Pelanggan Kejujuran dan Ramadan

serambi-jumat125

Serambi Jumat KORAN MERAPI 7 September 2007

“Alhamdulillah, atas nama takmir masjid, saya menyampaikan terimakasih atas kerja cerdas dan kebersamaannya. Tanpa perencanaan dan persiapan ini, kita hanya mempercumakan datangnya bulan Ramadhan ke-64 dalam sejarah kehidupan bangsa. Kita berharap, program dan kegiatan ini mampu menjadi bagian ibadah kita serta syiar untuk bulan yang penuh barakah.”
Demikian pernyataan Pakde Adib Susila, takmir sekaligus pengasuh kajian, dalam rapat Panitia Ramadhan dan Idul Fitri 1428 H tadi malam, di serambi masjid. Agenda Ramadhan yang disiapkan Dik Yusni sudah terpasang di papan. Pak Edi Safitri dan Mang Ucup menghubungi seluruh imam shalat dan penceramah. Sound-system, tikar, dan sebagainya diurus Mas Fauzi dan Dik Brahim. Saya membantu Paklik Sriyono mengurus donatur dan takjilan. Dik Faisal dan teman-temannya merapikan perpustakaan masjid. Guyub rukun menyambut Ramadhan.

”Ramadhan merupakan bulan di mana wahyu al-Quran pertama kali diturunkan. Seluruh program dan kegiatan yang kita siapkan merupakan upaya penyambutan. Seluruh peristiwa, pengalaman, dan penghayatan sebulan mendatang semoga mampu mencerahkan kita untuk sebelas bulan berikutnya,” kata Paklik Sriyono.

”Insya Allah, Paklik,” jawab kami serentak.

”Bersama ibadah mahdhah selama Ramadhan yang akan kita selenggarakan, makna arafa nafsahu (mengenal diri) sebagai dasar arafa rabbahu (mengenal Tuhan) harus kita jaga,” tambah Paklik Sriyono. ”Jika puasa adalah proses belajar sosial tentang kejujuran, berarti akan menjadi garansi kejujuran untuk sebelas bulan lainnya.”
”Maksudnya apa, Paklek?” tanya saya.

”Kejujuran itu berhubungan dengan kepercayaan, termasuk kepercayaan sebagai bangsa. Ini tema besar. Pakde Adib Susilo mengingatkan sekarang adalah Ramadhan ke-64 dalam sejarah bangsa Indonesia,” komentar dk Yusni.

”Kalau sekedar data tentang tidak jujurnya bangsa Indonesia kok banyak,” sambung dik Brahim. ”Indeks Persepsi Korupsi dari Transparency International’s Report tahun 2005 melaporkan, lebih dari separuh negara berpenduduk mayoritas Muslim menempati 10 negara peringkat terbawah. Peringkat terbaik negara Muslim adalah nomor 29 dari 158 negara yang disurvei.”

”Paklik Sriyono mengingatkan, barakah Ramadhan bukan hanya untuk keluarga kita, tetapi juga bangsa kita,” tambah saya.

”Media massa sering memberitakan ketidakjujuran kita sebagai warga bangsa. Banyak saudagar tidak melakukan bisnis yang sesuai tuntunan Allah: Mengurangi jumlah dan mutu produk yang seharusnya diterima pembeli, menyembunyikan informasi yang menjadi hak pelanggan, dan sebagainya. Kondisi ini menyulitkan profesionalitas kita. Pembelajaran Ramadhan menjadi terabaikan,” kata Pakde Adib Susila. ”Mari kita membaca QS al-Baqarah ayat 185:
“Bulan Ramadhan ialah bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelas petunjuk itu dan pembeda (antara haq dan batil)’.”

”Setiap tanggal 4 September, sejak tahun 2003 kita mempunyai hari Pelanggan Nasional. Selama ini kita sudah mengkaji Ramadhan sebagai praktik belajar kejujuran. Kita menjadi peduli dengan petunjuk al-Quran, termasuk untuk hubungan pengusaha dan pelanggan. Bukankah dengan dasar kejujuran dan kepercayaan, bangsa kita akan menjadi kuat dan naik peringkatnya? Bukankah ini barakah Ramadhan?” tegas Paklik Sriyono.

Ya Allah, inilah simpul yang diurai Paklik Sriyono di serambi masjid. Dan kami bersyukur, bulek Yono membuatkan kue apem untuk rapat. Dengan lafal Arab “afwun,” maksudnya “ampun(an)” kami saling meminta maaf. WaLlahu a’lamu bishshawab.

Imam Samroni, staf Yayasan NUN-XXV Yogyakarta

About imam samroni

Silakan Tuan dan Puan berkenan kontak ke email daripada saya, yakni : imamsamroni@ymail.com atawa imamsamroni@gmail.com. Jika Tuan dan Puan hendak bersilaturahmi, sudilah kiranya berkirim kabar lewat email pula. Lihat semua pos milik imam samroni

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: