Menjaga Ramadan

serambi-jumat127

Serambi Jumat KORAN MERAPI 29 Agustus 2008

“Sejak Rajab dan Sya’ban kita sudah memanjatkan doa, ‘Ya Allah, berikanlah kepada kami barakah pada bulan Rajab dan Sya’ban serta sampaikanlah kami kepada Ramadhan.’ Dan hari-hari di akhir malam bulan ini, kita tengah menyambut kedatangannya. Marhaban ya Ramadan. Dalam khutbah menjelang Ramadhan, kanjeng rasul Muhammad Rasulullah SAW berpesan untuk menjaga diri kita dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma dan dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air.”
Paklik Sriyono kemudian membaca kotbah Rasul menjelang Ramadan. Kami menyimaknya kata demi kata, dengan hati, dengan pengharapan, juga kerinduan. Ada suasana hening di teras masjid semalam.

“Wahai manusia! sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak akan pernah menutupkannya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu. Amirul Mukminin r.a. berdiri dan berkata, ‘Ya Rasulullah! Apa amal yang paling utama di bulan ini?” Jawab Nabi, “Ya abal Hasan! Amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah.’”

“Menyambut Ramadan adalah dengan menyiapkan keimanan, fisik, harta, serta wawasan dan pemahaman. Sehingga kita bisa menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah,” kata Mang Ucup.

“Bicara yang haram-haram, kita sering membaca berita di media massa tentang upaya menjaga Ramadan sebagai bulan suci. Razia tempat-tempat maksiat, penertiban miras, dan sebagainya,” komentar Dik Brahim.

“Akibat perbuatan haram, barang-barang kebutuhan pokok juga mulai naik. Bahkan BBM (Bahan Bakar Minyak) bukan sekedar berita. Hari-hari ini, kenaikan BBM adalah derita kaum miskin dan juga kita: Airmata dan kepedihan, juga ketidakadilan dan hujatan,” tambah Pak Edi Safitri. “BBM sudah menjadi kuasa bisnis besar dan global, yang kerap tak terpahami oleh nalar kita, terutama gagalnya kebijakan negara untuk melindungi warga yang semakin dimiskinkan.”

Suasana menghangat. Jika seluruh hasil bumi untuk kesejahteraan, termasuk elpiji, beritanya menjadi lain. Kemiskinan memang punya banyak cerita tentang kematian, ketidakadilan, kesedihan, dan air mata. Ironisnya, sampai hari ini kita tak tahu persis bagaimana menjawabnya.

“Persiapan harta (i’dad maaliyah) untuk Ramadan tentunya untuk melipatgandakan sedekah. Bukankah pada bulan suci tersedia banyak kesempatan untuk bersedekah?” tanya Pak Yusdani.

“Dan kita pernah berniat bahwa yang kita kaji adalah masalah bersama dan bukannya pribadi-pribadi. Ibadah Ramadan adalah peristiwa di mana kita berpihak kepada orang-orang fakir dan miskin,” kata Mang Ucup. “Dalam hadits Ibnu Huzaimah disebutkan, “Barangsiapa memberi minum kepada orang yang berbuka puasa, niscaya Allah memberi minum kepadanya dari air kolam-Ku dengan suatu minuman yang dia tidak merasakan haus lagi sesudahnya, sehingga dia masuk ke dalam surga’.”

Kami mengingat kembali kotbah Rasul yang dibacakan Paklik Sriyono. “Barangsiapa memberikan makanan berbuka seseorang yang berpuasa, adalah yang demikian itu merupakan pengampunan bagi dosanya dan kemerdekaan dirinya dari neraka. Orang yang memberikan makanan itu memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa tanpa sedikitpun berkurang. Dan Allah memberikan pahala kepada orang yang memberi sebutir kurma, atau seteguk air, atau sehirup susu.”

Dan sungguh, dalam kajian semalam, kami memahami bahwa sebutir kurma, seteguk air, atau sehirup susu tak selamanya bertautan dengan naiknya elpiji. Wallahu a’lamu bishshawab.

Imam Samroni, staf Yayasan NUN-XXV, Yogyakarta

About imam samroni

Silakan Tuan dan Puan berkenan kontak ke email daripada saya, yakni : imamsamroni@ymail.com atawa imamsamroni@gmail.com. Jika Tuan dan Puan hendak bersilaturahmi, sudilah kiranya berkirim kabar lewat email pula. Lihat semua pos milik imam samroni

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: