Pertahanan dan Kesejahteraan

serambi-jumat120

Serambi Jumat KORAN MERAPI 5 Oktober 2007

”Faktanya, Indonesia adalah negeri 17.500 pulau, yang luas geografisnya 5.000 x 2.000 kilometer2 serta berpenduduk 225 juta. Dengan dua pertiga wilayah perairan, kita menanggung kerugian sekitar US$ 4-5 miliar/tahun akibat penangkapan ikan ilegal. Belum lagi penyelundupan kayu, pasir, dan hasil alam lain. Apa artinya buat Ramadan kita?”
Pakde Adib Susila, takmir sekaligus pengasuh kajian, membuka kajian serta memperkenalkan Mas Agus Utantoro sebagai narasumber. Mas Agus adalah budayawan yang yang tinggal di Condong Catur Sleman. Kami duduk di serambi masjid sambil melihat tayangan. Bahan tertulis sudah difotokopi Dik Yusni.

Tayangan data dan angka, foto-foto alutsista (alat utama sistem persenjataan) Indonesia yang kuno tapi tidak antik, profil 72 pesawat tempur Eurofighter Typhoon buatan Inggris yang diborong Arab Saudi, dan sebagainya yang disampaikan mas Agus membuat kami menahan nafas.

”Ada masalah serius sehubungan dengan ketahanan kita sebagai bangsa jika dikaitkan dengan kemampuan persenjataan. Alokasi anggaran pertahanan kita di bawah 1% dari pendapatan domestik bruto. Bandingkan dengan Filipina dan Thailand (1,5%), Malaysia (2%), Singapura dan Brunei Darussalam (5%), atau Vietnam (6%),” kata Mas Agus. ”Kemampuan pertahanan mampu menghadirkan efek tangkal terhadap negara lain. Lha, kita ’kan negeri yang serba mengalah terus.”

”Tahun 1999, pasca jajak pendapat Timor Timur yang rusuh, Amerika Serikat mengembargo militer kita. Keterbatasan dana, anjloknya nilai rupiah, belum sinkronnya perencanaan, minimnya industri strategis dan dukungan politik semakin tidak mendaulatkan kita. Jika kekuatan utama sistem hankamrata adalah TNI dan Kepolisian, kekuatan pendukungnya adalah warga negara, sumber daya alam, sumber daya buatan, dan prasarana nasional. Kekuatan nirmiliter adalah masalah kita bersama.”

”Topik senjata memang bisnis besar. Saya awam. Tapi saya marah dengan ketidakmampuan negara untuk menyejahterakan masyarakat. Apalagi dengan rentetan gempa dan tsunami, banjir dan kekeringan, naiknya BBM dan busung lapar.” Lantas, Paklik Sriyono mengajak kami bersama-sama membaca QS al-Baqarah 11 dan 12, ”Apabila dikatakan kepada mereka jangan membuat bencana di atas bumi, mereka menjawab sesungguhnya kami berbuat baik. Tidaklah demikian, sesungguhnya mereka itu merusak, tetapi mereka tidak menyadari.“

”Berakhirnya Perang Dingin 16 tahun lalu justru meningkatkan pembelian senjata baru. Jika 2001 belanja senjata mencapai US$ 50 miliar, pada 2005 menjadi US$ 44,2 miliar. Ini masalah harga diri bangsa. Terlebih-lebih, inilah ujian kita sebagai khalifah Allah. Al Anfaal 25 memerintahkan, ”Peliharalah dirimu dari bencana yang ditimpakan tidak hanya khusus kepada orang-orang yang zalim di antara kamu sekalian,” komentar Pak Edi Safitri.

”Kajian tentang pertahanan bangsa menegaskan pentingnya kita membaca Islam yang rahmatan li l’alamin. Al ‘alamin sebagai bentuk jamak dari al ‘alam, yaitu alam sekitar, sumberdaya alam dan lingkungan hidup adalah masalah kesejahteraan masyarakat. Saya kok menolak senjata sebagai berhala baru jika melihat kecenderungan belanja masing-masing negara,” komentar Dik Brahim.

Mas Agus Utantoro dan kami sepakat untuk membaca pertahanan nirmiliter berdasar nilai-nilai kehidupan yang diajarkan kitab suci, mulai dari nabi Adam AS sampai Nabi Muhammad SAW. Buat kami, inilah barakah Ramadan terhadap perumitan masalah umat. Di balik keruwetan, ada kebersahajaan dan keterarahan. Terima kasih Allah untuk jawaban-jawaban ini. Wallahu a’lamu bishshawab.

Imam Samroni, staf Yayasan NUN-XXV, Yogyakarta

About imam samroni

Silakan Tuan dan Puan berkenan kontak ke email daripada saya, yakni : imamsamroni@ymail.com atawa imamsamroni@gmail.com. Jika Tuan dan Puan hendak bersilaturahmi, sudilah kiranya berkirim kabar lewat email pula. Lihat semua pos milik imam samroni

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: