Kembali di Jogja

serambi-jumat141

Serambi Jumat KORAN MERAPI 10 Oktober 2008

“Kita berharap bahwa halal bihalal sebagai tradisi dapat dikembangkan sebagai praktik pemberdayaan umat untuk tatakelola keseharian dan kehidupan yang lebih baik. Kita dapat mengembangkan skema silaturahmi dengan makna, nilai, juga penghampiran yang lebih berorientasi kepada masyarakat marhamah yang sejahtera. Dalam beberapa hal, kebijakan transportasi harus dilaksanakan. Inilah ijtihad untuk kemaslahatan.”
Demikian pengantar Pakde Adib Susila, takmir sekaligus pengasuh kajian rutin, di serambi masjid. Masih suasana syawalan. Beberapa teman yang kemarin mudik sudah hadir. Kami masih membincangkan arus balik yang diberitakan media. Hardiknas (hari mudik nasional) menjadi rutinitas tahunan yang melibatkan sebagian dari kami.

“Dalam satuan yang besar, halal bihalal hanya dikenal di beberapa negera, terutama Indonesia. Masyarakat Timur Tengah sendiri tidak mengenal tradisi ini. Jadi, saya menganggapnya sebagai kreativitas yang terbingkai dalam budaya yang baik,” kata Pak Yusdani.

“Semangatnya adalah silaturahmi untuk saling memaafkan kesalahan dan kekhilafan antarsesama Muslim. Hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan Abu Dawud mengatakan, ‘Dua orang Muslim yang bertemu lalu keduanya saling berjabat tangan, niscaya dosa keduanya diampuni oleh Allah sebelum mereka berpisah.’ Alangkah cerdasnya,” sambung Pak Edi Safitri.

“Doktrin Islam sangat tegas, bahwa silaturahmi merupakan praktik yang sangat dianjurkan,” tanggap Paklik Sriyono. “Mari kita kaji bersama.”

“Barangsiapa yang menginginkan dipanjangkan usia dan dilimpahkan rizkinya, maka hendaknya ia menyambungkan tali silaturahmi” (H.R. Mutatfaq’Alaih).

“Bukanlah silaturahmi orang yang membalas kunjungan atau pemberian, tetapi yang bersilaturahmi adalah yang menyambung apa yang diputus.” (H.R. Bukhari).

“Jadi, yang kita bicarakan adalah bagaimana menyambung, menghubungkan, atau mempertautkan. Ini menyangkut jalan, jembatan, transportasi, atau apapun agar antarwarga dapat bersilaturahmi,” Pakde Adib Susilo urun rembug.

“Data pemerintah, lalu lintas warga yang mudik dan balik kemarin berkisar 20 jutaan orang. Ini jelas satuan yang besar. Yang berkendaraan pribadi 8.556.593 orang, baik mobil pribadi (5,7 juta jiwa) maupun sepeda motor (2,8 juta jiwa). Belum yang menggunakan kapal laut dan pesawat terbang. Ada kenaikan 7 persen ketimbang tahun 2007,” papar Dik Brahim.

“Belum lagi jumlah belanja pulsa dan untuk keperluan telekomunikasi,” tambah saya. “Atau, berapa belanja parsel?”
“Sampai di sini, kita bisa membaca apa makna menyambungkan tali silaturahmi. Dalam perkembangannya sampai saat ini, makna halal bihalal menyangkut banyak kepentingan. Kita butuh kearifan untuk membantu pemerintahan agar kebijakan yang diambil pun tetap berpihak kepada umat,” tegas Pak Edi Safitri.

Kami mengamini apa yang disampaikan Pakde Adib Susila tentang ijtihad untuk kemaslahatan. Halal bihalal adalah salah satu model silaturahmi yang membutuhkan dukungan banyak pihak. Gerbong kereta api yang lebih layak, memperpanjang jalan tol, memperbaiki jembatan, layanan rumah sakit, dan agenda yang lain. Tetapi kami mencatat, semakin banyak organisasi kemasyarakatan dan partai politik yang bahu-membahu untuk menyambut dan mengantar kembali warga yang bersilaturahmi.

Subhanallah, halal bihalal telah menjadi sebagian jawaban dari permasalahan. Saling berjabat tangan sebelum dipisah oleh jarak, juga ampunan Allah, serta lantunan doa yang menyambut, turut menyatakan bahwa kami kembali di Jogja. Wallahu a’lamu bishshawab.

Imam Samroni, staf Yayasan NUN-XXV, Yogyakarta

About imam samroni

Silakan Tuan dan Puan berkenan kontak ke email daripada saya, yakni : imamsamroni@ymail.com atawa imamsamroni@gmail.com. Jika Tuan dan Puan hendak bersilaturahmi, sudilah kiranya berkirim kabar lewat email pula. Lihat semua pos milik imam samroni

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: