Anggota Dewan Merasa Diusir * Ketua STMIK: Tak Bermaksud Mengusir

Bernas, Yogyakarta, Rabu, 5 Juni 2002

Berniat untuk melakukan klarifikasi atas aspirasi dari Forum Lintas Mahasiswa — ABAYO, STIEYO, dan STMIK Dharma Bangsa — ke kampus STMIK Dharma Bangsa di Jalan Lingkar Utara, Ngemplak, Sleman, Yogya, anggota Komisi E DPRD DIY, Ellya Totok Sujianto dan H Imam Samroni SPd, Selasa (4/6) kemarin justru merasa diusir oleh satpam atas perintah Ketua STMIK Dharma Bangsa Arief Hermawan ST MT. Kedua anggota Dewan itu tidak diterima bertemu, karena tidak membawa surat tugas.
“Sebenarnya, kedatangan kami ke kampus STMIK Dharma Bangsa adalah tugas dari pimpinan Komisi E DPRD DIY, untuk klarifikasi atas aspirasi dari mahasiswa. Tapi, kami diusir karena tidak dapat menunjukkan surat penugasan,” kata anggota Komisi E DPRD DIY H Imam Samroni SPd kepada wartawan di DPRD DIY, Selasa (4/6).
Menurut Imam yang mengaku sudah menunggu hampir 10-an menit itu, kedatangan anggota Komisi E yang membidangi pendidikan ke STMIK Dharma Bangsa untuk klarifikasi, setelah menerima aspirasi dari Forum Lintas Mahasiswa. Sebelumnya dalam aksi unjuk rasa mahasiswa, Kamis (30/5) di DPRD DIY lalu, mereka menuntut agar Yayasan Dharma Bakti Iptek yang menaungi ABAYO, STIEYO, dan STMIK Dharma Bangsa melakukan sosialisasi atas mergernya tiga perguruan tinggi itu dan berubah menjadi universitas. Dewan bermaksud mempercepat proses penyelesaian masalah tersebut.
Pada Senin (3/6), sejumlah mahasiswa datang ke DPRD DIY, minta penjelasan dan melakukan konfirmasi terhadap tindak lanjut Dewan atas aspirasi Forum Lintas Mahasiswa. Terlebih lagi, karena ada surat panggilan yang ditujukan kepada koordinator aksi Imam Asrowardi, mahasiswa STMIK Dharma Bangsa bernomor 44/STMIK DB/Um/VI/2002 untuk menghadap Pembantu Ketua III.
Surat yang ditandatangani Arief Hermawan ST MT tersebut, dilayangkan karena adanya tindakan yang melanggar tata tertib, yang pernah ditandatangani. Dalam surat undangan tersebut disebutkan, apabila dalam waktu 1 kali 24 jam (jam kerja) setelah tanggal pemanggilan — yakni 3 Juni — belum juga memenuhi pimpinan, maka yang bersangkutan akan mendapatkan sanksi dengan tata tertib tersebut.
Menurut Imam, aksi yang dilakukan mahasiswa akan berpengaruh pada bidang lain yang lebih luas, yakni politik, ekonomi, dan budaya serta berdampak negatif terhadap citra Yogya sebagai Kota Pendidikan.  Karenanya, Komisi E DPRD DIY berniat ikut menyelesaikan persoalan tersebut.
Apalagi, lanjutnya, persoalan tersebut sudah menjadi persoalan publik. “Kami tidak ikut campur dan memihak siapa pun. Kami cuma hendak mencari solusi terbaik. Tapi, apa daya kami sudah ditolak,” kata Imam.

Tak bermaksud mengusir
Ketika dihubungi secara terpisah, Ketua STMIK Dharma Bangsa Arief Hermawan ST MT menyatakan dirinya sama sekali tidak berniat mengusir kedua anggota Dewan itu. Permasalahannya, hanya karena keduanya tidak membawa surat tugas.
“Saat itu kebetulan saya juga kedatangan tamu mahasiswa. Ketika para mahasiswa itu keluar, satpam datang dan memberitahu ada dua orang anggota Komisi E DPRD yang menggunakan mobil dinas bermaksud menemui saya, soal aksi mahasiswa. Ketika saya tanya, satpam bilang mereka tidak membawa surat tugas. Kalau begitu saya tidak bisa menemui,” ujarnya kepada Bernas, Selasa (4/6) petang.
Tanpa surat tugas, lanjutnya, ia tidak tahu apakah kedatangan mereka berdua atas nama Dewan ataukah atas nama pribadi. Jika kedatangan mereka disertai surat tugas, niscaya ia pun akan menerimanya dengan tangan terbuka.
“Saya bersedia berdialog dan melakukan klarifikasi. Saya bersedia menjawab semua pertanyaan yang diajukan oleh anggota Dewan. Tapi, karena kedatangan mereka tanpa surat tugas, ya terpaksa saya tidak bisa menemui,” tuturnya.
Jika kedua anggota dewan itu merasa mendapat perlakuan kurang baik, kata Arief, dengan setulus hati ia memohon maaf. Sebab, ia sama sekali tak pernah berniat untuk melecehkan apalagi mengusir anggota Dewan.
“Bahkan, besok pagi (pagi ini-red) saya bersama dengan Pembantu Ketua I, II, dan III akan datang ke Dewan untuk klarifikasi sekaligus minta maaf. Barangkali sikap saya ini menimbulkan salah persepsi. Sekali lagi saya mohon maaf, jika dianggap melecehkan Dewan,” katanya.
Menyinggung soal pemanggilan terhadap Imam Asrowardi, Arief mengemukakan, kakak mahasiswa itu telah sempat berkomunikasi dengannya. Pada intinya, pimpinan siap menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan. Dan, pimpinan akan mengundang lagi Imam Asrowardi untuk didengar keterangannya dan menyelesaikan persoalannya agar tak berkepanjangan.  (als/ndo)_

About imam samroni

Silakan Tuan dan Puan berkenan kontak ke email daripada saya, yakni : imamsamroni@ymail.com atawa imamsamroni@gmail.com. Jika Tuan dan Puan hendak bersilaturahmi, sudilah kiranya berkirim kabar lewat email pula. Lihat semua pos milik imam samroni

One response to “Anggota Dewan Merasa Diusir * Ketua STMIK: Tak Bermaksud Mengusir

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: