Hussein Obama

serambi-jumat139

Serambi Jumat KORAN MERAPI 7 Nopember 2008

“Kita tentu berharap, dengan terpilihnya Barack Hussein Obama Jr. sebagai Presiden AS, hubungan AS dengan Indonesia semakin adil dan memberi perspektif baru terhadap Islam. Media merekam betapa panjang dan berlikunya perjuangan untuk merubah nasib: Tidur 3-4 jam per hari, berkampanye, menjawab perangkap media, menyiapkan strategi dan taktik, dan sebagainya.”
Demikian pengantar Pakde Adib Susila, takmir sekaligus pengasuh kajian rutin, di serambi masjid. Kami masih saling pandang. Tema kajian yang terasa asing dengan keseharian dan berlangsung nun jauh di negeri Paklik Sam. Tayangan sejumlah video pendek, yang disiapkan dik Brahim, mampu menjembatani penolakan kami.

“Kita membaca riwayat hidup yang warna-warni. Ayahnya, Barack Hussein Obama Sr., kelahiran Alego, sebuah desa di Provinsi Nyanza, Kenya. Ibunya, Ann Dunham, asli Wichita, Kansas, AS. Obama Jr. Lahir di Honolulu, Hawaii. Karena bercerai, ibunya menikah lagi dengan Lulu Soetoro, warga Indonesia. Sekitar 1967-1971, Obama bersekolah di SD Fransiskus Asisi dan pindah ke SD Percobaan (SDN 1 Menteng),” Dik Brahim membaca tulisan dari video.

“Jadi, Obama pernah duduk di SD Katolik, diperkenalkan dengan Islam dan mushalla kampung oleh ayah tirinya, dan sekarang pemuka gereja Protestan Trinity United Church of Christ, Chicago. Bahkan, Kekristenannya juga disoal oleh lawan politiknya,” tambah Pak Edi Safitri.

“Antar kota antar Negara,” tambah saya sambil membaca kliping. “Lahir dan tinggal di Honolulu, Jakarta, New York, Boston, Chicago, Springfield, sekarang Washington DC. Pernah terjerat ganja dan alkohol serta bertahun-tahun menjadi perokok berat.”

“Ia meninggalkan pasar saham Wall Street untuk menjadi politisi di CCRC (Calumet Community Religious Conference). Ia datangi rumah warga satu per satu untuk mencari jawaban dari masalah sehari-hari, mengerahkan pendemo, juga mengoptimalkan pers agar tetap kritis. Saya mengapresiasi pengalaman berpolitiknya di akar rumput,” kata Mas Ahmad Subagya.

“Saya sempat membaca dua buku tulisan beliau: Dreams from My Father: A Story of Race and Inheritance (1995) & The Audacity of Hope: Thoughts on Reclaiming the American Dream (2006). Sangat menggugah dengan anekdot, cerita, dan kosakata yang memberi jiwa” komentar Kang Heri Winarto. “Saya berharap Islam semakin diterima di AS.”

”Obama yang yatim piatu memang tidak punya trah yang kuat seperti Bush atau Kennedy. Bibit, bebet, dan bobotnya juga biasa. Yang luar biasa adalah pola asuh ibunya dan kecerdasan ayahnya. Ayahnya penerima beasiswa pertama orang Afrika yang belajar ekonometri di University of Hawaii. Obama juga senator yang ketiga dan presiden yang pertama kulit hitam dalam sejarah AS,” ujar Paklik Sriyono.

Segala decak kagum terhadap Hussein Obama, terutama kecerdasannya menjawab permasalahan dan serangan lawan politik, membuat kami belajar banyak hal.

“Abaikan mimpi Amerika atau mitos kemajuan. Obama ternyata mampu merumuskan dan menjawab permasalahan jamannya, suatu negeri yang butuh perubahan karena kerasnya konflik rasial,” kata Pak Yusdani. “Dan perubahan adalah ikhtiar panjang dari akar rumput. Niatan untuk berubah senyatanya harus menjadi program aksi dan bukan hanya diomongkan.”

“Mari kita bersama mencerap pesan al-Qur’an surat Ar Ra’d: 11, yang artinya ‘Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, hingga mereka itu mengubah keadaan dirinya.’ Mari kita membaca riwayat hidup Hussein Obama dengan bijak, adakah sesuatu yang dapat kita pelajar untuk kepentingan kampong kita,” simpul Pakde Adib Susila.

Saya membaca sekilas di kliping, ketika duduk di bangku SD ternyata Obama pernah membuat karangan setengah halaman berjudul “I Want To Become President.” Saya belajar bagaimana kulit berwarna bukanlah kutukan sejarah. Wallahu a’lamu bishshawab.

Imam Samroni, staf Yayasan NUN-XXV, Yogyakarta

About imam samroni

Silakan Tuan dan Puan berkenan kontak ke email daripada saya, yakni : imamsamroni@ymail.com atawa imamsamroni@gmail.com. Jika Tuan dan Puan hendak bersilaturahmi, sudilah kiranya berkirim kabar lewat email pula. Lihat semua pos milik imam samroni

One response to “Hussein Obama

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: