Archive for the 'Ruang Gerak' Category

Entahlah, tiba-tiba saya ingin memutar lagu-lagu Gombloh (14 Juli 1948 – 9 Januari 1988). Tidak ada niat untuk menyoal hal-ihwal karya Gombloh, non est disputandum, mengalir saja. Mengambil sejenak jeda-waktu yang kian tergesa bulan-bulan terakhir ini.
Saya melantunkan kembali lirik “Kedamaian-Kedamaian,” mengikuti warna suara Ratih dan Gombloh yang khas.
Kedamaian-Kedamaian
berserak di mega putih
anganku menerawang
di leher merpati putih
harapan [...]

Sabtu Kliwon, 28 Maret 2009

Saya menemukan “nubuat” Rudolf Diesel ketika suatu hari pada 1910 beliau berucap, ”Pemakaian minyak nabati sebagai bahan bakar untuk saat ini sepertinya tidak berarti, tetapi pada saatnya nanti akan menjadi penting sebagaimana minyak bumi dan produk tir-batu bara saat sekarang.”
Ini bukan paparan hi-tech yang sudah diteliti Puslit Bioteknologi ITB, yang [...]

27 Maret 2009

Pagi, menjelang siang. Dalam perjalanan menuju kampanye Gerindra di Sleman, saya mampir ke Samirono. Beberapa tahun yang lalu, 1990-1997, hampir tujuh tahun saya menjadi warga kos, tepatnya di Samirono CT VI/333 Sleman. Dengan induk semang Bapak Ponidi, tetangga induk semang Bapak Girin, oleh si Purwanto (jika tidak salah ingat) nama kos diberi nama [...]

18 Maret 2009
Kalender menghitung bulan demi bulan, menandakan agenda pendampingan warga. Lembaran yang baru sudah menggantikan bulan sebelumnya, di mana waktu bergerak ke belakang dan 9 April 2009 kian dekat.

Ada coretan yang mengingatkan: Kemarin bersama perajin ember seng di Sekarsuli, Berbah, Sleman. Seminggu sebelumnya berdiam diri dalam tarian nila di karamba Jombor Lor, Mlati. Lusa [...]

Berbah-Sleman, Selasa Pahing, 10 Maret 2009

Seberapa individualkah seorang individu? Sejauh mana seorang individu mempunyai “hak” untuk membuat keputusan, misalnya saat mencontreng Gerindra pada Pemilu legislatif 9 April besok?
Saya teringat berkas-berkas Habermasian ketika tengah berkutat menyelesaikan skripsi, 1990-an. Dan mas Franki (Fransisco Budi Hardiman) yang memajukan pertanyaan di atas. Teori kritis (terutama die Frankfurter Schulle) jelas [...]