Sehat

serambi-jumat122

Serambi Jumat KORAN MERAPI 12 September 2008

“Pada awalnya, Islam merupakan ideologi yang menggerakkan dan membebaskan umat dari permasalahan hidup. Dan sekarang, dengan kuasa modal, ilmu dan teknologi, serta tatakelola perdagangan global yang cenderung tidak adil, kita niscaya berikhtiar untuk melacak jawaban. Termasuk dalam hal bagaimana menjawab sistem kesehatan yang nyata-nyata menyehatkan umat. Di bulan yang penuh barakah ini, kita bisa berpikir dengan adil.”
Demikian pengantar Pakde Adib Susila, takmir sekaligus pengasuh kajian rutin, di serambi masjid. Alhamdulillah, tidak terasa Ramadan meninggalkan hari yang ke-12. Kegiatan bulan puasa semakin semarak di masjid kampung kami. Termasuk kajian di situs masjid, yang marak tentang pentingnya membangun sistem kesehatan.

“Ada keterhubungan antara puasa dan hidup sehat, baik sehat jasmani, rohani, dan hubungan sosial. Inilah kebahagiaan yang didamba oleh sistem ideologi apapun. Dalam hadits disabdakan, ‘Berpuasalah maka Anda akan sehat’ (Ibnu Suny dan Abu Nu’aim),” kata Pak Ahmad Subagya, analisis kebijakan publik Prajatama Consulting. Beliau ditemani Ustad Imawan Sahirudin, Pak Andi Rudin Sitopan, Mas Sugiman, dan Pak Sudartoyo.

“Sebagai bentuk peribadahan khusus, puasa menghubungkan antara Allah Swt. dan orang yang bersangkutan. Ada nilai-nilai ketuhanan (rabbaniyah) dan kemanusiaan (insaniyah). Dalam hal ini, niatan membangun sistem kesehatan menjadi niscaya,” tambah Ustad Imawan Sahirudin.

“Maksudnya bagaimana, Ustad?”tanya Mang Ucup.

“Manfaat puasa bagi kesehatan sudah jelas dengan penjelasan medis dan bukan-medis,” jawab Pak Andi Rudin Sitopan. “Masalahnya adalah bahwa hal ini menjadi tanggung jawab negara untuk menyejahterakan rakyat. Bentuknya ya bukan sekedar UU dan kebijakan pemerintah dalam hal layanan dan pemeliharaan kesehatan rakyat. Kita ’kan bicara tentang sistem.”

“Susahnya, kita belum punya sistem kesehatan itu,” sela Pak Edi Safitri. “Musibah virus flu burung membuktikan itu. Kita disuruh mengirimkan sampel virus ke Los Alamos dan WHO menawari vaksin yang tidak gratis. Kita seakan-akan tidak punya sistem dalam konspirasi jual-beli kesehatan.”

“Inilah dunia yang kita hidup di dalamnya. Sejak Otto von Bismarck menerbitkan Reichsversicherungsordnung (Ordonansi Jaminan Kesehatan) di Prusia pada 1881, kita diingatkan pentingnya sistem kesehatan. SDM adalah bagian alat produksi yang harus dijaga kemampuannya berproduksi sebagaimana mesin-mesin pabrik. Sistem asuransi dibangun agar yang miskin mendapat perhatian secara nasional,” kata Pak Ahmad Subagya.

”Kebijakan anggaran kesehatan kita juga tidak fair,” kata Mas Sugiman. “Anggaran pencegahan minim, tetapi ketika deman berdarah menjadi besar. Tatakelola rumah sakit juga menjadi tebar pesona fasilitas fisik, dengan biaya pemeliharaan tinggi. Belum lagi jika menyoal ssuransi kesehatan yang lebih menekankan asuransi sakit.”

“Ibadah Ramadan mengingatkan kita tentang pentingnya keseimbangan dan bagaimana mengelolanya. Ini sebenarnya sistem pengobat, pembersih, juga juga penenang jiwa-raga. Inilah rahmat bagi orang-orang yang beriman, simpul Pakde Adib Susila. “Mari kita bersama membaca surat Al Fajr 27-30: ‘Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jamaah hamba-hamba-Ku dan masuklah ke dalam surga-Ku.’”

Ya Rabb, jawaban-jawaban tentang niatan untuk berubah dan tata kesehatan yang lebih baik sungguh mengusik nurani kami. Keutamaan Ramadan adalah ketika kajian-kajian di serambi masjid mampu mencerahkan dan memberi keterarahan batin. Ya Rabb, jawaban-jawaban ini sungguh kami ikhtiarkan untuk negeri kami, Indonesia Raya, di bulan yang menggugah. Wallahu a’lamu bishshawab.

Imam Samroni, staf Yayasan NUN-XXV, Yogyakarta

About imam samroni

Silakan Tuan dan Puan berkenan kontak ke email daripada saya, yakni : imamsamroni@ymail.com atawa imamsamroni@gmail.com. Jika Tuan dan Puan hendak bersilaturahmi, sudilah kiranya berkirim kabar lewat email pula. Lihat semua pos milik imam samroni

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: