Nusantara dan Kebangunan

serambi-jumat16

Serambi Jumat KORAN MERAPI 6 Juli 2007

“Indonesia adalah negara kepulauan. Unclos (lembaga PBB) pun telah mengakui pada tahun 1982. Dari 17.504 pulau yang tersebar di Nusantara, 9.634 pulau belum diberi nama dan 12.000 pulau belum berpenghuni. Luas wilayah negara kita adalah 5.193.250 kilometer persegi, 3.166.163 kilometer persegi luas lautnya, 2.027.087 kilometer persegi untuk daratan. Garis pantai yang 80.791,42 kilometer adalah terpanjang setelah Kanada.”
Dengan perlahan Dik Yusni membaca catatan tentang peta dan data Indonesia. Banyak informasi lain yang buat kami adalah hal baru: Spesies ikan, terumbu karang, hutan mangrove, cekungan migas, dan yang lain. Kami yang hadir di serambi masjid bertanya-tanya dalam hati. Pakde Adib Susila, takmir sekaligus pengasuh kajian, menjawab keheranan kami.

“Selasa sore kemarin, saya ditanya dik Faisal –putranya Mang Ucup– tentang cinta tanah air. Pertimbangan saya, lebih afdol jika tugas sekolah tersebut dijadikan tema kajian. Lantas saya minta tolong dik Yusni mengunduh data dari internet. Atas nama teman-teman, saya menyampaikan terimakasih. Mungkin ada yang mau menganggapi ayat-ayat alam Indonesia barusan?”

“Saya mohon maaf atas keingintahuan Faisal, Pakde Adib Susila. Saya memang sering bingung jika anak saya bertanya, bukan hanya PR sekolah saja je,” Mang Ucup buru-buru menanggapi.

”Bersyukurlah bahwa Faisal tekun belajar, Mang Ucup. Anak sekarang memang cerdas-cerdas dalam bertanya,” Mas Fauzi menenangkan. Pak Edi Safitri kemudian angkat bicara.

“Paparan tadi menyadarkan saya betapa beratnya amanah Tuhan untuk mengelola negeri ini. Seminggu menengok adik di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, saya sedih setiap melihat rombongan TKI yang barusan dideportasi dari Malaysia. Mereka pulang dengan masalah, sedang di kampung peluang kerja sedikit. Saya bersimpati dan marah, sebab kita memubazirkan anugerah Allah. Dalam kasus Ambalat dengan Malaysia lalu, kita bisanya hanya demo dan tidak bertanya sebab-sebab hilangnya Pulau Sipadan dan Ligitan yang semula bertitik dasar.”

“Siapa yang meninggalkan kampung halamannya untuk mencari ilmu, ia berada di jalan Allah. Dan tinta seorang pandai adalah lebih suci daripada darah seorang syahid,” Paklik Sriyono membaca sebuah hadis. “Meluasnya daerah kekuasaan Islam pasca Khulafaur Rasyidin dan Bani Ummayah telah melahirkan asimilasi budaya dan catatan perjalanan.”

“Iqra berarti bacalah, renungkanlah, himpunlah pengetahuan. Iqra telah membawa kemajuan bagi kaum Muslimin untuk menggali dan mengembangkan khasanah ilmu pengetahuan yang belum dimilikinya,” tegas Pakde Adib Susilo. “Ada sepuluh relief yang menggambarkan kapal layar di Candi Borobudur. Artinya, dalam sejarah kita pernah mempunyai armada niaga dan perang yang besar dan tangguh. Kolonialisme Belanda dengan monopoli perdagangan telah memutus silaturahmi antarsuku bangsa. Budaya bahari kita telah hilang.”

“I-Tsing yang pengelana asal China dan Ibnu Batuta dari Maroko telah mencatat masalalu kita. Dan bukankah kita sudah membaca Firman Allah, S. Al Hjuraat ayat 13,” pak Edi Safitri mengajak kami membaca bersama, yang artinya: Hai manusia, sesungguhnya Kami ciptakan kamu dari laki-laki dan perempuan dan Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku untuk saling mengenal. Bahwa sesungguhnya yang paling mulia di antaramu ialah mereka yang lebih taqwa.”

“Kalam Ilahi yang menegaskan tahap-tahap ketakwaan, kemanusiaan, kebangsaan, dan kesukuan,” Pakde Adib Susila menyimpulkan. “Dengan potensi alam yang hebat, mengapa kita mengalami tidak stabilnya politik, tidak sejahtera ekonomi, juga terbelakangnya pendidikan?”

Saya teringat laporan koran tentang kondisi warga pulau-pulau terluar. Terabaikan, tertinggal, juga belum adanya kesempatan buat saya untuk mengenal mereka, sebagaimana perintah Al Quran. Kajian tadi malam sungguh bermakna. WaLlahu a’lamu bishshawab.

Imam Samroni, staf PSI UII

About imam samroni

Silakan Tuan dan Puan berkenan kontak ke email daripada saya, yakni : imamsamroni@ymail.com atawa imamsamroni@gmail.com. Jika Tuan dan Puan hendak bersilaturahmi, sudilah kiranya berkirim kabar lewat email pula. Lihat semua pos milik imam samroni

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: