Bisnis, Rejeki, dan Barakah

serambi-jumat19

Serambi Jumat KORAN MERAPI 11 Mei 2007

”Praktik berbisnis sebagai pelaksanaan perintah dan sikap keagamaan merupakan kenyataan sejarah dalam Islam. Kanjeng Nabi Muhammad SAW dan sebagian besar para sahabat adalah pebisnis atau pedagang dengan semangat kewirausahaan kelas global pada jamannya. Semangat ini melekat dalam diri umat. Jadi dapat ditafsirkan bahwa Islam adalah agama kaum pedagang, dilahirkan di kota dagang, dan disebarluaskan oleh pedagang ke seluruh dunia, termasuk ke Indonesia. Artinya, di samping menyebarkan Islam, para pendakwah juga mewariskan etos dan keahlian berdagang di Indonesia.”
Demikian kesimpulan Pakde Adib Susila, ketika menutup acara pengajian di masjid, tadi malam. Kami bersyukur bahwa penyelengaraan pengajian berjalan lancar. Peserta juga mendapatkan informasi baru tentang praktik bisnis yang layak. Apalagi pengisinya adalah para pelaku bisnis, sehingga dapat menceritakan praktik senyatanya di lapangan. Rencananya, tim tersebut akan berkeliling ke masjid-masjid, mengajak dan mendampingi umat untuk berpraktik bisnis yang layak.

Sambil bersih-bersih dan membereskan serambi, kami membicarakan kembali materi pengajian barusan.
”Penyampaian materi pengajian dengan media bantu ternyata lebih mantap,” kata Mas Fauzi, “Lha, gambar-gambar yang disorotkan ke tembok dari laptop sangat mendukung je.”

“Saya memang takjub. Foto-foto tentang praktik bisnisnya orang Banjar (Kalimantan Selatan), Bugis (Sulawesi Selatan), Gorontalo, Minang (Sumatra Barat), dan Pidie (NAD), menyadarkan bahwa mereka saudara kita juga. Demikian halnya saudara kita yang di Ceper (Klaten, Jawa Tengah), Kajen (Pati, Jawa Tengah), Kotagede (Yogyakarta, DIY), Laweyan (Solo, Jawa Tengah), Majalaya (Bandung, Jawa Barat), dan sebagainya menjadi bukti nyata praktik bisnis umat,” tambah mang Ucup.

”Tahun 2000-an ini memang menegaskan dinamika yang luar biasa tentang tumbuh dan berkembangnya praktik bisnis umat beragama di Indonesia. Direktori pebisnis muslim, laporan kinerja perusahaan, profil asosiasi bisnis, juga peluang dan prospek bisnis telah diterbitkan,” saya menambahkan.

”Ragam bisnis yang menyangkut jenis, layanan, metode, dan model penyelesaian konflik juga ternyatakan dalam tulisan tentang ESQ-nya Jamil Azzaini dan Ary Ginanjar Agustian, Manajemen Qalbu-nya K.H. Abdullah Gymnastiar dan PP Darut Tauhid, semangat kewirausahaannya Pondok Modern Gontor dan K.H. Imam Zarkazyi, dan lain sebagainya,” timpal Mas Fauzi.

Lantas Pak Edi Safitri membacakan ayat Al Quran:
”Bekerjalah kamu, maka Allah, Rasul-Nya, dan orang beriman akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan,” QS. At Taubah: 105).

”Kekuatan perubah agama memang sangat dahsyat. Termasuk dalam hal bisnis,” Paklik Sriyono juga berkomentar. ”Jauh sebelum Weber memperkenalkan etika protestan-nya, agama telah mendorong pemeluknya untuk bersikap dan bertindak yang adil. Sikap dan tindakan para pemeluk ini hendak menegaskan bahwa berbisnis yang layak akan membuka pintu-pintu rejeki. Kita memahaminya sebagai pintu-pintu rejeki yang barakah.”

”Amin, amin. Iya-ya, andai saja dialog antarumat beragama mampu mendorong lembaga agama untuk mengadakan kerja bersama dan mengupayakan visi pemberdayaan ekonomi umat,” tambah saya. “Kebanyakan konflik umat beragama di Tanah Air sebenarnya dipicu oleh masalah ekonomi dan ketidakadilan sosial. Bukankah pelatihan bisnis tadi seyogyanya juga melibatkan agamawan yang lain, untuk secara bersama-sama menerjemahkan praktik bisnis yang layak.”

”Asal tidak demenyar saja,” tukas Mang Ucup. ”Katanya mengajak dan mendampingi umat untuk berpraktik bisnis yang layak. Tetapi yang untung hanya yang mengajak. Yang diajak ya tidak berubah jadi lebih layak. Sudah banyak contohnya kok.”

Saya berterimakasih atas suksesnya acara pengajian tersebut. Setidaknya, teman-teman mau membicangkan kembali bisnis yang layak, yang ternyata dapat membawa barakah. WaLlahu a’lamu bishshawab.

Imam Samroni, staf PSI UII

About imam samroni

Silakan Tuan dan Puan berkenan kontak ke email daripada saya, yakni : imamsamroni@ymail.com atawa imamsamroni@gmail.com. Jika Tuan dan Puan hendak bersilaturahmi, sudilah kiranya berkirim kabar lewat email pula. Lihat semua pos milik imam samroni

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: