Citra Pendidikan Yogyakarta Rusak * Akibat Peredaran Narkoba

Kompas, Yogyakarta, Sabtu, 20 September 2003

Citra dunia pendidikan, khususnya perguruan tinggi di Yogyakarta, selama ini dirusak oleh maraknya peredaran gelap narkotika dan obat-obatan terlarang yang banyak melibatkan mahasiswa. Akibatnya, minat orangtua untuk menyekolahkan anaknya di Yogyakarta terus merosot. Hal itu tercermin dari menurunnya jumlah mahasiswa baru yang berhasil direkrut perguruan tinggi swasta, sehingga separuh PTS di Yogyakarta terancam tutup.
Jika pemerintah dan pengelola dunia pendidikan Yogyakarta tidak serius melancarkan kampanye antinarkoba, apa pun terobosan untuk mempromosikan dunia pendidikan Yogyakarta, sulit mendapatkan hasil maksimal. Demikian dikatakan Imam Samroni, Anggota Komisi E DPRD Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (19/9) di ruang kerjanya.
Ia mengatapkan, setiap Komisi E berkunjung ke luar Jawa, seperti Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Jambi, dan Riau untuk mempromosikan dunia pendidikan Yogyakarta, banyak masyarakat mempertanyakan maraknya peredaran narkotika dan obat-obatan berbahaya (narkoba) yang melibatkan mahasiswa Yogyakarta.
Jika pertanyaan seperti itu selalu muncul, kata Imam Samroni, berarti masyarakat di empat provinsi yang menjadi pasar utama perguruan tinggi swasta (PTS) di Yogyakarta itu sudah tidak mempercayai dunia pendidikan di Yogyakarta. Mereka menjadi sangat berhati-hati untuk memutuskan anak-anaknya kuliah di Yogyakarta.
“Pikiran seperti itu memang logis. Saya kalau jadi orangtua mungkin takut menyekolahkan anak di daerah yang menjadi tempat peredaran narkoba. Apalagi, pemerintah dan dunia pendidikan belum bisa menjawab pertanyaan semacam itu secara memuaskan,” katanya.

Menonjol
Kasus penyalahgunaan narkoba di Yogyakarta memang cukup menonjol. Di LP Wirogunan yang dihuni sekitar 700 narapidana/tahanan, sebanyak 209 di antaranya terlibat kasus narkoba. Sebagian besar di antara napi/tahanan kasus narkoba adalah mahasiswa.
Berdasarkan hasil Operasi Antik Progo Kepolisian Daerah DIY tahun 2002 juga terungkap, dari 51 kasus narkoba yang ditemukan, 34 tersangkanya berstatus mahasiswa, 26 tersangka dari kalangan swasta, dan lima tersangka berstatus pelajar.
Rabu (17/9), Kepolisian Kota Besar Yogyakarta menangkap dua mahasiswa pengedar narkoba dengan barang bukti dua bungkus ganja di tempat kosnya di Kecamatan Mergangsan, Kota Yogyakarta.
Banyaknya kasus narkoba yang melibatkan mahasiswa ini diduga menjadi salah satu faktor menurunnya minat masyarakat untuk menyekolahkan anak mereka di Yogyakarta.

Serius perangi narkoba
Imam berpendapat, untuk menyelamatkan dunia pendidikan Yogyakarta, semua pihak harus bisa menjauhkan narkoba dari kampus dan sekolah.
Pemerintah Provinsi DIY dan pelaku dunia pendidikan harus serius memerangi narkoba. Selama ini, pemprov terlihat belum memiliki program yang jelas dalam menanggulangi maraknya peredaran narkoba.
“Kami sendiri dari komisi E pasti akan menyetujui penggunaan dana untuk penanggulangan narkoba. Tetapi, mana programnya? “ ujar Imam.
Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Rahmawati Husein MCP mengaku, sangat khawatir akan banyaknya mahasiswa yang terlibat kasus narkoba.
Rahmawati menilai, kasus itu dapat merusak dunia pendidikan Yogyakarta. Karena itu, ia berpendapat, pelaku dunia pendidikan di Yogyakarta harus serius menjauhkan narkoba dari kampus.
Namun, dalam setiap road show UMY ke Kalimantan dan Sumatera, masyarakat tidak bertanya tentang maraknya kasus narkoba. “Mereka malah bertanya mengenai fenomena seks bebas di Yogyakarta,” kata Rahmawati. (bsw)

About imam samroni

Silakan Tuan dan Puan berkenan kontak ke email daripada saya, yakni : imamsamroni@ymail.com atawa imamsamroni@gmail.com. Jika Tuan dan Puan hendak bersilaturahmi, sudilah kiranya berkirim kabar lewat email pula. Lihat semua pos milik imam samroni

One response to “Citra Pendidikan Yogyakarta Rusak * Akibat Peredaran Narkoba

  • daffa

    menjauhkan narkoba dari kampus dan sekolah? heroik skali, bro. Emang mo nutup mata btp narkoba punya banyak pendukung dengan kreativitas yang keren. hukum pancung tuh pengedar dan pembikinnya. rombak hukum yang bisa dimain-mainkan pengacara. ini hari ponakan lu, besok bisa saja adik gue

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: