Informasi, Teknologi, dan Rahmatan lil-’alamin

serambi-jumat12

Serambi Jumat KORAN MERAPI 4 Mei 2007

“Ada dunia lain yang mungkin di antara kita sudah memanfaatkannya, tetapi saya akan menceritakan oleh-oleh seorang teman yang barusan dari Malaysia.” Pakde Adib Susila, takmir sekaligus pengasuh kajian, mengawali pembicaraan tadi malam. Saya ikut bergabung dengan teman-teman yang sudah duduk melingkar seperti biasa. “Di masjid jami’ Kuala Trengganu, Malaysia, penyampaian kotbah jumat dibantu dengan tayangan komputer. Jamaah merasa terbantu karena materi kutbah menjadi lebih menarik serta hidup. Dan tidak ngantuk. Kabarnya, di Universitas Paramadina juga demikian.”
“Sejak tahun 2005, masjid-masjid di kota Bogor dilengkapi dengan internet. Semua informasi yang menyangkut masalah umat dapat dibaca, pemasukan dan penyaluran zakat dapat diketahui, dan silaturahmi antar-jamaah tetap terjaga. Masjid-masjid Surabaya juga melakukan program yang sama. Ini adalah contoh bagaimana teknologi dan dakwah dapat saling mendukung. Belum lagi dengan semakin banyaknya informasi tentang dakwah di dunia maya.”

”Wah, saya pikir dunia lain seperti yang ditayangkan di teve, Pakde,” celetuk Mang Ucup. ”Kalau ngomongkan informasi, itu mah urusan media, termasuk teknologi informasi barusan.”

”Kita memang sudah dibanjiri informasi yang sangat melimpah, apa saja ada. Dibutuhkan kecerdasan dan kearifan. Juga harus berhati-hati menerima informasi yang kerap tidak jelas ujung-pangkalnya,” lanjut Pakde Adib Susila. “Pengucapan sumpah setia (ijab qabul) dalam pernikahan pun dapat dilakukan dengan media internet. Dan penghulu mengatakan sah, karena mempelai pria sudah melihat wajah mempelai wanita. Kejadian ini berlangsung di Bandung, awal tahun 2006 kemarin.”

“Pusat-pusat dunia maya Muslim sudah banyak dibangun kok,” sela Mas Fauzi, “Islam memerintahkan umatnya untuk melakukan hubungan antar kelompok (ta’aruf), sampai pada saling pengertian (tafahhum) dan kerjasama (ta’awun). Belajar Alquran, ilmu tajwid, murratal Alquran, terjemahan, dan tafsir. Dan silaturahmi pun dapat berlangsung di dunia maya, termasuk menyalurkan ZIS (Zakat, Infaq, dan Sedekah) kepada yang berhak.”

”Tetapi saya pernah menemukan informasi yang membingungkan. Tampilannya sih Islami, tetapi isinya kok berbeda. Repot. Kita kadang tidak bisa mengetahui apa yang berada di baliknya, siapa yang mengelola, atau bagaimana pertanggungjawabannya,” Dik Yusni menambah.

“Mari kita baca dan kaji bersama QS Al Hujurat ayat 6,” pinta Pakde Adib Susilo. Maka kami pun bersama-sama melafalkannya:
’Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatan itu,` (QS Al Hujurat: 6)

“Islam hadir untuk menjadi rahmat bagi semesta alam. Islam itu agama kehidupan. Sebagai kekuatan peradaban, Islam bukanlah anti-kemajuan. Islam pernah dan tetap menjadi kekuatan sejarah baru dalam peradaban dunia. Lahirnya pemikiran filsafat (kalam), ilmu dan teknologi, hingga praktik mengelola informasi yang berpihak kepada yang kurang beruntung.” Paklik Sriyono menjelaskan.

”Firman Allah yang barusan kita baca termasuk kelompok surat madaniyah, di mana Nabi Muhammad SAW tengah membangun masyarakat. Peranan informasi menjadi sangat penting dan mewarnai dalam pemberdayaan masyarakat. Ingat, mukzijat Muhammad SAW bukanlah kekebalan tubuh seperti dimiliki Nabi Ibrahim AS, kesaktian tongkatnya Nabi Musa AS, atau kemampuan menghidupkan orang mati seperti Nabi Isa AS. Mukzijat beliau adalah informasi dalam bentuk ayat-ayat Al-Quran.”

“Melalui teknologi internet, pada alim ulama dan asatidz dapat menyampaikan pesan ayat-ayat Al Quran, menyebarluaskan ilmunya kepada umat, juga mengajak umat untuk terus belajar sepanjang masa. Ini adalah panggilan pendidikan dalam Islam. Kita juga dapat melacak fatwa ulama, informasi kehalalan suatu produk, atau teknologi yang mengandung barakah untuk kepentingan umat,” tambah Pakde Adib Susila.

Saya berusaha menyimpulkan kajian tadi malam. Bahwa berita atau informasi itu ada yang dapat dipercaya dan ada yang perlu dipertanyakan. Apalagi dengan semakin canggihnya teknologi, sehingga sikap muslim yang kritis menjadi keharusan. Berita tentang kotbah jumat di negeri jiran di atas atau informasi lain tentang syiar Islam semoga mampu mencerahkan keseharian umat dan bukannya malah menjadi pergunjingan di dunia maya. WaLlahu a’lamu bishshawab.

Imam Samroni, staf PSI UII

About imam samroni

Silakan Tuan dan Puan berkenan kontak ke email daripada saya, yakni : imamsamroni@ymail.com atawa imamsamroni@gmail.com. Jika Tuan dan Puan hendak bersilaturahmi, sudilah kiranya berkirim kabar lewat email pula. Lihat semua pos milik imam samroni

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: