Tahun Baru, Bencana, dan Musibah

serambi-jumat113

Serambi Jumat KORAN MERAPI 11 Januari 2008

”Terdapat banyak hal dan kepentingan menjelang hijrah Nabi Muhammad: Rencana pimpinan Quraisy Mekah untuk membunuh Nabi, kemungkinan segala bencana yang akan menimpa komunitas muslim, ancaman terhadap bisnis Mekah dengan negeri Syam, …. Itulah lapisan-lapisan peristiwa yang berlangsung 1429 tahun yang lalu. Buat kita, itulah sejarah kenabian yang cerdas demi keimanan dan kebenaran.”
Demikian pengantar Paklik Haji Sriyono ketika membuka kajian tadi malam. Pakde Adib Susila pamit karena tengah menjenguk saudaranya di Undaan, Kudus, Jawa Tengah, yang kebanjiran. Sebagaimana biasa sesudah shalat Isya’, kami berdiskusi singkat di serambi masjid kampung.

”1429 tahun kita membentuk dan dibentuk sejarah panjang keislaman. Peristiwa hijrah Nabi merupakan sumber pembelajaran, termasuk membaca bencana dan musibah,” lanjut Paklik Haji Sriyono. ”Ketika rombongan pemuda Quraisy tengah mengepung gua Tsur, betapa doa Nabi mampu menjawab suasana takut Abu Bakar. Mari kita baca secara bersama surat Baraa’ah ayat 40.”

”Jangan bersedih hati. Tuhan bersama kita. Maka Tuhan lalu memberikan ketenangan kepadanya dan dikuatkan-Nya dengan pasukan yang tidak kamu lihat. Dan Allah menjadikan seruan orang-orang kafir itu juga yang rendah dan kalam Allah itulah yang tinggi. Dan Allah mahakuasa dan bijaksana.”

”1429 tahun mestinya juga membentuk kesadaran dan sikap kita terhadap bencana dan musibah akhir-akhir ini. Dan saya sudah membaca kajian terakhir di masjid online kita. Bagus. Terutama hikmah dari bencana banjir yang diakibatkan keserakahan manusia. Terimakasih dik Brahim dan dik Yusni,” kata pak Edi.

”Sama-sama, pak Edi. Tanpa bantuan dari kang Rahmat Darwoko, yang sekarang tengah berada di Norwegia, foto dan peta wilayah banjir kita tidak akurat. Dan dengan laptop bantuan Pak Bambang Wisnu Handoyo, budayawan yang PNS Kepatihan, proses penyuntingan data lebih cepat,” jawab Dik Brahim merendah.

”Rentetan kecelakaan transportasi, tsunami, gempa, banjir, tanah longsor, telah merenggut kehidupan saudara-saudara kita. Doa dan pengharapan tetap kita panjatkan. Ini mengingatkan agar tidak melalaikan ibadah kita kepada Allah SWT. Setiap gerak seharusnya bernilai ibadah, sebagaimana janji setia kita di alam rahim, bahwa kita beriman kepada-Nya dan tidak akan menyekutukan-Nya,” ungkap mang Ucup.

”Ini juga pertanggungawaban kita sebagai khalifah di muka bumi. Katanya khalifah, tapi kok tidak mengoptimalkan otoritasnya untuk menjadi lebih baik?” sambung Mas Fauzi.

”Ada hadits yang diriwayatkan Ahmad dan At-Tirmidzi, ’Sesungguhnya jika Allah mencintai suatu kaum, maka Dia akan memberikan cobaan kepada mereka,’” kata Pak Edi Safitri. ”Allah mengutus nabi dan rasul untuk membimbing dan mengingatkan manusia agar tidak keluar dari fitrahnya. Allah juga menurunkan al-Quran dan kitab-kitab sebelumnya agar dibaca, diketahui, dan dilaksanakan. Apalagi ketika sedang diberi cobaan. Jika kita lahir dalam keadaan suci, bukankah seharusnya kita juga dalam keadaan suci ketika dipanggil kembali kepada-Nya?
”Jika memang sebagian bencana dan musibah diakibatkan keserakahan manusia, peristiwa hijrah nabi menegaskan pembelajaran. Mari kita baca bersama surat al-Anfal ayat 30,” kata Paklik Haji Sriyono. ”Dan ingatlah ketika orang-orang kafir (Quraisy) itu berkomplot membuat rencana terhadapmu, hendak menangkapmu, atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka membuat rencana dan Allah juga membuat rencana. Allah adalah perencana terbaik.”

Dari kajian semalam, kami belajar bersama untuk memaknai datangnya tahun baru hijriyah, juga bencana dan musibah. Kanjeng Nabi Muhammad SAW meninggalkan Mekah dan lolos dari rencana serakah kaum Quraisy. Di Yatsrib, Kanjeng Nabi membangun Madinatul Munawarah bersama umat Tuhan. Di Undaan Kudus, Pakde Adib Susila tengah mengingatkan bahwa Allah adalah perencana terbaik, kekhalifahan manusia, juga sisi keserakahannya. Wallahu a’lamu bishshawab.

Imam Samroni, staf Yayasan NUN-XXV, Yogyakarta

About imam samroni

Silakan Tuan dan Puan berkenan kontak ke email daripada saya, yakni : imamsamroni@ymail.com atawa imamsamroni@gmail.com. Jika Tuan dan Puan hendak bersilaturahmi, sudilah kiranya berkirim kabar lewat email pula. Lihat semua pos milik imam samroni

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: