Sanksi bagi Sekolah Pelanggar SKB 3 Menteri; 3.389 Siswa Tak Ikuti EBTA Agama Sesuai Agama yang Dianut

Bernas, Umbulharjo, Jumat, 22 Juni 2001

Mulai tahun ajaran 2001/2002, Pemda DIY akan memberlakukan sanksi keras terhadap sekolah bernuansa keagamaan yang tidak menjalankan Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri tentang pendidikan agama yang dianut siswa. Sanksi akan diberlakukan pada SD, SLTP dan SMU/SMK, dimulai dari siswa kelas 1, 2 dan 3.
Menurut catatan sementara di eks-Kanwil Depdiknas DIY, di seluruh wilayah DIY terdapat total 3.389 siswa SD, SLTP, SMU dan SMK yang tidak mengikuti evaluasi belajar tahap akhir (EBTA) pendidikan agama sesuai agama yang dianut.
Koordinator Administrasi (Kormin) eks-Kantor Wilayah Departemen Pendidikan Nasional (eks-Kanwil Depdiknas) DIY Ir Suhadi menyampaikan hal itu saat dihubungi Bernas di ruang kerjanya, dan ketika melakukan audiensi dengan Komisi E DPRD DIY di ruang komisi, Kamis (21/6). Dalam audiensi itu, hadir pula Kepala Dinas P dan P DIY Hj Setyarini Hadiwidjojo SH dan staf.
Pemberian sanksi tersebut, menurut Suhadi, tinggal menunggu penandatanganan dari Gubernur. Jika masalah pemberian sanksi sudah ditandatangani, pihak sekolah mempunyai kewajiban untuk melaksanakan SKB tersebut. “SKB itu sudah sekitar dua tahun lalu diberlakukan, tapi sampai saat ini belum semua sekolah melaksanakannya,” jelasnya sembari menambahkan, sanksi yang diberikan pada sekolah sangat tergantung dari tingkat pelanggaran yang dilakukan sekolah.
Suhadi memaparkan, untuk SMK di seluruh DIY dari jumlah keseluruhan siswa 1.719 orang, yang mengikuti EBTA pendidikan agama sesuai agama yang dianut hanya 742 orang, sedangkan yang tidak mengikuti 977 orang. Untuk SMU dari total siswa 1.808 orang, yang mengikuti cuma 54 orang, dan yang tidak mengikuti 1.754 orang.
Untuk SLTP dari total siswa 1.697 orang, yang mengikuti hanya 99 orang, sisanya tidak. Dari jumlah itu, data dari Kabupaten Bantul dan Kota Yogyakarta belum masuk.
Untuk SD dari total siswa 643 orang, yang mengikuit hanya 79 orang, dan 113 tidak ikut. Dari jumlah tersebut, data dari Kabupaten Bantul, Gunungkidul dan Kota Yogyakarta juga belum masuk.
Sebelumnya diberitakan (Bernas 16/6), sebanyak 30 sekolah yakni 14 SMU dan SMK serta 16 SLTP yang berada di wilayah Kota Yogyakarta, tidak melaksanakan SKB 3 Menteri. Sedang sekolah yang melaksanakan SKB itu tercatat 5 sekolah, tapi hanya satu sekolah yang mematuhi SKB tersebut secara penuh.
Mengenai hal itu, anggota Komisi E DPRD DIY Elya Totok Sujiyanto mengatakan, kenyataan tersebut bisa dibaca bahwa sekolah-sekolah di DIY sebagian memang tidak menyetujui adanya SKB 3 Menteri itu. Kesulitannya, dalam SKB tersebut tidak ada sanksi yang tegas bagi sekolah-sekolah yang tidak melaksanakan.
“Ya, bisa jadi nilai agama diberikan hanya untuk formalitas saja,” ujarnya.
Hal lain yang juga mencuat dalam audiensi di DPRD DIY itu adalah fenomena arak-arakan siswa usai pengumuman kelulusan, yang pada beberapa kasus justru bermuara pada kekerasan atau tindakan tidak senonoh. Oleh karena itu, anggota Komisi E Imam Samroni SPd dan Syuaib Mustafa mengusulkan untuk melakukan isolasi terhadap para siswa usai pengumuman kelulusan.
“Jadi, bagaimana konsepnya, agar pemerintah melakukan isolasi, mungkin dengan melakukan kegiatan positif yang sejalan dengan misi pendidikan. Ini mungkin akan lebih bagus ketimbang arak-arakan,” ujar Imam Samroni. (sun/kun)

About imam samroni

Silakan Tuan dan Puan berkenan kontak ke email daripada saya, yakni : imamsamroni@ymail.com atawa imamsamroni@gmail.com. Jika Tuan dan Puan hendak bersilaturahmi, sudilah kiranya berkirim kabar lewat email pula. Lihat semua pos milik imam samroni

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: