Golput Ancam Parpol
9 Januari 2009 in Golongan-Put, Kabare
Tags: Lukmono Hadi, M Alfi N Endarta, Prabukusumo, YA Sunyoto
http://harianjogja.com/web/index.php?option=com_content&view=article&id=1593:golput-ancam-parpol&catid=102:jogja&Itemid=171
Jumat, 05 September 2008 11:30 admin
JOGJA: Kepercayaan masyarakat terhadap partai politik (parpol) kian hari dirasa semakin menurun. Ini tampak dari geliat warga yang memilih sikap tidak memilih alias golput (golongan putih) dalam pemilu. Ternyata, geliat golput bisa membikin keder sejumlah partai. Maklum, tanpa konstituen, partai bakal kehilangan suara yang sebetulnya potensial.
Demikian yang mencuat dalam diskusi terbuka bertajuk Pemilu untuk perubahan: Memilih atau tidak sama sekali, yang diselenggarakan Impulse (Institute for Multiculturalism and Pluralism Studies) bekerjasama dengan Harian Jogja, di kompleks percetakan Kanisius, Deresan, Sleman, kemarin.
Menurut sejumlah fungsionaris parpol yang hadir kemarin sore, gerakan tidak memilih merupakan sikap apolitis yang mencederai kehidupan berdemokrasi.
“Saya tidak tahu cara pikir mereka yang tidak memilih itu,” ujar Ketua DPD Partai Demokrat DIY, GBPH Prabukusumo. Dia mengatakan pemilu bagaimanapun diselenggarakan untuk memilih pemimpin berkualitas. Namun demikian, soal kualitas ini biasanya selalu menjadi perdebatan di masyarakat.
Prabukusumo menduga stigma buruk yang kini lekat pada partai, muncul lantaran calon pemimpin dan wakil rakyat yang diusung partai kurang dekat dengan masyarakat.
“Partai sering lebih sibuk mengusung popularitas. Tidak membina kader dan malah mengambil calon pemimpin dari luar yang sudah memiliki popularitas. Tapi, seburuk apapun pilihan yang ada, itulah calon-calon dari tengah masyarakat yang ada.”
M Alfi N Endarta, Ketua Litbang yang juga pendiri Partai Matahari Bangsa (PMB), sependapat dengan Prabukusumo. Dia mengatakan kejengahan kader atau warga melihat sistem internal sebuah partai bisa muncul lantaran iklim musyawarah yang tidak membumi. “Makanya pembinaan kader itu sangat perlu, mengambil dan turun langsung ke akar rumput.”
Dia menilai dalam sistem demokratis, peran partai sangat diperlukan untuk menjaga stabilitas pemerintahan. Sebab, jika saja ada calon independen non partisan menduduki kepemimpinan, orang itu tetap membutuhkan partai untuk bisa mengegolkan kepentingan dia di kursi kepemimpinan yang sudah didudukinya.
Salah satu peserta diskusi sore itu, YA Sunyoto, mengganggap partai sering menderita penyakit lupa. Muluk menyebar janji-janji pada masa kampanye, setelah meraih kursi empuk mendadak lupa rayuan manis mereka.
Pendapat itu disanggah oleh Wakil Ketua Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Lukmono Hadi. Dia mengatakan janji-janji yang terlupakan itu tak bisa semata dicitrakan pada partai.
Dan menurutnya, begitulah kehidupan berdemokrasi. Jika sebuah partai tak mendapat nilai plus, konsekuensinya, dalam pemilihan selanjutnya ia akan kehilangan konstituen, dan begitu seterusnya.
Pada Pemilu 2004 lalu, golput dari pemegang hak pilih mencapai 30%. “Tahun ini mungkin bisa naik jadi 40 persen,” kata Lukmono. Diskusi sore itu tidak mengerucut menjadi sebuah kesimpulan. Akhirnya, memilih atau tidak memilih sama sekali, tetap menjadi pilihan dari masing-masing pemegang hak pilih.
-
Blog Stats
- 16,115 hits
Halaman
Arsip
Kategori
-
Tulisan Terakhir
- Nama Pulau demi Jumlah
- The fall of the Berlin Wall
- Admin Facebook ‘Dukung Chandra & Bibit’ Incar Kasus Bank Century
- Demokrasi ala Warung HIK
- Membumikan “Tegal Gotong Royong”
- Parlemen “Online”
- Islam Mendorong Green Habits
- Pesantren Ujung Tombak Pelestarian
- Prabowo Mendukung Hak Angket Bank Century
- Ternyata 700 Juta Manusia di Dunia Ingin Pindah Negara
- The “Hegel renaissance” and other questions: Part 1
- ZERO ENERGY: Belajar dari Negeri Tetangga
- Sedulur Sikep Memandang Negara dan Penegakan Hukum
- TOKOH MUDA INSPIRATIF (6): Demokrasi yang Perlu Dievaluasi
- 20 TAHUN TEMBOK BERLIN: Anekdot Era Komunis Tetap Hidup
-
Komentar Terakhir

Kasru Susilo di Admin Facebook ‘Dukung C… Tokoh Jürgen Haberma… di Hermeneutika Kritis Jürgen… 
Orang Indonesia di TOKOH MUDA INSPIRATIF (6): Dem… 
edy Safitri di Setelah Iklan Kampanye, Lawanl… 
IMSY1408 di Membaca Madinatul Munawarah: B… 
imam samroni di Rumeksa Ing Wengi 
joko di Rumeksa Ing Wengi 
imam samroni di A postmodernist attack on… 
imam samroni di Gombloh 
Susilo Hambeg Poroma… di Gombloh 
Heath Watts di A postmodernist attack on… 
armawi kh di Sudarminto; Temui Prabowo deng… 
Iklan Gratis di Belanja dan Ramadan 
dianacakes di Tiket “Online” Sul… 
Purwokerto Banyumas di Investing in Indonesia’s Educa… -
Spam Blocked
-
Potret

More Photos SocialVibe
Jalan-Jalan
- Amitai Etzioni
- Deutzsche Welle
- Esai Filsafat
- Filsafat Islam
- Filsafat UGM
- Filsafat UI
- Gigapedia
- GM
- Habermas Forum
- Habermas Links
- Habermas Site
- Klasik
- Krishnamurti
- Max-Planck Gesellschaft
- MIT Open Course
- Nigel Warburton
- Open Democracy
- Papers in Philosophy
- Para Pemikir
- Philosophenweg
- Philosophers’ Carnival
- Philosophical Weblogs
- Philosophy on-Net
- Pontifical Academies
- Poona
- Questia
- STF Driyarkara
- Virgin Galactic
- Wikipedia
Jejaring
Kabar Langit
Penggerak
Persona
Ruang Ajar
Serambi
WordPress
Zenith Motor
- AON Insurance
- Audi
- Audio Mobil
- BMW
- Citroen
- Daihatsu
- Fiat
- Ford
- Garda Oto
- Honda
- Hummer
- Hyundai
- Isuzu
- Jip
- Kancil
- KIA
- Lamborghini
- Land Rover
- Majalah Otomotif
- Mazda
- Mercedes-Benz
- Mitsubishi
- Mobilku
- Motor Tua
- Nissan
- Otomotif
- Peugeot
- Rolls-Royce
- Sepeda Onthel
- Spies Hecker
- Subaru
- Suzuki
- Toyota
- TRAC
- VW
- VW Kodok
- Zenith Motor
No Comments Yet