Giliran Abdi Dalem Keraton Yogyakarta “Tapa Bisu” di DPRD DIY
1 Desember 2008 in Layang Kabar
Tags: geguritan, pemilihan kepala daerah DIY, tapa bisu, tembang Jawa
Kompas, Jumat, 01 Agustus 2003
Yogyakarta, Kompas – Gedung DPRD Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta kembali diramaikan ribuan pengunjuk rasa yang mempermasalahkan pemilihan kepala daerah DIY.
Massa tidak mengancam atau menuntut agar segera diadakan penetapan gubernur, namun sekadar mengingatkan agar anggota DPRD tidak lupa dengan sejarah Yogyakarta. Mereka mengawali dengan tapa bisu (bertapa dengan tanpa bicara), duduk di halaman DPRD selama 10 menit, dan kemudian melakukan protes dengan cara menyanyikan tembang Jawa serta menyerahkan geguritan (puisi berbahasa Jawa).
Demo unik yang berlangsung Kamis (31/7), itu diterima Ketua DPRD Surasmo Priyandono, anggota Fraksi Partai Golkar Ediyanto Abdullah, anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Agus Subayo, serta anggota Fraksi Kebangkitan Bangsa Imam Samroni dan Rosoel Sodik.
Pendemo sebagian merupakan abdi dalem Keraton Yogyakarta, pedagang kaki lima di kawasan Malioboro, serta masyarakat umum yang datang dari Kabupaten Bantul dan Gunung Kidul .
“Kami datang ke DPRD tidak hendak mengancam atau menuntut. Hanya ingin mengingatkan supaya anggota DPRD DIY tidak mengecewakan rakyat Yogyakarta dalam mengambil keputusan yang penting,” kata pranatacara (koordinator aksi) Budayawan Habib Bari, yang bergelar Raden Riyo Wiwoho Budya Yuwono.
Lupa sejarah
Baik tembang maupun geguritan yang dilantunkan dalam bahasa Jawa itu berisi tentang penjelasan, bahwa Daerah Istimewa Yogyakarta sudah diberikan oleh Bung Karno pada 5 September 1945 ketika Sultan Hamengku Buwono IX dan Sri Paku Alam VIII menyatakan kesetiaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pascaproklamasi.
“Nah, dalam perjalanan waktunya, mengapa DPRD DIY seperti lupa pada sejarah,” ujar Habib Bari.
“Kami mengingatkan mereka, dan cobalah jangan melukai hati rakyat Yogyakarta. Kami sama sekali tidak menyebut masalah penetapan atau pemilihan. Kami tidak memasuki jalur politik. Yang kami lakukan adalah cara kultural,” imbuhnya.
Semua yang ikut unjuk rasa mengenakan busana Jawa peranakan dan surjan, lengkap dengan blangkon dan keris.
Setelah tapa bisu, acara dilanjutkan dengan membacakan geguritan dan mocopatan dengan tembang Kinanthi oleh Nyi Condro Trini dan Dandanggula, yang menceritakan sejarah Yogyakarta oleh Romo Riyo Manggala Wijaya.
Yang agak menegangkan ketika kemudian dilantunkan sekar Durma Rangsang. Para pengunjuk rasa memindahkan posisi keris dari belakang ke depan, yang memudahkan keris ditarik dari sarungnya.
“Kalau sudah seperti itu, istilah Jawanya nyothe, siap perang,” ujar Habib Bari. (SIG)
Tentang Diri
Halaman
Somah
Kabar Cuaca
Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter
widgetRisalah
Kategori
-
Tulisan Terakhir
- Mengagendakan (Kembali) Daerah Istimewa Surakarta: Telaah Programatis
- Historians in the Service of the “Big Lie”: An Examination of Professor Robert Service’s Biography of Trotsky
- World Map of Happiness
- Economic difficulties force more students out of college in US
- Junk Science Exposed In Evolutionary Theory
- Britain: Leaked document reveals escalating attack on higher and further education
- Global climate diagnosis worsening
- Copenhagen Climate Summit: The gulf between rhetoric and reality
- The Myths and the Mission Behind the Sustainability Consortium
- Climate change: True or hoax?
-
Perbincangan

steve4319 di Copenhagen Climate Summit: The… 
ZUBIR di Isteri yang bekerja 
bocipalz di Internet Broadband akan Semaki… 
Kasru Susilo di Admin Facebook ‘Dukung C… Tokoh Jürgen Haberma… di Hermeneutika Kritis Jürgen… 
Orang Indonesia di TOKOH MUDA INSPIRATIF (6): Dem… 
edy Safitri di Setelah Iklan Kampanye, Lawanl… 
IMSY1408 di Membaca Madinatul Munawarah: B… 
imam samroni di Rumeksa Ing Wengi 
joko di Rumeksa Ing Wengi 
imam samroni di A postmodernist attack on… 
imam samroni di Gombloh 
Susilo Hambeg Poroma… di Gombloh 
Heath Watts di A postmodernist attack on… 
armawi kh di Sudarminto; Temui Prabowo deng… -
Sampah
-
Potret

More Photos SocialVibe
Jalan-Jalan
- Amitai Etzioni
- Deutzsche Welle
- Esai Filsafat
- Filsafat Islam
- Filsafat UGM
- Filsafat UI
- Gigapedia
- GM
- Habermas Forum
- Habermas Links
- Habermas Site
- Klasik
- Krishnamurti
- Max-Planck Gesellschaft
- MIT Open Course
- Nigel Warburton
- Open Democracy
- Papers in Philosophy
- Para Pemikir
- Philosophenweg
- Philosophers’ Carnival
- Philosophical Weblogs
- Philosophy on-Net
- Pontifical Academies
- Poona
- Questia
- STF Driyarkara
- Virgin Galactic
- Wikipedia
Jejaring
Kabar Langit
Penggerak
Persona
- A Husein kndm
- Adib Susila
- Ajib Setyabudi
- Anisa Jati
- Ari Vito
- Arif Johar
- Astriani
- Cak Hamid
- Djamhari Maskat
- Edy Purnomo
- Fadli Zon
- Heri Winarto
- I Ketut Sunesa
- Indah Sri Wulandari
- Kang Diman
- Ki Sugeng Subagya
- M. Latif Fauzi
- Muji Sasmito
- Nindya Septi Hapsari
- Nurjahan
- Nurul Izzah
- Sunardian Wirodono
- Toro Kambali
- Yayan Sopyan
Ruang Ajar
Serambi
WordPress
Zenith Motor
- AON Insurance
- Audi
- Audio Mobil
- BMW
- Citroen
- Daihatsu
- Fiat
- Ford
- Garda Oto
- Honda
- Hummer
- Hyundai
- Isuzu
- Jip
- Kancil
- KIA
- Lamborghini
- Land Rover
- Majalah Otomotif
- Mazda
- Mercedes-Benz
- Mitsubishi
- Mobilku
- Motor Tua
- Nissan
- Otomotif
- Peugeot
- Rolls-Royce
- Sepeda Onthel
- Spies Hecker
- Subaru
- Suzuki
- Toyota
- TRAC
- VW
- VW Kodok
- Zenith Motor

No Comments Yet