Mencari Ilmu dan Wajar

serambi-jumat14

Serambi Jumat KORAN MERAPI 3 Agustus 2007

Setelah membuka kajian rutin di serambi masjid kampung, Pakde Adib Susila –ketua takmir sekaligus pengasuh kajian– mengajak kami membaca bersama Al-Qur’an surat Al-Mujadalah ayat 11, yang artinya:
“Dan bila diminta, ‘Berilah luangan’ hendaklah kamu luangkan, tentu Allah mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu di antaramu. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
Kami juga membaca bersama surat Fathir ayat 28, yang artinya “Demikian juga umat manusia, semua makhluk bergerak dan binatang ternak bermacam-macam pula warnanya. Hanya yang berilmu di antara para hamba-Nya yang benar-benar takut kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa dan Pengampun.”

“Kata ‘ilmu’ beserta kata jadiannya disebut lebih 780 kali dalam al-Qur’an. Keimanan seseorang akan mendorongnya untuk menuntut ilmu di mana dan kapan pun, sekaligus menyadarkan betapa kecilnya ia di hadapan Allah. Ia menjadi takut untuk melakukan hal-hal yang telah dilarang Allah. Dan ia berusaha menambahnya dengan yang fadhilah-fadhilah.”

”Di jaman kita, salah satu tempat menuntut ilmu adalah sekolah. Kita bersekolah agar dapat belajar dan kelak bekerja layak. Masalahnya, mengapa untuk masuk sekolah semakin susah dan terlalu mahal? Ini pengalaman saya ketika mendaftarkan si Faisal tahun lalu,” sambung Mang Ucup.

”Wah, itu sudah menjadi masalah kita, Mang Ucup,” tambah Paklek Sriyono. ”Uang gedung, baju seragam, pemeliharaan drumband, jajan, motor baru, handphone, buku, … tidak ada habisnya. Jer basuki mawa rupiah.”
“Kita memang harus membaca bagaimana pengelolaan menuntut ilmu di sekolah. Mana yang menjadi kebutuhan, yang dibutuh-butuhkan, juga diwajib-wajibkan,” komentar Pak Edi safitri.

”Jika tidak dikelola dengan benar, yang rugi adalah umat itu sendiri. Saya sering marah jika menonton perkembangan iptek. Melalui negeri Islam, ilmuwan Eropa mengetahui dan mengembangkan ilmu-ilmu dan teknik modern. Apalagi dengan runtuhnya Andalusia pada 1491. Saya hanya dapat membaca sejarah Dinasti Abbasiyah pada abad VIII-XV. Kita butuh kebangkitan! Kita ’kan sudah mempunyai al-Qur’an dan As-Sunah,” tantang Dik Yusni.

”Sabar, dik Yusni. Kita bisa berbagi info kok,” kata Mas Fauzi. “Misalnya laporan ISESCO (Islamic Educational, Scientific and Cultural Organization), 2000. Terdapat 1,1 miliar penduduk (20%) dari 57 negara OKI yang mempunyai 73% cadangan minyak dunia dan US$ 1,016 miliar dolar untuk GNP. Bandingkan dengan Perancis yang berpenduduk 57,6 juta jiwa dan US$ 1,293 miliar dolar GNP. Hanya sekitar 55% total penduduk dunia Islam yang melek aksara. Masalahnya tadi, pengelolaan kebijakan wajib belajar.”

Ya Allah, terima kasih atas hidupnya kajian-kajian di masjid kampung. Saya sering menemukan simpul-simpul mencerdaskan. Pembacaan ayat-ayat kauniyyah justru semakin membuktikan kebenaran firman-Mu. Di kapal Jogja, bersama teman-teman saya terus mengembangkan layar di tengah lautan ilmu.

”Karena menuntut ilmu adalah praktik ajaran Islam, hal-hal yang mendukung wajib belajar kita upayakan dan sebaliknya kita sarankan agar sekolah tidak salah kelola. Untuk itu perlu dipilah antara kebutuhan dan yang bukan. Kita meyakini, umat akan menderita jika pemerintah tidak memberi hak dan kesempatan warga untuk menuntut ilmu. Umat menjadi terpuruk manakala kebijakan pengelola sekolah hanya untuk kepentingan sesaat. Dan umat tidak akan bangkit sekiranya hanya membaca kejayaan masa lalu. Iqra! Iqra!” simpul Pakde Adib Susila menutup kajian.

Kami sepakat, kesimpulan Pakde Adib Susilo menjadi PR untuk minggu depan, tahun depan, atau mungkin seumur hidup. Biar kami terus belajar tentang mencari ilmu dan mengelola wajib belajar. WaLlahu a’lamu bishshawab.

Imam Samroni, staf PSI UII

About imam samroni

Silakan Tuan dan Puan berkenan kontak ke email daripada saya, yakni : imamsamroni@ymail.com atawa imamsamroni@gmail.com. Jika Tuan dan Puan hendak bersilaturahmi, sudilah kiranya berkirim kabar lewat email pula. Lihat semua pos milik imam samroni

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: