Perempuan dan Anak-anak Belum Perlu Ditangani Biro

Bernas, Danurejan, 10 Oktober 2001

Anggota Komisi E DPRD DIY Imam Samroni mengatakan, persoalan perempuan dan anak-anak di DIY, belum saatnya ditangani oleh instansi setingkat Biro, Badan, atau Dinas. Penanganan oleh instansi-instansi setingkat itu menurutnya, justru tidak efektif dan tidak akan mengenai sasaran.
Hal itu dikatakan Imam kepada Bernas menanggapi kritik Menteri Negara Pemberdayaan Wanita Sri Rejeki SH, yang mengatakan bahwa persoalan perempuan dan anak-anak di beberapa provinsi termasuk DIY, masih terpinggirkan. Hal itu terbukti dari persoalan perempuan dan anak-anak hanya ditampung dalam wadah seperti sub-bagian dalam suatu institusi (Bernas 9/10).
Imam mengakui, dengan membentuk Dinas, Biro atau Badan yang khusus menangani masalah perempuan dan anak-anak, akan memperbesar kebijakan menelorkan policy, serta mempengaruhi besarnya alokasi dana yang akan tersalur.
“Tapi itu tidak menyelesaikan masalah, sebab selama ini dalam beberapa kasus, toh banyak dana-dana yang bocor. Apalagi kalau dalam bentuk institusi yang lebih besar,” ujarnya.
Imam memberikan analogi, di Thailand, setiap bus menyediakan satu tempat khusus bagi para bhiksu. Dan pemerintah tidak perlu menyediakan bus-bus khusus buat para bhiksu. Artinya, yang dilakukan Pemda DIY selama ini, di beberapa instansi tetap memberikan perhatian pada masalah perempuan dan anak-anak.
“Maka meski hanya ditangani oleh sub-bagian, tapi ini akan menyentuh pada beberapa instansi sekaligus,” ujarnya.
Sementara itu anggota komisi E yang lain, Muhadi Zaenal, mengatakan, kritik dari Menteri Negara Pemberdayaan Wanita itu akan diajukan kepada Ketua Komisi E. Menurutnya, memang persoalan wanita dan anak-anak di DIY itu sudah membutuhkan perhatian yang lebih serius.
“Sebelum adanya kritik dari Menteri itu, sebetulnya kami sudah merasa perlu menaruh perhatian kepada persoalan perempuan dan anak-anak,” ujar Muhadi kepada wartawan Selasa (9/10), tanpa memberi penjelasan lebih lanjut.

Kualitas perempuan
Sementara itu Gusti Kanjeng Ratu Hemas mengatakan, tingkat kualitas sumber daya perempuan Indonesia menduduki angka yang sangat rendah, bila dibanding dengan negara lain, termasuk negara-negara ASEAN. Menurut analisis, keadaan ini disebabkan oleh banyak faktor, yakni masalah lingkungan keluarga, sosial- budaya, pendidikan, ekonomi dan kesehatan.
“Oleh karena itu kesadaran kaum perempuan dituntut untuk selalu meningkatkan kualitas diri secara optimal dengan segala kemampuan yang ada,” katanya dalam sambutan tertulis yang dibacakan Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi DIY, Ny Moesono SH dalam pembukaan acara bertajuk Ceramah Gizi dan Demo Masak Mengatur Makanan untuk Wanita Usia Mapan, di Graha Wana Bhakti Yasa, Selasa (9/10).
Ditambahkan, perubahan bangsa yang terjadi begitu cepat, menuntut pemahaman konsep kesejahteraan dalam tatanan kehidupan yang reformis. Pemberdayaan perempuan dalam organisasi istri PNS tak dapat ditunda-tunda lagi.
Peran ibu bersama ayah yang mempunyai kewajiban mendidik anak untuk menyiapkan masa depannya adalah suatu keharusan. Keluarga juga harus menciptakan kesejahteraan keluarga guna mewujudkan ketahanan keluarga.
Menurut GK Hemas, tanpa adanya ketahanan keluarga, anak bisa rentan dalam hal kenakalan, sehingga menjurus ke perbuatan negatif, seperti penyalahgunaan Narkoba. Untuk itu, kesejahteraan keluarga sebagai gerbang menuju ketahahan keluarga perlu terus diupayakan. Sebagai kaum perempuan yang memiliki peranan penting dalam sebuah keluarga harus terus meningkatkan kualitasnya.
Sedang Menteri Negara Pemberdayaan Wanita, Sri Rejeki SH seperti diwartakan Bernas edisi Selasa (8/10) juga mengakui tingkat kualitas sumber daya perempuan Indonesia masih rendah, terutama di tingkat ekonomi dan pendidikan perempuan. Akibatnya pada banyak kasus perempuan sering terjebak pada aksi bohong- bohongan yang dikemas dalam bentuk perekrutan tenaga kerja misalnya. (cr10/sun)

About imam samroni

Silakan Tuan dan Puan berkenan kontak ke email daripada saya, yakni : imamsamroni@ymail.com atawa imamsamroni@gmail.com. Jika Tuan dan Puan hendak bersilaturahmi, sudilah kiranya berkirim kabar lewat email pula. Lihat semua pos milik imam samroni

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: