Sehat itu Ikhtiar Bersama

serambi-jumat116

Serambi Jumat KORAN MERAPI 16 Nopember 2007

”Kita bersyukur, Pak Ibnu Subianto menerima penghargaan Ksatria Bhakti Husada Aditya. Itu penghargaan tertinggi dari Departemen Kesehatan kepada pak Bupati yang berjasa besar memajukan pembangunan kesehatan. Kedaulatan Rakyat (Selasa, 13/11) memberitakan bagusnya pergerakan kinerja Dinas Kesehatan Sleman. Dan kita mengalami, kesehatan adalah rejeki Allah yang niscaya kita ikhtiarkan bersama.”
Demikian pernyataan Paklik Sriyono ketika membuka kajian rutin. Kami duduk melingkar di serambi masjid. Malam itu, Pakde Adib Susila berhalangan hadir karena masih bersilaturahmi di Malang, Jawa Timur.

“Ada riwayat dari At-Tirmidzy, ‘Sesungguhnya Allah itu baik, Dia suka kepada yang baik. Dia juga bersih, suka kepada yang bersih. Dia juga mulia, suka kepada yang mulia. Dia juga dermawan, sangat suka kepada yang dermawan. Oleh karena itu bersihkanlah halaman rumahmu, jangan kamu menyerupai orang-orang Yahudi.’ Hadits ini bisa kita baca sangat pro-kesehatan,“ kata dik Yusni.

”Penghargaan di atas juga mengajak kita untuk membaca masalah kesehatan bangsa. Menurut Fahmi Idris, Ketua Umum PB IDI, kita sebagai bangsa tengah mengalami sakit secara mental: Ketidakpuasan dengan keadaan diri, tidak patuh pada aturan, juga tidak memiliki kendali diri. Kita juga sakit secara sosial: Mestinya kita hidup rukun dengan sesama, bertanggung jawab, dan berperilaku penuh perhitungan,” komentar Dik Brahim.

“Untunglah pemimpin kita tidak seperti di sinetron. Cukup membagikan uang, sembako, pengobatan gratis kepada rakyat miskin sudah menjadi berita. Busung lapar, wabah penyakit, atau kemiskinan adalah hil-hil yang mustahal,” kata Pak Edi Safitri menirukan kalimat pelawak almarhum Asmuni.

Tapi kita tidak beruntung dengan molornya pembahasan Rancangan Perubahan UU No. 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan, Pak Edi,” komentar saya. “Tujuh tahun membahas perubahan, baru menyelesaikan 153 dari 483 daftar inventarisasi masalah. Kita harus berjihad dengan tingginya angka kematian ibu melahirkan, kemiskinan, penderita gangguan jiwa, mahalnya sarana kesehatan, populasi usia lanjut usia….”

”Itu mah abstrak, Bapak-bapak. Yang konkret adalah pengalaman saya saat Faisal sakit. Sudah kena musibah, jatuhnya rupiah mahal!” seru Mang Ucup. ”Soal program legislasi nasional Komisi IX DPR tidak memprioritaskan perubahan UU tersebut, apa peduli saya? Saya butuh membersihkan halaman rumah kita dulu.”

Kami terdiam dan mengingat musibah saat Dik Faisal sakit. Uang gotong royong warga tidak cukup untuk menanggung musibah Mang Ucup. Atau, ikhtiar kami tidak cukup untuk “membersihkan halaman rumah“ yang terlalu kotor? Asuransi terlalu mahal, data untuk asuransi keluarga miskin juga baru dikirim ke kelurahan dua minggu yang lalu.

”Kita sepertinya terlalu peduli mengobati yang sakit dan belum punya sistem untuk menjaga kesehatan,” Dik Yusni memecah kebisuan. ”Lebih afdol kita menerjemahkan Indonesia Sehat 2010: Fikih untuk hidup sehat, pola makan, olahraga, menangkal sumber penyakit, atau mengelola stres. Data 2005, terdapat 46.926 dokter untuk 1.300 rumah sakit. Jadi, satu dokter untuk 5.000 warga. Kalau Malaysia, satu berbanding 700.”

”Menjadi sehat itu ikhtiar bersama. Pak Ibnu Subianto sudah mengkoordinasi jajarannya bersama warga bahwa kesehatan bukanlah hal-ihwal yang mustahil. Mari kita membersihkan halaman rumah, juga rumah Indonesia, sambil membaca bersama Al Baqarah ayat 195: ’Janganlah kalian campakkan diri dalam kehancuran’,” simpul Paklik Sriyono.

Sehabis kajian, kami berniat untuk membaca bersama sehat a la Nabi. Kami butuh sehat dengan sistem dunia-akhirat. Bukankah Otto von Bismark menerbitkan Reichsversicherungsordnung (Ordonansi Jaminan Kesehatan) dulu pada 1881? Bukankah tinggal tiga tahun menjelang Indonesia sehat 2010? Wallahu a’lamu bishshawab.

Imam Samroni, staf Yayasan NUN-XXV, Yogyakarta

About imam samroni

Silakan Tuan dan Puan berkenan kontak ke email daripada saya, yakni : imamsamroni@ymail.com atawa imamsamroni@gmail.com. Jika Tuan dan Puan hendak bersilaturahmi, sudilah kiranya berkirim kabar lewat email pula. Lihat semua pos milik imam samroni

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: