Penghargaan

Cahaya Ramadan KORAN MERAPI Kamis, 25 September 2008

“Ada warna kerohanian yang kurang lebih sama di dalam setiap bangsa saban menyambut dan menyelenggarakan ibadah puasa Ramadhan. Kita bisa menyimpulkan, pengalaman berpuasa Ramadhan merupakan ibadat wajib yang paling berkesan bagi setiap Muslim. Berangkat ke masjid bersama untuk shalat Maghrib dan berbuka puasa, shalat `isya dan tarawih, juga niat tadarrus Alquran sampai hatam. Inilah proses belajar sosial umat yang luar biasa.”
Malam hari ke-25 puasa, kami bersilaturahmi ke rumah Kang A.F. Junaidi, di Banguntapan Bantul. Beliau adalah dosen FIAI UII, yang juga pendamping umat. Kami bertujuh menjadi santri kalong: Mas Firdaus Rizqi Sugihartaka, Mas Elfiantara Sugiharjatma, Bang Sayun, Mas Heri Winarto, Pak Andi Rudin Sitopan, Mas Faried, dan saya.

“Surat Al-Baqarah ayat 183 mewartakan, ‘Wahai sekalian orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu sekalian berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas mereka sebelum kami, agar kamu bertaqwa.’ Ini membuktikan bahwa ada ibadat puasa yang telah dilakukan umat-umat sebelum Nabi Muhammad Saw.,” kata Kang Jun.

“Inti amalan puasa yang mengingkari sebagian kebutuhan jasmani dan ruhani, dapat dilacak dalam sejarah peradaban. Ada yang menghindari jenis makanan dan minuman tertentu, perbedaan waktunya, niatnya, latihan (riyadlah), dan sebagainya,“ kata Mas Faried. “Dewasa ini, praktik mogok makan untuk menyampaikan tuntutan politik juga semakin lazim.”

“Sebuah Hadits Qudsi menyebut, ‘Semua amal seorang anak Adam (manusia) adalah untuk dirinya kecuali puasa, sebab puasa itu adalah untuk-Ku, dan Aku-lah yang akan memberinya pahala,’” komentar Pak Andi.
“Itulah garansi dari Allah, yang menegaskan bahwa Alquran menyempurnakan praktik-praktik puasa yang dilakukan umat sebelumnya,” sambung Mas Firdaus.

“Juga betapa kuasa Allah hadir secara pribadi, dengan kemahatelitiannya, sebagaimana ditegaskan QS. Al-Hadid ayat 4, ‘Dia (Allah) itu bersama kamu dimana pun kamu berada, dan Allah itu Maha Periksa akan segala sesuatu yang kamu perbuat,’” sambung Mas Elfiantara.

Buat kami, nyantri di rumah Kang Jun adalah menyegarkan kembali lapisan-lapisan pembelajaran apa makna beragama dalam keseharian. Lek-lekan sekaligus nyek-nyekan (terjaga sambil bercanda) sepertinya menjadi penawar kangen kami. Guyonan khas santri Riyadh University. Serius yang tak menjenuhkan.

“Ayat yang dikutip Mas Elfi menjadi rahasia dari pengalaman berpuasa. Kemahakuasaan Allah hadir dalam keseharian. Setelah Ramadan, kita tetap terjaga karena memang lulus ujian Ramadan,” tambah Bang Sayun. “Penekanannya adalah apa nilai tambah pasca-Ramadan, bukannya melulu jawaban apa yang kita perbuat selama Ramadan. Inilah ibadat wajib yang paling berkesan bagi setiap Muslim.”

“Itulah makna penghargaan. Dalam Islam, manusia dihargai menurut amal perbuatannya yang berdasar taqwa. Dengan demikian, penghargaan berdasar apa yang dapat diperbuat dan dicapai seseorang, bukan karena hal-hal yang lain,” tegas Pak Andi.

Terimakasih, ya Allah. Kami mencerap kembali sejumlah kosakata yang selama ini sudah sedemikian sering terucap. Ada pembaruan apa arti keikhlasan, ketulusan, juga kebersahajaan dan penghargaan. Kang Jun mengajak kami untuk bersama mencamkan apa makna QS. Al-Anfal ayat 24:
Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu. Ketahuilah bahwa Sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan Sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan.

Wallahu a’lamu bishshawab.

Imam Samroni, staf Yayasan NUN-XXV, Yogyakarta

About imam samroni

Silakan Tuan dan Puan berkenan kontak ke email daripada saya, yakni : imamsamroni@ymail.com atawa imamsamroni@gmail.com. Jika Tuan dan Puan hendak bersilaturahmi, sudilah kiranya berkirim kabar lewat email pula. Lihat semua pos milik imam samroni

3 responses to “Penghargaan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: