DIY Kekurangan 9.000 Guru

Suara Merdeka, KEDU & DIY, Rabu, 07 Juli 2004

YOGYAKARTA- Di tengah-tengah pemerintah dan masyarakat konsentrasi pada hasil perolehan suara pemilihan capres-cawapres, sebaliknya pemerintah Provinsi DIY justru dipusingkan dengan kekurangan guru yang berjumlah cukup besar, yakni sekitar 9.000 guru.
Kekurangan terbesar terjadi pada guru taman kanak-kanak (TK) dan guru sekolah dasar (SD) yang berjumlah cukup signifikan. Yakni, untuk guru TK kekurangan sekitar 3.119 orang, sedangkan guru SD sekitar 2 juta lebih.
Hal itu dikatakan anggota Komisi E DPRD DIY Imam Samroni kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (6/7). Menurut Imam, secara keseluruhan kebutuhan guru untuk wilayah DIY 43.528 orang. Sementara jumlah guru yang ada saat ini hanya 34.528 orang.
Untuk tingkat SD misalnya, dari kebutuhan guru 18.107 orang, ternyata baru ada sekitar 15.901 orang atau kurang 2.206 orang. Untuk guru SMP saat ini tersedia 7.460 orang dari kebutuhan 8.333 orang atau mengalami kekurangan 873 orang.
Sementara guru SMA saat ini hanya ada 4.390 orang dari jumlah yang dibutuhkan 5.241 orang atau mengalami kekurangan 851 orang. Kondisi yang sama juga terjadi pada guru SMK mengalami kekurangan 1.878 orang. ‘‘Yang dibutuhkan 5.274, sedangkan yang ada hanya 3.396 orang,’’ jelasnya.
Kekurangan guru yang paling kecil, kata Imam Samroni, hanya terjadi pada SLB. Yakni 73 orang dari kebutuhan 899 orang dan yang ada sekarang baru 826 orang.

Makin Besar
Dia menuturkan, kekurangan guru yang dialami DIY ini akan semakin besar pada periode 2004/2005 mendatang. Hal itu berkait dengan adanya pensiun besar-besaran para guru, terutama guru-guru yang diangkat pada tahun 1970 bersamaan Inpres guru pada waktu itu.
Secara rinci Imam menyebutkan, untuk wilayah Kota Yogyakarta, dari kebutuhan 9.677 orang, jumlah guru yang tersedia saat ini hanya 8.644 orang atau kurang 1.033 orang.
Untuk Kabupaten Bantul kekurangan 2.775 guru. Dari kebutuhan 9.733 guru, di Bantul hanya tersedia 7.205 orang. Di Bantul kekurangan 1.802 guru, sebab dari kebutuhan 6.833 orang kini hanya tersedia 5.267 orang.
Sementara untuk Kabupaten Gunungkidul, kekurangan guru 1.615 orang. Dari kebutuhan 8.186 guru, di Gunungkidul hanya tersedia 6.574 guru. Untuk Kabupaten Sleman, dari kebutuhan 7.775 orang, hanya tersedia 6.248 orang atau kekurangan guru 1.602 orang.
Dia mengatakan, untuk wilayah Kota Yogyakarta, jumlah guru itu berkurang rata-rata 89 orang karena pensiun, meninggal, dan pindah.
Sementara pertambahan karena menerima pindahan hanya 18 orang per tahun. (sgt-85s)

About imam samroni

Silakan Tuan dan Puan berkenan kontak ke email daripada saya, yakni : imamsamroni@ymail.com atawa imamsamroni@gmail.com. Jika Tuan dan Puan hendak bersilaturahmi, sudilah kiranya berkirim kabar lewat email pula. Lihat semua pos milik imam samroni

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: