Panggilan Kabah dan Arafah

serambi-jumat115

Serambi Jumat KORAN MERAPI 14 Desember 2007

“Paklik Sriyono mengirim salam kepada Bapak-bapak lewat telpon tadi pagi. Beliau sudah kangen dengan panggilan dari Arafah. Alhamdulillah, mbah Dullah sehat walafiat dan bersyukur bisa shalat berjamaah dengan beragam warga bangsa di Masjidil Haram. Itu mungkin yang disebut peristiwa internasional oleh Pak Bugie,” Pak Edi Safitri melanjutkan kajian.
Kami serentak bersyukur dan membaca hamdalah. Rasa kangen kami kepada Paklik Sriyono dan mbah Dullah sedikit terobati. Teknologi telpon memang mampu mendekatkan jarak.

“Pakde Edi tidak menanyakan harga segelas teh-susu? Apakah masih satu real?” canda Mas Fauzi.

“Tidak. Paklik Sriyono bercerita jika hanya kuat tiga hari mengkonsumsi roti cane dan kari kambing. Setelah itu kembali ke nasi. Beliau menyesal tidak bisa berkomunikasi dengan jamaah dari negara lain karena masalah bahasa,” jawab Pak Edi Safitri. “Peristiwa internasional tapi silaturahminya tidak lancar.”

“Haji itu ibadah sakral. Rukun Islam terakhir ini wajib dilaksanakan bagi yang mampu secara ekonomi, mempunyai pengetahuan haji, juga secara secara fisik,” kata Pakde Adib Susila. “Mari kita camkan Kabah dan Arafah. Kabah dibangun Nabi Ibrahim bersama putranya Ismail atas perintah Allah (QS Al-Baqarah: 127), serta diperintahkan untuk mengumandangkan syari`at haji (QS al-Hajj: 27).”

“Sedangkan Arafah adalah ruang-waktu pertemuan kembali Adam dan hawa setelah terusir dari surga sebab tergoda iblis. Panggilan untuk wukuf di Arafah yang dirindukan Paklik Sriyono merupakan simbol penyatuan nenek moyang manusia beserta keturunannya dalam lindungan jabal rahmah (bukit kasih sayang).”

“Ritual-ritual utama haji bermula dan berakhir dengan thawaf mengelilingi Kabah sebanyak tujuh kali. Di antara thawaf, jamaah wajib wukuf di Arafah pada 9 sampai terbit fajar tanggal 10 Zulhijah. Dari Arafah, jamaah kembali ke Mekkah dengan menyinggahi Masy’ar/Muzdalifah, kemudian bergerak ke dan tinggal di Mina,” sambung Bapak Bugiakso atau Pak Bugie yang menjadi petugas pemantau haji pada 2001. “Di Arafah jamaah bertafakur untuk kediriannya, catatan kesehariannya, juga pertanggungjawabannya. Di antara tenda-tenda haji, para jamaah menjawab sangkan paraning dumadi seraya mencerap rahmat dan kasih sayang.”

“Saya menangis setiap kali ustadz mengisahkan khotbah terakhir (khutbat-u ‘l-wada’). Kanjeng Rasul berpesan untuk memelihara jiwa, harta, dan kehormatan sesama manusia. Peristiwa yang luar biasa bisa berkumpul bersama empat juta jamaah, mengalami betapa kecil dan tidak berartinya manusia di dalam kekuasaan Allah,” kata Dik Yusni.

“Dalam pidato Ghadir Khum, Rasul menegaskan kembali apa-apa yang sudah dikemukakan di Arafah sekaligus melengkapi salah satu ayat terakhir dari Al-Maaidah: 3,” tegas Pakde Adib Susilo. “Mari kita baca bersama, ‘Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah kulengkapkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Kuridlai Islam menjadi agamamu’.”

“Pak Haji atau Bu Hajah mesti menyadari, kedatangan di Haramain adalah panggilan suci untuk mengelola haji mabrur. Bukan ‘haji huluna’ kata orang Sunda,” komentar Mang Ucup. “Yaitu haji sebatas kopiah yang menempel di kepala.”

“Karena menjadi tamu Allah, menjadi mabrur atau mengandung nilai-nilai kebaikan harus dijaga para hujjaj. Hal itu jelas melampaui rukun dan syarat haji. Ya harus ngefek-lah setelah di puncak pencapaian ibadah,” sela Dik Brahim.

“Bahkan di jaman kolonial Belanda, apalagi setelah terusan Suez dibuka pada 1869, orang yang pulang haji akan ditanya macam-macam. Gelar haji punya pengaruh politik yang kuat dan bisa membahayakan kekuasaan,” tandas Pak Bugie yang juga direktur Jenderal Sudirman Centre. “Nah, pasca-haji tentunya bisa menjadi teladan melawan KKN.” Wallahu a’lamu bishshawab.

Imam Samroni, staf Yayasan NUN-XXV, Yogyakarta

About imam samroni

Silakan Tuan dan Puan berkenan kontak ke email daripada saya, yakni : imamsamroni@ymail.com atawa imamsamroni@gmail.com. Jika Tuan dan Puan hendak bersilaturahmi, sudilah kiranya berkirim kabar lewat email pula. Lihat semua pos milik imam samroni

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: