Kemanfaatan Ilmu

Cahaya Ramadan KORAN MERAPI Selasa 3 September 2008

Alhamdulillah, hari ketiga puasa Ramadan 1429 H. Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, saya bersama beberapa teman mempunyai kebiasaan sowan ke sejumlah sahabat. Menjadi santri kalong, istilah teman-teman, untuk mencari setitik cahaya di bulan yang penuh barakah.

Malam ini agendanya nyantri di rumah mas Adib Susila, di Kotabaru, Yogyakarta. Sungguh, niatan kami adalah mencari ilmu, sehubungan dengan riset-riset beliau tentang ensiklopedia keilmuan dan keislaman. Saya ditemani Mas Elfiantara Sugiharjatma, Bang Sayun, Pak Andi Rudin Sitopan, Ki Rahmat Darwoko, dan Mas Mualim Hadi Abdullah. Demikian rangkumannya:
“Mengutip pendapat Ziauddin Sardar, hubungan ilmu dalam Islam adalah hal penting. Mencari ilmu bukanlah wajib di dalam dirinya, melainkan suatu bentuk ibadah dan berhubungan dengan setiap nilai Alquran. Metodenya adalah keseluruhan dan penekanannya pada kesatuan. Ini yang menyebabkan kedudukan ilmu dalam Islam bersifat unik.”
“Islam sangat mementingkan nilai dalam ilmu. Tetapi kita maklum, kondisi sekarang ilmu berhubungan dengan kekuasaan, baik militer, politik, atau ekonomi. Jadi, pengembangan ilmu bukan melulu untuk kepentingan intelektual sebagaimana khasanah klasik yang kita terima dari Yunani, Persia, dan India. Ringkasnya, ilmu dalam Islam bersifat tauhidi dan menyeluruh.”

Selanjutnya mas Adib Susila memperlihatkan perkembangan studi pengetahuan, ilmu, sampai menjadi disiplin. Terdapat beribu cabang hal-ihwal ilmu yang pernah ada di dunia. Termasuk pro-kontra dan kontroversinya.
“Kita mencatat, 25 tahun setelah wafatnya Nabi Muhammad Saw (632 M), gerak dakwah telah berkembang sekaligus membuka dialog keilmuan. Demikian halnya ketika Dinasti Abbasiya berkuasa (abad ke-8 sampai ke-15), pencapaian di bidang ilmu, teknologi, dan filsafat dihiasi nama-nama masyhur: Al Biruni (fisika, kedokteran), Jabir Haiyan (kimia), Al Khawarizmi (matematika), Al Kindi (filsafat), Al Razi (kimia, kedokteran), Al Bitruji (astronomi), Ibnu Haitham (teknik, optik), Ibnu Sina (kedokteran), Ibnu Rushd (filsafat), Ibnu Khaldun (sejarah, sosiologi), dan sebagainya.”

”Kondisi sekarang butuh pembacaan yang berbeda. Ambillah data Science Citation Index 2004, kontribusi 46 negara Islam hanya 1,17 % untuk penerbitan karya ilmiah dunia. Sebanyak 20 negara Arab menyumbang 0,55 %, sedangkan Israel 0,89 %. Bandingkan dengan prosentasi India (1,66), Spanyol (1,48), Jerman (7,1) Inggris (7,9), Jepang (8,2), dan Amerika Serikat (30,8).”

Hal-ihwal tentang perkembangan ilmu yang pernah ada di dunia adalah hal baru buat kami. Tetapi soal pemeringkatan Science Citation Index, di samping dari lembaga yang lain, tetaplah isu lama yang menggedor kesadaran kami sebagai warga negara.

”Kemanfataan dari ilmu harus diabdikan untuk kemanusiaan. Fungsi itu melekat di dalam ilmu yang kita kembangkan. Untuk itu kita butuh kejelasan dan jawaban, misal tentang kedaulatan pangan dan energi, tatakelola lingkungan, kontrak karya dengan pihak asing, dan sebagainya.”

”Sungguh, Ramadan adalah ruang-waktu untuk membaca kemanfaatan ilmu-ilmu yang sudah, akan, atau tak terbayangkan untuk kita kembangkan. Setiap shalat, kita melafalkan apa yang sudah kita hafalkan. Kita melisankan konsep-konsep Allah untuk kita terapkan secara ilmiah dalam keseharian dan kehidupan. Shalat memberi kemungkinan-kemungkinan jawaban keilmuan terhadap permasalahan ummat.“

Alhamdulillah, di Kotabaru kami mencerap kembali apa arti hafalan Alquran yang yang terlafalkan dalam shalat. Inilah pergerakan jawaban daripada sibuk menghujat ketertinggalan dan buruknya kondisi negeri-negeri muslim. Wallahu a’lamu bishshawab.

Imam Samroni, staf Yayasan NUN-XXV, Yogyakarta

About imam samroni

Silakan Tuan dan Puan berkenan kontak ke email daripada saya, yakni : imamsamroni@ymail.com atawa imamsamroni@gmail.com. Jika Tuan dan Puan hendak bersilaturahmi, sudilah kiranya berkirim kabar lewat email pula. Lihat semua pos milik imam samroni

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: