Manajer Usaha Guyub Raharjo Ditahan Kantor Disegel, Dokumen Disita

Bernas, Depok, Selasa, 7 Agustus 2001

Manajer Unit Usaha Perniagaan Koperasi Guyub Raharjo, AP MBA (47), diringkus Direktorat Reserse (Ditserse) Kepolisian Daerah (Polda) DIY, Senin (6/8) sekitar pukul 15.00. Sebab, AP diduga melakukan penipuan dan pelanggaran Undang-undang (UU) Perbankan. Selain meringkus AP, polisi juga menyegel kantor koperasi yang beralamat di Wisma Hartono Lantai III Jalan Jenderal Sudirman itu.
AP kini ditahan di Mapolda DIY untuk diperiksa secara lebih intensif. Polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa dokumen usaha koperasi dari kantor AP.
Menurut Kepala Ditserse Polda DIY Komisaris Besar Polisi Drs Toto Sunyoto, polisi terpaksa meringkus AP karena menerima laporan dari masyarakat tentang usaha yang dipimpin AP. Usaha yang dipimpin AP, meski berlindung di belakang nama koperasi, memakai modus seperti usaha multi level marketing (MLM).
Sebelumnya, mantan Kepala eks-Kanwil Departemen Koperasi Provinsi DIY Ir Syahbenol Hasibuan pernah menegaskan usaha simpan pinjam yang dilakukan oleh Koperasi Guyub Raharjo telah menyalahi Peraturan Pemerintah Nomor 9/1995 dan SK Menteri Koperasi 351 tentang pelaksanaan usaha simpan pinjam di Koperasi. Untuk itu, ia telah meminta kepada pengurus koperasi GR untuk menghentikan kegiatannya.
Menanggapi tuduhan pelanggaran itu, Koperasi Guyub Raharjo menyatakan koperasinya sama sekali tak punya niat untuk melanggar. Justru sebaliknya, yang dilakukan itu hanya inovasi agar masyarakat bersedia menabung. Inovasi itu muncul setelah ternyata sambutan masyarakat untuk menabung di koperasi itu sangat kecil. Sejak 22 Oktober 2000 hingga Maret 2001, ternyata koperasi yang bisa menjaring 104 anggota (Bernas, 20/7).
Namun, anggota Komisi E DPRD DIY Imam Samroni menilai argumentasi Koperasi Guyub Raharjo yang mengatakan tidak tahu bahwa simpan pinjam yang dilakuka menyalahi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 9/1995 dan SK Menteri Koperasi 351 tentang pelaksanaan usaha simpan pinjam di koperasi, tidak masuk akal dan mengada-ada. Terlebih saat dengan mudahnya usaha itu langsung akan dipindahkan dari Koperasi ke PT (Bernas, 21/7).
Sementara itu dalam pengaduannya, masyarakat mengaku menjadi korban penipuan yang dilakukan AP dengan modus arisan berantai. Selain itu, bentuk usaha yang mirip bank itu diindikasikan melanggar UU Perbankan.
“Kita memang meringkus dia, menyegel kantornya dan menyita sejumlah dokumen usahanya. Karena, ada indikasi dari pengaduan masyarakat, usaha yang dilakukan AP melanggar UU Perbankan. Dia masih kita periksa kaitannya dengan dugaan penipuan dan pelanggaran UU Perbankan itu,” ucap Toto.
Ketua Koperasi Guyub Raharjo belum bisa dikonfirmasi. Berkali-kali Bernas mencoba menghubungi ponselnya, berkali-kali pula ponsel itu tak aktif. (rts)

About imam samroni

Silakan Tuan dan Puan berkenan kontak ke email daripada saya, yakni : imamsamroni@ymail.com atawa imamsamroni@gmail.com. Jika Tuan dan Puan hendak bersilaturahmi, sudilah kiranya berkirim kabar lewat email pula. Lihat semua pos milik imam samroni

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: