DPD PDI-P DIY Pertahankan Surasmo sebagai Ketua DPRD

Kompas, Yogyakarta Kamis, 22 Mei 2003

Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Daerah Istimewa Yogyakarta memutuskan tetap mempertahankan Surasmo Priyandono sebagai Ketua DPRD DIY. Surasmo yang diusulkan sejumlah fraksi untuk diganti, dinilai tidak melakukan pelanggaran apa pun sehingga tetap dipertahankan.
Demikian ditegaskan Ketua DPD PDI-P DIY Djuwarto, Rabu (21/5), di gedung DPRD DIY. Menurut Djuwarto, DPD PDI-P DIY tidak akan merespon keinginan fraksi di DPRD DIY untuk mengganti kadernya tersebut.
Selaku anggota Fraksi PDI-P pun, ujar Djuwarto, DPD PDI-P DIY menilai Surasmo tidak melakukan pelanggaran apa pun. Karena itu, tidak ada alasan untuk menggantinya.
Djuwarto juga menegaskan, hingga kini DPD PDI-P DIY belum pernah menerima laporan dari Fraksi PDI-P mengenai wacana penggantian Surasmo yang dikembangkan lima fraksi yang tergabung dalam kelompok lintas fraksi.
Kelima fraksi adalah Fraksi Kebangkitan Bangsa, Fraksi Amanat Nasional, Fraksi Persatuan, Fraksi TNI/Polri, Fraksi PDI-P. DPD PDI-P DIY akan memanggil Ketua Fraksi PDI-P DPRD DIY Tatang Setiawan untuk menjelaskan rencana penggantian Surasmo.
Pernyataan Djuwarto ini bertolak belakang dengan pengakuan Tatang Setiawan, Selasa lalu. Tatang mengatakan, fraksinya telah membahas rencana penggantian Surasmo dengan DPD PDI-P DIY.
Dikatakan pula, DPD PDI-P secara prinsip tidak keberatan dengan rencana itu. Namun, DPD PDI-P belum menunjuk calon pengganti Surasmo.

Tidak bertentangan
Tatang Setiawan yang dihubungi secara terpisah menyatakan, tidak ada pertentangan antara DPD PDI-P dan Fraksi PDI-P DPRD DIY. Sikap DPD PDI-P DIY yang kini secara tegas ingin mempertahankan Surasmo lebih disebabkan perkembangan politik seputar wacana penggantian tersebut.
“Fraksi akan mendukung apa pun keputusan DPD mengenai hal ini,” ujarnya.
Djuwarto menegaskan, tidak ada alasan yang cukup kuat untuk mengganti Surasmo. Menurut dia, secara konstitusi partai dan hukum yang berlaku, Surasmo tidak melakukan pelanggaran apa pun. “Kalau dia melanggar hukum, tanpa diminta fraksi di DPRD, kami pasti akan mengganti dia,” tegasnya.
Menyinggung alasan lintas fraksi yang ingin mengganti Surasmo dengan alasan kinerjanya dinilai lemah, Djuwarto menyatakan, seharusnya fraksi melakukan kompromi lagi. “Saya kira, soal kinerja bukan masalah dia pribadi,” tambahnya.
Kelompok lintas fraksi menghendaki Surasmo diganti karena menilai Surasmo tidak bisa memerankan fungsi manajerial politik di DPRD DIY dengan baik. Dia dinilai lamban untuk mengambil keputusan penting di tengah rentetan masalah yang belakangan ini menimpa DPRD, seperti penetapan enam anggota DPRD DIY sebagai tersangka kasus penyimpangan dana asuransi dan bantuan organisasi sosial politik.
Surasmo mengatakan, dia telah berupaya maksimal untuk memimpin DPRD DIY. Namun, serentetan masalah yang menimpa DPRD DIY membuat suasana kerja menjadi tidak harmonis dan antarfraksi saling curiga. Kalau memang fraksi ingin menggantinya, dia siap saja, asalkan penggantian itu sesuai prosedur dan sah (Kompas 21/5).
DPD PDI-P DIY rupanya memiliki perhitungan sendiri dengan mempertahankan Surasmo, sehubungan dengan untung-rugi politik menjelang Pemilu tahun 2004. Apalagi, masa jabatan Surasmo tinggal setahun.
“Kami tentu mempertimbangkan konsekuensi tentang kemungkinan penggantian itu. Apakah menguntungkan partai atau tidak,” kata Djuwarto.

Jebakan politik
Tatang Setiawan memaparkan, keputusan DPD PDI-P DIY tersebut juga dipengaruhi perkembangan situasi politik di DPRD DIY.
Setelah wacana penggantian Surasmo berkembang, sempat muncul wacana yang ingin menggantikan Surasmo dengan calon dari fraksi di luar Fraksi PDI-P. Padahal, semula fraksi-fraksi sepakat pengganti Surasmo tetap dari Fraksi PDI-P.
“Kalau keinginannya seperti itu, lebih baik kami mempertahankan Surasmo,” kilahnya.
Dikatakan, fraksi lainnya ternyata tetap ingin mempertahankan Wakil Ketua DPRD DIY yang lama. Padahal, semula, wacana penggantian Ketua DPRD DIY diikuti dengan penggantian unsur pimpinan yang lain. “Kalau arahnya ke sana, kami melihat ini sebagai jebakan politik,” tandasnya.
Sebelumnya, juru bicara kelompok lintas fraksi Imam Samroni dari FKB menegaskan, fraksinya kemungkinan tetap mempertahankan Wakil Ketua DPRD DIY dari FKB, yakni Nur Achmad Affandi.
Tatang membantah sikap DPD PDI-P DIY menyangkut penggantian Ketua DPRD lantaran tidak memiliki kader yang siap mengganti Surasmo. “Pak Djuwarto pernah bilang, siap mengganti,” tukasnya. (bsw)

About imam samroni

Silakan Tuan dan Puan berkenan kontak ke email daripada saya, yakni : imamsamroni@ymail.com atawa imamsamroni@gmail.com. Jika Tuan dan Puan hendak bersilaturahmi, sudilah kiranya berkirim kabar lewat email pula. Lihat semua pos milik imam samroni

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: