaca Madinatul Munawarah: B… 
imam samroni di Rumeksa Ing Wengi 
joko di Rumeksa Ing Wengi 
imam samroni di A postmodernist attack on… 
imam samroni di Gombloh 
Susilo Hambeg Poroma… di Gombloh 
Heath Watts di A postmodernist attack on… 
armawi kh di Sudarminto; Temui Prabowo deng… -
Sampah
-
Potret

More Photos SocialVibe
Jalan-Jalan
- Amitai Etzioni
- Deutzsche Welle
- Esai Filsafat
- Filsafat Islam
- Filsafat UGM
- Filsafat UI
- Gigapedia
- GM
- Habermas Forum
- Habermas Links
- Habermas Site
- Klasik
- Krishnamurti
- Max-Planck Gesellschaft
- MIT Open Course
- Nigel Warburton
- Open Democracy
- Papers in Philosophy
- Para Pemikir
- Philosophenweg
- Philosophers’ Carnival
- Philosophical Weblogs
- Philosophy on-Net
- Pontifical Academies
- Poona
- Questia
- STF Driyarkara
- Virgin Galactic
- Wikipedia
Jejaring
Kabar Langit
Penggerak
Persona
- A Husein kndm
- Adib Susila
- Ajib Setyabudi
- Anisa Jati
- Ari Vito
- Arif Johar
- Astriani
- Cak Hamid
- Djamhari Maskat
- Edy Purnomo
- Fadli Zon
- Heri Winarto
- I Ketut Sunesa
- Indah Sri Wulandari
- Kang Diman
- Ki Sugeng Subagya
- M. Latif Fauzi
- Muji Sasmito
- Nindya Septi Hapsari
- Nurjahan
- Nurul Izzah
- Sunardian Wirodono
- Toro Kambali
- Yayan Sopyan
Ruang Ajar
Serambi
WordPress
Zenith Motor
- AON Insurance
- Audi
- Audio Mobil
- BMW
- Citroen
- Daihatsu
- Fiat
- Ford
- Garda Oto
- Honda
- Hummer
- Hyundai
- Isuzu
- Jip
- Kancil
- KIA
- Lamborghini
- Land Rover
- Majalah Otomotif
- Mazda
- Mercedes-Benz
- Mitsubishi
- Mobilku
- Motor Tua
- Nissan
- Otomotif
- Peugeot
- Rolls-Royce
- Sepeda Onthel
- Spies Hecker
- Subaru
- Suzuki
- Toyota
- TRAC
- VW
- VW Kodok
- Zenith Motor


17 Juli 2009 at 19:08
Kebetulan mendarat di blog sini karena mas Imam menyebut gunungan di dalam artikelnya; saya baru saja meluncurkan artikel gunungan, ya versi bebas saya saja, sebisa saya, menyalahi pakem… salam kenal..
25 Juli 2009 at 00:37
Terima kasih, mas Rio Seto untuk pendaratannya. Menarik jika bisa berbincang tentang versi bebas tentang gunungan dan pernyataan kejawaan yang lain.