Berita, Bersikap, dan Kebenaran

serambi-jumat11

Serambi Jumat KORAN MERAPI 13 April 2007

Sehabis shalat maghrib tadi malam, saya bergabung dengan teman-teman di serambi masjid kampung. Pembicaraan mengalir lancar, mengarifi sejumlah peristiwa dan berita di media massa. Mang Ucup bercerita tentang kampus IPDN, Jatinangor Sumedang, tanah tumpah kelahirannya. “Wah, kalau menonton TV atau baca koran kok rasanya pingin marah melulu. Coba jika mahasiswa yang memukul dan membunuh temannya sendiri itu anak saya, berarti saya gagal sebagai orang tua.”
“Lho, kejadiannya ‘kan di kampus, bukan di rumah njenengan?” sela Pak Edi Safitri. “Mengapa merasa gagal?”
“Ibaratnya, saya memberikan amanah kepada kampus untuk mendidik anak biar jadi orang. Lha, jika hasilnya seperti yang diberitakan di media, berarti saya salah memberikan amanah itu. Pengaruh kampus lebih kuat ketimbang rumah di mana saya mendidik anak”

“Ah, itu ‘kan hanya berita di media, Mang? Apa kampus Jatinangor seburuk itu? Kok tidak ada berita baiknya ya …” Pakde Adib Susila, takmir sekaligus pengasuh kajian, ikut bergabung. “Setiap hari ‘kan selalu ada berita baru, atau menegaskan berita sebelumnya. Tadi njenengan sudah bersikap jika punya anak yang berkuliah di IPDN dan misalnya dijadikan tersangka pelaku pembunuhan, adalah kesalahan bersikap untuk menyerahkan amanah. Bagaimana seyogyanya kita menyikapi berita lain, yang selalu berganti?”

”Ngarsa Dalem sudah mengingatkan sewaktu wiyosan dalem malam minggu kemarin: Sang Mandala berputar meninggalkan jejak-jejak sejarah/ Tanpa berpaling berdasa warsa terlampaui/ Zaman berganti mengikuti kala yang berganti/ Hanya Dia yang tak terganti. Meskipun berita berganti setiap hari, bahkan jamannya yang berubah, Sang Khalik tak tergantikan,” tegas Paklik Sriyono. ”Benar tadi kata Pakde Adib, bagaimana kita sebagai muslim bersikap.”
“Dalam Islam, masalah penyikapan sudah jelas,“ Dik Yusni urun rembug. “Pertama, berita itu disampaikan oleh orang yang adil artinya dapat dipercaya karena kelurusan aqidah, ibadah, dan akhlaqnya. Jika tidak, kita harus melakukan tabayyun yakni mengecek kebenaran berita itu langsung dari sumbernya. Yang kedua, jika berita itu nyata-nyata telah terbukti kebenarannya, kita harus menyikapinya dengan sumber Islam, yaitu al-Quran dan as-Sunnah. Gara-gara berita yang tidak jelas kentang-kimpulnya, umat mudah dihasut untuk bersikap yang tidak benar. Tawuran antar-kampung atau antar-kampus sudah dianggap bukan berita lagi je. Pedoman ini yang harus ditanyajawabkan dengan jaman“

“Kesalahan menyikapi “ukhuwah” sering mengabaikan sikap al-wala’ wal-bara’ dan amar ma’ruf nahi mungkar,“ tambah Pak Edi Safitri. “Jika jejak-jejak sejarah Sang Mandala adalah bukti betapa Allah tidak terganti, bagaimana kita yang warga Jogja bersikap terhadap berita-berita tentang kepemimpinan di Jogja menjelang 2008? Orang akan punya banyak kepentingan.” Saya merasakan suasana yang tiba-tiba hening. Ini hal yang sulit, tetapi mesti disikapi.

“Berarti Sang Mandala mengingatkan bahwa Allah adalah kebenaran. Islam mempunyai standar kebenaran, yaitu al-Quran dan as-Sunnah. Jejak-jejak sejarah niscaya didialogkan dengan standar kebenaran,“ Pakde Adib Susila mengajak kami untuk mengambil al-Quran di rak dan membaca bersama-sama. “Yaa ayyuhalladziena aamanuu ittaquLaaha waltandzur nafsun maa qaddamat ligadin, wattaquLlaah, innaLlaaha khabierun bi maa ta’maluun, artinya: Hai orang-orang beriman, taqwalah pada Allah dan mestilah setiap diri manusia itu mengkaji masa lalu untuk orientasi masa depan, dan taqwalah pada Allah, sesungguhnya Allah meliput semua apa yang kamu kerjakan (Al Hasyr: 18).“

“Tentang model kepemimpinan, kita bisa belajar dari empat sahabat: Abu Bakar As Siddiq, Umar bin Khaththab, Usman bin Affan, dan Ali bin Abu Thalib. Kita juga mengkaji model-model sesudahnya. Termasuk dari para pendiri Mataram, Indonesia, dan mancanegara. Berita sebagai kebenaran ya harus dimulai, didialogkan, dan dikunci dengan taqwa. Bersikap seyogyanya dilandasi dengan penglihatan mata kasar, pengolahan nalar, dan penglihatan qalb. Inilah sikap yang memadukan berita manusia dengan rencana besar Allah yang Mahabenar. WaLlahu a’lamu bishshawab.“

About imam samroni

Silakan Tuan dan Puan berkenan kontak ke email daripada saya, yakni : imamsamroni@ymail.com atawa imamsamroni@gmail.com. Jika Tuan dan Puan hendak bersilaturahmi, sudilah kiranya berkirim kabar lewat email pula. Lihat semua pos milik imam samroni

One response to “Berita, Bersikap, dan Kebenaran

  • lintasmarketing

    Artikel-artikel di blog ini bagus-bagus. Coba lebih dipopulerkan lagi di Lintasberita.com akan lebih berguna buat pembaca di seluruh tanah air. Dan kami juga telah memiliki plugin untuk WordPress dengan installasi mudah.
    Kami berharap bisa meningkatkan kerjasama dengan memasangkan WIDGET Lintas Berita di website Anda sehingga akan lebih mudah mempopulerkan artikel Anda untuk seluruh pembaca di seluruh nusantara dan menambah incoming traffic di website Anda. Salam!

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: