Kabar dari Selatan

serambi-jumat130

Serambi Jumat KORAN MERAPI 11 Juli 2008

”Bekerja dan bersilaturahmi untuk kemaslahatan merupakan ibadah. Tidak terkecuali untuk mengolah dan mengelola potensi kawasan pesisir di selatan. Kita sekarang mengkaji tentang mencari nafkah yang memberi imbal balik penghasilan, juga untuk menjawab sebagian permasalahan kemiskinan. Dalam hal ini, Sahabat Ali bin Abi Thalib sangat tegas memusuhi kemiskinan: Andaikata kemiskinan berujud manusia, maka dialah musuh pertama yang akan kupancung kepalanya.”
Kami memerhatikan pengantar singkat dari Pakde Adib Susilo, takmir sekaligus pengasuh kajian, di serambi masjid semalam. Di depan layar, foto-foto kehidupan dan keseharian keluarga nelayan menggedor kesadaran kami. Ada kegetiran ketika BBM naik, ada ceria anak di ruang kelas, juga kegigihan ibu-ibu nelayan untuk menjual hasil laut. Alhamdulillah, Mas Endra Bawono berkenan menjadi narasumber, dengan pengalaman pemberdayaan nelayan selama ini.

”Mari kita baca ayat-ayat kauniyyah yang terbentang di hadapan kita. Kabupaten Bantul, misalnya, mempunyai luas wilayah 508,85 km2. Bagian selatan berpasir dan sedikir berlaguna, yang membentang dari Kecamatan Srandakan, Sanden, dan Kretek. Sejauh ini, kehendak masyarakat dan kebijakan pemerintahan juga sudah mengikhtiarkan masyarakat sebagai pelaku, bukan hanya sekedar jadi penonton,” kata Mas Endra.

“Bahkan luas laut Indonesia adalah 3.166.163 km2 dengan garis pantai sepanjang 80.791,42 km. Ingat, kita negara kepulauan,” tambah dik Brahim, yang membacakan data. ”Penelitian Rokhmin Dahuri, potensi ikan laut Indonesia adalah 7,5 % (6,4 juta ton/tahun) dari dunia. Belum lagi 24 jutaan hektare perairan laut dangkal yang cocok untuk budidaya kerapu, kakap, rumput laut, dan biota laut lainnya dengan potensi produksi 47 juta ton/tahun.”
”Luar biasa,” sambung Pak Edi Safitri. ”Ada data lain, Mas Endra?”

”1,2 juta hektare lahan pesisir untuk budidaya udang dan biota lainnya berpotensi 5 juta ton/tahun. Total nilai ekonomi dari produk perikanan dan bioteknologi perairan kita diperkirakan mencapai US$ 82 miliar/tahun. Hampir 70 % produksi minyak dan gas bumi Indonesia berasal dari kawasan pesisir dan laut. Kita berbicara uang sebesar US$ 12 miliar/tahun.”

Mas Endra memang piawai memaparkan data dan angka yang sudah disiapkan Dik Brahim.

”Bukankah Allah telah menciptakan material di bumi untuk seluruh manusia, sebagaimana al-Baqarah ayat 29,“ lanjut Paklik Sriyono. “Mari kita baca bersama, Dialah yang menciptakan apa-apa yang ada di bumi untuk kalian semuanya.”
“Allah SWT juga menegaskan dalam at-Taubah ayat 105, Bekerjalah kamu, maka Allah, Rasul-Nya, dan orang beriman akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.”

Kami belajar dari Mas Endra, betapa selalu ada optimisme untuk keadaan yang sulit sekalipun. Pengalamannya yang penuh warna mengajarkan, optimisme adalah energi positif.

”Kita belum optimal. Sumbangan sektor kelautan terhadap ekonomi nasional hanya berkisar 24 % dari PDB (Product Domestic Bruto) dan baru mampu menyediakan 15 % dari total tenaga kerja nasional. Potensi nilai ekonomi sektor kelautan diperkirakan mencapai US$ 2 triliun/tahun atau sekitar 25 kali lipat APBN 2007 kemarin. Belum lagi kesempatan kerja bagi 30 juta orang?” tambah Mas Endra.

Sungguh, kabar dari Selatan adalah potensi yang butuh ikhtiar bersama untuk menjawabnya. Kita butuh bekerja bersama untuk membangun dan memakmurkan wilayah kita. Kita butuh dukungan infrastruktur, ilmu dan teknologi, SDM, pembiayaan, aturan hukum, dan kelembagaan yang kuat. Insya Allah kita mampu. Keasyikan menyalahkan pihak lain sering menjatuhkan diri dalam kerusakan.

Kita kerap menyebutnya dengan akar-akar dari etos keunggulan, sebagaimana diperintahkan Islam. Jika kita bekerja dan bersilaturahmi untuk membangun serta mengelola kawasan pesisir adalah panggilan jiwa, maka Insya Allah kita berdakwah untuk etos keunggulan. Dan kita butuh haluan baru. Wallahu a’lamu bishshawab.

Imam Samroni, staf Yayasan NUN-XXV, Yogyakarta

About imam samroni

Silakan Tuan dan Puan berkenan kontak ke email daripada saya, yakni : imamsamroni@ymail.com atawa imamsamroni@gmail.com. Jika Tuan dan Puan hendak bersilaturahmi, sudilah kiranya berkirim kabar lewat email pula. Lihat semua pos milik imam samroni

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: