Bersabar

serambi-jumat126

Serambi Jumat KORAN MERAPI 5 September 2008

“Puasa (shiyam) Ramadan mulai diwajibkan Allah SWT pada bulan Sya’ban tahun kedua Hijrah, yaitu setelah turunnya ayat puasa dalam surat Al-Baqarah ayat 183. Akar katanya adalah sha-wa-ma, yang bermakna menahan, berhenti, atau tidak bergerak. Oleh hukum syari’at, puasa adalah menahan diri dari makan, minum, dan upaya mengeluarkan sperma dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari. Dengan demikian, puasa adalah praktik bersabar, yaitu menahan atau mengendalikan diri.”
Demikian pengantar Pakde Adib Susila, takmir sekaligus pengasuh kajian rutin, di serambi masjid. Alhamdulillah, kegiatan Ramadan hari kelima terselenggara baik. Baliho terpasang di halaman depan. Seluruh imam shalat dan penceramah sudah oke. Sound-system, tikar, dan takjilan tersusun rapi. Dan jamaah shalat semakin penuh.

“Pernyataan hadits qudsi bahwa ‘Puasa untuk-Ku dan Aku yang memberinya ganjaran” dipertautkan dengan surat Az-Zumar ayat 10, ‘Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas.’ Orang sabar yang dimaksud yaitu orang yang berpuasa,” lanjut Pakde Adib Susila.

“Puasa sebagai salah satu rukun Islam memang latihan terbaik untuk bersabar. Di bulan yang mubarak ini, saat kita mengurangi makanan dan minuman, berhemat, menghindari hal-hal yang mubazir, dan sebagainya, kita menemukan kembali sisi kemanusiaan yang selama ini sering kita lupakan, yaitu bersabar,” kata Pak Yusdani.

“Itulah dasyatnya latihan bersabar lahir dan batin, sebagaimana ketentuan Allah, tuntunan Rasulullah Saw., kebiasaan para sahabat dan ulama ‘amilin sholihin. Baarakallah,” sambung Pak Sayun.

“Saya selama ini juga bersabar dengan beratnya beban ekonomi dan kesulitan umat mencari jawabannya,” sela Pak Edi Safitri. “Ini gejala umum dalam masyarakat termasuk kita, yang sebagian besar tetap dimiskinkan oleh kebijakan yang berlaku.”

Kami terperangah dengan pernyataan barusan. Dik Brahim lantas memaparkan data dari Mudrajad Kuncoro, ekonom UGM: Pertumbuhan ekonomi Indonesia sejak 2000 hanya dinikmati oleh 40% golongan menengah dan 20% golongan terkaya. Sisanya yang 40% adalah kelompok berpendapatan terendah dan hanya merasakan porsi pertumbuhan 19,2% pada 2006.

“Bagaimana kita mempertanggungjawabkan sisi transformatif dari ibadah puasa? Bukankah Allah menggaransi derajat ketakwaan kita untuk merubah dan menuju akhlak yang terpuji?” Tanya Pak Edi Safitri.

Kami berdiam diri. Ibadah mahdhah selama Ramadhan untuk memahami makna arafa nafsahu (mengenal diri) sebagai dasar arafa rabbahu (mengenal Tuhan) niscaya mendewasakan kami sebagai umat-Nya. Dan paparan angka-angka tentang kekayaan alam Indonesia yang belum mampu dioptimalkan untuk kepentingan umat sungguh mengusik nurani. Dalam skala dunia, Indonesia adalah penghasil timah (25%), batubara (2,2%), emas (7,2%), nikel (5,7%), juga gas, batubara, minyak bumi, dan sebagainya.

Ya Rabb, jawaban-jawaban tentang bersabar untuk menggerakkan perubahan yang lebih baik untuk negeri ini sungguh membuncah di hati kami. Bersabar adalah harga diri untuk berikhtiar dan bukannya meminta-minta, karena Indonesia sungguh kaya. Pakde Adib Susila mengingatkan kami dengan hadits:
“Demi Allah, jika seseorang di antara kamu membawa tali dan pergi ke bukit untuk mencari kayu bakar, kemudian dipikul ke pasar untuk dijual, itu lebih baik daripada ia meminta-minta kepada orang lain, terkadang ia dapat atau terkadang ia ditolak. (HR. Bukhari & Muslim).

Wallahu a’lamu bishshawab.

Imam Samroni, staf Yayasan NUN-XXV, Yogyakarta

About imam samroni

Silakan Tuan dan Puan berkenan kontak ke email daripada saya, yakni : imamsamroni@ymail.com atawa imamsamroni@gmail.com. Jika Tuan dan Puan hendak bersilaturahmi, sudilah kiranya berkirim kabar lewat email pula. Lihat semua pos milik imam samroni

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: