Banyak Terjadi Pelecehan Pendidikan
1 Desember 2008 in Layang Kabar
Tags: DPRD DIY, Human Development Index, SLB, SPP
Media Indonesia, Yogyakarta, Jumat, 26 April 2002
Pengamat pendidikan Imam Samroni Spd menegaskan, saat ini banyak terjadi pelecehan maupun kejahatan pendidikan. “Tidak hanya di Yogyakarta, tetapi hampir di semua wilayah,” katanya kepada Media, Kamis (25/04), kemarin.
Ditemui di gedung DPRD DIY, Imam yang juga anggota Komisi E DPRD DIY itu mengemukakan, kejahatan pendidikan itu sebenarnya banyak dilakukan oleh negara. Sedangkan pelecehan pendidikan banyak dilakukan oleh kalangan masyarakat. “Tetapi, secara umum pelecehan pendidikan pada aspek paling kecil hingga kejahatan pendidikan itu sangat mudah ditemukan di sekitar kita,” jelasnya.
Ia mencontohkan dalam penyelenggaraan pendidikan luar biasa (PLB), selama ini yang digarap pemerintah hanya pada aspek persekolahan semata. Sedangkan aspek lainnya dibiarkan. Menurut dia, dalam penyelenggaraan PLB itu, pemerintah tidak pernah memikirkan kelanjutan setelah pendidikan itu sendiri terlaksana, “Atau si anak yang sekolah di sekolah luar biasa (SLB) itu lulus.”
Menurut dia, yang dilakukan hanyalah melatih para siswa SLB itu sendiri untuk memiliki kemampuan, sedangkan aspek pekerjaan setelah memiliki kemampuan itu tidak pernah diselenggarakan. Dengan demikian, lanjutnya, pemerintah hanya sebatas memberi latihan sedangkan masalah ketenagakerjaannya dibiarkan begitu saja.
Bahkan, katanya, dalam masalah ini tidak terjadi match antara program yang dibuat Depdiknas dan Depsos atau Dinas Pendidikan dengan Dinas Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial di tingkat provinsi.
Sedangkan di tataran yang lebih rendah, di antaranya yang berupa pelecehan pendidikan, pelakunya sebenarnya tidak hanya dari kalangan penyelenggara pendidikan sendiri akan tetapi juga dari kalangan masyarakat.
Ia juga mencontohkan, capaian HDI (human development index) yang menempatkan Jakarta di urutan teratas Indonesia dan DIY berada di urutan kedua, namun masih terjadi demo guru karena masalah kesejahteraan.
Hal semacam ini, lanjutnya, dalam waktu pendek masih merupakan pelecehan pendidikan, namun jika berlangsung lama bisa menjadi kejahatan pendidikan yang dilakukan oleh negara karena tidak memperhatikan kesejahteraan guru.
Ia mencontohkan, banyak di antara orang tua yang tidak setuju dengan adanya kenaikan sumbangan pengembangan pendidikan (SPP) ataupun uang pendidikan atau harus membayar uang les tambahan di sekolah. Namun, banyak orang tua yang bangga dengan mengikutkan anaknya ke lembaga pengayaan pendidikan yang selama ini menggunakan nama lembaga bimbingan belajar.
Lebih lanjut dikatakan, adanya lembaga bimbingan belajar itu di satu sisi memang baik, namun di sisi lain juga menjadi pelecehan pendidikan. “Dilematis memang,” katanya.
Menyinggung masalah kesejahteraan guru, Imam mengemukakan, memang sangat ironis dengan harapan negara terhadap mereka. Menurut dia, saat ini masih banyak para guru yang tidak mampu membeli buku-buku kependidikan atau yang mampu menaikkan kemampuan mereka meski hanya tiga bulan sekali membelinya.
“Jangankan membeli buku, di sekitar kita masih banyak guru yang untuk berlangganan koran saja tidak mampu,” katanya.
Hal semacam itu, lanjutnya, berbeda dengan kondisi para guru di Malaysia yang bisa dipastikan bahwa setiap tiga bulan para guru itu bisa membeli buku, dan hampir setiap sembilan tahun bisa naik haji. (mediaindonesia)
Tentang Diri
Halaman
Somah
Kabar Cuaca
Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter
widgetRisalah
Kategori
-
Tulisan Terakhir
- Mengagendakan (Kembali) Daerah Istimewa Surakarta: Telaah Programatis
- Historians in the Service of the “Big Lie”: An Examination of Professor Robert Service’s Biography of Trotsky
- World Map of Happiness
- Economic difficulties force more students out of college in US
- Junk Science Exposed In Evolutionary Theory
- Britain: Leaked document reveals escalating attack on higher and further education
- Global climate diagnosis worsening
- Copenhagen Climate Summit: The gulf between rhetoric and reality
- The Myths and the Mission Behind the Sustainability Consortium
- Climate change: True or hoax?
-
Perbincangan

steve4319 di Copenhagen Climate Summit: The… 
ZUBIR di Isteri yang bekerja 
bocipalz di Internet Broadband akan Semaki… 
Kasru Susilo di Admin Facebook ‘Dukung C… Tokoh Jürgen Haberma… di Hermeneutika Kritis Jürgen… 
Orang Indonesia di TOKOH MUDA INSPIRATIF (6): Dem… 
edy Safitri di Setelah Iklan Kampanye, Lawanl… 
IMSY1408 di Membaca Madinatul Munawarah: B… 
imam samroni di Rumeksa Ing Wengi 
joko di Rumeksa Ing Wengi 
imam samroni di A postmodernist attack on… 
imam samroni di Gombloh 
Susilo Hambeg Poroma… di Gombloh 
Heath Watts di A postmodernist attack on… 
armawi kh di Sudarminto; Temui Prabowo deng… -
Sampah
-
Potret

More Photos SocialVibe
Jalan-Jalan
- Amitai Etzioni
- Deutzsche Welle
- Esai Filsafat
- Filsafat Islam
- Filsafat UGM
- Filsafat UI
- Gigapedia
- GM
- Habermas Forum
- Habermas Links
- Habermas Site
- Klasik
- Krishnamurti
- Max-Planck Gesellschaft
- MIT Open Course
- Nigel Warburton
- Open Democracy
- Papers in Philosophy
- Para Pemikir
- Philosophenweg
- Philosophers’ Carnival
- Philosophical Weblogs
- Philosophy on-Net
- Pontifical Academies
- Poona
- Questia
- STF Driyarkara
- Virgin Galactic
- Wikipedia
Jejaring
Kabar Langit
Penggerak
Persona
- A Husein kndm
- Adib Susila
- Ajib Setyabudi
- Anisa Jati
- Ari Vito
- Arif Johar
- Astriani
- Cak Hamid
- Djamhari Maskat
- Edy Purnomo
- Fadli Zon
- Heri Winarto
- I Ketut Sunesa
- Indah Sri Wulandari
- Kang Diman
- Ki Sugeng Subagya
- M. Latif Fauzi
- Muji Sasmito
- Nindya Septi Hapsari
- Nurjahan
- Nurul Izzah
- Sunardian Wirodono
- Toro Kambali
- Yayan Sopyan
Ruang Ajar
Serambi
WordPress
Zenith Motor
- AON Insurance
- Audi
- Audio Mobil
- BMW
- Citroen
- Daihatsu
- Fiat
- Ford
- Garda Oto
- Honda
- Hummer
- Hyundai
- Isuzu
- Jip
- Kancil
- KIA
- Lamborghini
- Land Rover
- Majalah Otomotif
- Mazda
- Mercedes-Benz
- Mitsubishi
- Mobilku
- Motor Tua
- Nissan
- Otomotif
- Peugeot
- Rolls-Royce
- Sepeda Onthel
- Spies Hecker
- Subaru
- Suzuki
- Toyota
- TRAC
- VW
- VW Kodok
- Zenith Motor

No Comments Yet