SMS Lebaran

serambi-jumat118

Serambi Jumat KORAN MERAPI 9 Nopember 2007

“Bulan pasa (Ramadhan) bergulir, Sawal (Syawwal) mengalir, Dulkangidah (Zulqai’dah) akan hadir. Allah bersumpah dengan waktu agar kita tidak merugi. Ruang mencatat keimanan, perbuatan baik, serta saling bernasehat untuk kebenaran dan kesabaran. Kita juga diminta Allah untuk menjadi saksi sejarah. Untuk itu, fenomena SMS (Short Message Service, layanan messaging) lebaran yang lalu layak kita jadikan pembelajaran.”
Pakde Adib Susila, takmir sekaligus pengasuh kajian, membuka pembicaraan. Kami duduk melingkar di serambi masjid. Sejumlah bahan diskusi sudah dibagikan dik Yusni. Dik Brahim tengah menyiapkan risalah dengan laptop.

“Di antara peringatan hari-hari besar Islam, jumlah pengiriman dan penerimaan SMS terbanyak adalah pada Idul Fitri. Selanjutnya secara berurutan adalah menjelang 1 Ramadan, 1 Muharam, dan Idul Qurban. Untuk Idul Fitri 1428 H ini, perkiraan saya mencapai 1 milyar SMS. Silakan Bapak-Bapak simak di makalah. Sebenarnya ini hasil penelitian, tapi maaf belum selesai,“ saya kemudian membacakan laporan sejumlah operator seluler.

PT Excelcomindo Pratama (XL) mencatat 100 juta SMS sejak H-2 hingga H-1, meningkat 100 % dibanding Lebaran tahun lalu. PT Indosat Tbk melaporkan 203 juta SMS atau naik 100 % dibanding hari biasa. PT Telkomsel menyebut 419 juta SMS atau melonjak 178 % dari 236 juta SMS per hari normal. Belum operator yang lain. Tingkat keberhasilan pengiriman rata-rata 90 %, jauh lebih baik dibanding kejadian tahun 2004.

”Saya baru tiga tahunan memakai handphone. Selama lebaran kemarin, semua saudara atau teman baik tua maupun muda yang kemungkinan tidak bisa bertatap muka, ya saya kirimi SMS. Seluruh SMS yang masuk, insya Allah saya balas. Lha, praktis je. Tinggal pencat-pencet langsung sampai ke tujuan,” komentar Pak Edi Safitri.

“Pak Edi Safitri masih mengirim atau menerima kartu lebaran? Juga parsel?” tanya Paklik Sriyono.

”Sejak punya handphone, saya tidak mengirim dan sudah dua tahun tidak menerima kartu lebaran. Saudara-saudara saya yang di Sumatra dan Papua hanya menelpon, sedangkan dari keponakan ya pakai SMS,” jawab Pak Edi Safitri. ”Kalau parsel ya saya terima dari kantor.”

”Pengalaman saya seperti Pak Edi Safitri. Apalagi lebaran sekarang saya tidak mudik ke Sumedang. Tapi rasanya memang lebih afdol bertemu langsung seperti sekarang ini jika memungkinkan,” kata Mang Ucup.

”Kita punya tradisi syawalan, saling bertemu langsung untuk saling memaafkan. Tetapi, … Ketika jari tak kuasa berjabat langsung, setidaknya kata masih dapat terungkap … lewat SMS,” Mas Fauzi menambahkan. “Bahasa SMS memang semakin kreatif. Menyentuh, lucu, dan tetap mewartakan ketulusan yang manusiawi.”

“Petunjuk Nabi dalam berbagai Hadits mengarahkan agar pada hari Lebaran tidak seorang pun tertinggal dalam kegembiraan dan kebahagiaan, tanpa berlebihan dan melewati batas,” simpul Pakde Adib Susilo. “Dan lebaran adalah siklus fitrah (Id-al-fithr), yaitu kembalinya kesucian asal manusia setelah dihilangkan dosa selama setahun dan disucikan puasa. SMS ‘kan alternatif silaturahmi dan pesan lebaran lewat media. Jadi tetap lebih afdol jika dapat bertatap muka.”

Jika Islam diibaratkan rumah besar dengan pintu dan jendela yang selalu terbuka, mengelola keberagamaan menjadi tugas mulia. Bukankah kita juga berbalas SMS lebaran dan hari-hari besar yang lain dari sahabat-sahabat Nasrani, Hindu, juga Buddha? Dengan demikian, bukankah dialog yang jujur dan cerdas menjadi niscaya?

Tahun 644, Usman bin Affan selaku khalifah ketiga membukukan, menggandakan, dan menyebarluaskan Al-Qur’an ke imperium-imperium dunia. Sekarang Al-Qur’an yang hadir sebagai text serta hypertext di jagat maya dapat diunduh dan disebarluaskan lewat SMS. Tinggal tekan tombol OK, yang maya pun menjadi nyata. Siapa mau merugi dengan 1 milyar SMS lebaran? Wallahu a’lamu bishshawab.

Imam Samroni, staf Yayasan NUN-XXV, Yogyakarta

About imam samroni

Silakan Tuan dan Puan berkenan kontak ke email daripada saya, yakni : imamsamroni@ymail.com atawa imamsamroni@gmail.com. Jika Tuan dan Puan hendak bersilaturahmi, sudilah kiranya berkirim kabar lewat email pula. Lihat semua pos milik imam samroni

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: