Haji dan Transportasi

serambi-jumat117

Serambi Jumat KORAN MERAPI 7 Desember 2007

“Penyelenggaraan haji sudah menjadi agenda internasional dan segala sesuatunya diputuskan oleh negara-negara yang yang tergabung dalam OKI (Organisasi Konferensi Islam). Misalnya, OKI menetapkan jumlah kuota haji per negara berdasar satu permil dari jumlah penduduk. Dengan dasar inilah, Indonesia memberangkatkan 210.000 calon jamaah pada 2007 ini.“
Demikian pernyataan Bapak Bugiakso atau Pak Bugie, yang pernah menjadi pemantau haji tahun 2001, ketika membuka kajian rutin. Kami duduk melingkar di serambi masjid. Kami bersyukur Pak Bugie berkenan hadir, meskipun dengan undangan lewat SMS, di tengah padatnya jadwal beliau yang tengah keliling Indonesia untuk mengembangkan Jenderal Sudirman Centre. Dan kami juga rindu Paklik Sriyono. Selama 35-an hari, beliau mendampingi mbah Dullah –mertuanya yang tinggal di Ambarawa– menunaikan haji.

“Sebagai petugas pemantau, kami merekomendasikan agenda transportasi, katering Arafah Mina (Armina), pemondokan, kesehatan, dan pengembalian selisih uang sewa perumahan. Hal itu jelas melibatkan banyak pihak dan kepentingan. Ambil kasus penetapan Hari Arafah yang melalui keputusan Majelis Pengadilan Tertinggi Syariah Arab Saudi. Belum yang lain. Sebagai rukun Islam kelima, haji adalah peristiwa internasional,“ lanjut Pak Bugie.

“Marilah kita membaca bersama surat Al-Hajj ayat 27,“ kata Pakde Adib Susilo, takmir sekaligus pengasuh kajian, “Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh’.“

“Haji merupakah kewajiban ibadah yang tak dapat digugurkan oleh keadaaan apa pun kecuali ketidakmampuan, baik materi (miskin), fisik (sakit), ataupun dalam arti yang lain,“ komentar Dik Yusni. “Saya kemarin sempat kaget ketika beredar rumor Kerajaan Arab Saudi hendak melarang maskapai penerbangan kita. Alasannya, dengan merujuk standar Uni Eropa. Jangan-jangan, ini kepentingan bisnis daripada prioritas keselamatan penerbangan. Lha, kasus katering Armina kemarin ternyata persaingan bisnis dengan muasasah.“

“Benar, benar itu. Untung pemerintah cepat melobi ke berbagai pihak. Jika tidak, kita tambah repot,“ sela Pak Edi Safitri. “Untuk musim haji sekarang, Garuda mengangkut 108.443 jemaah dalam 288 kelompok terbang di sembilan embarkasi. Yang lain diangkut Saudi Arabia Airlines.“

“Info pak Menteri Agama, ongkos penerbangan memakan hampir separuh biaya haji. Bagaimana jika kita kembali naik kapal laut?“ tanya Mas Fauzi.

“Wah, lama, repot, dan jatuhnya mahal. Jika pesawat cukup 9 jam dari Adisumarmo Solo – King Abdul Aziz Jeddah, naik kapal butuh lima belas hari. Dari Tanjung Perak Surabaya, Tanjung Priok Jakarta, melintasi Samudera India, mengisi bahan bakar di Aden Yaman, baru bersandar di Jeddah,“ jawab Dik Brahim. “Simbah saya berangkat haji pada 1960 dengan biaya Rp 35 ribu. Sebulan perjalanan, dua bulan di tanah suci.“

“Penggunaan kapal laut komersial untuk transport haji memang sejak jaman kolonialisme Belanda sampai 1973. Ketika Sultan Haji atau Abdul Qahhar putra Sultan Ageng Tirtayasa dari Banten naik haji pada 1674 masih menggunakan perahu layar. Dengan kuota jamaah yang semakin besar, pilihan yang layak memang dengan pesawat terbang. Siapa tahu kita besok naik pesawat superjumbo A380,” tambah pak Bugie.

“Meskipun ontanya kelelahan, yang penting sampai Haramain. Mbah Dullah ketika pamitan sempat berucap, kalau tidak haji kapan bisa naik pesawat,“ canda Pak Edi Safitri. “Kita semua rindu panggilan dari Arafah.“

“Soal transportasi (naqabah), itu lebih menjadi urusan pemerintahan. Yang penting, Bapak-bapak dapat menunaikan haji dengan mabrur. Amin. Mengutip Ali Syari’ati, ’Wahai Haji, …Setiap hari adalah pengorbanan, setiap bulan adalah Zulhijah, dan setiap negeri adalah Mina, …serta di setiap saat di dalam hidupmu, engkau adalah Haji.’ Labbayk allahumma labbayk (Aku penuhi panggilan-Mu, ya Allah),“ kata Pakde Adib Susila. Wallahu a’lamu bishshawab.

Imam Samroni, staf Yayasan NUN-XXV, Yogyakarta

About imam samroni

Silakan Tuan dan Puan berkenan kontak ke email daripada saya, yakni : imamsamroni@ymail.com atawa imamsamroni@gmail.com. Jika Tuan dan Puan hendak bersilaturahmi, sudilah kiranya berkirim kabar lewat email pula. Lihat semua pos milik imam samroni

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: