DPRD Didesak Langsung Tetapkan Gubernur DIY * Massa Minta Pasangan Sultan HB X-Sri PA IX

Kompas, Yogyakarta, Selasa, 10 Juni 2003

Ribuan orang dari berbagai pelosok Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) hari Senin (9/6) mendatangi Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIY yang terletak di Jalan Malioboro. Massa yang berdatangan dari Kabupaten Bantul, Gunung Kidul, Sleman, Kulon Progo, dan Kota Yogyakarta itu meminta agar anggota DPRD DIY membuat tata tertib yang menetapkan Sultan Hamengku Buwono (HB) X dan Sri Paku Alam (PA) IX langsung sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur (Wagub) DIY untuk masa jabatan 2003-2008.
Ruas jalan yang menuju ke kawasan Malioboro mulai dari perempatan Tugu sampai perempatan Kantor Pos Besar hari Senin macet total. Aparat kepolisian sejak pagi menutup Jalan Malioboro mulai dari lintasan kereta api (KA) Stasiun Tugu di ujung Utara sampai Pasar Beringharjo di ujung Selatan. Ruas jalan yang berada di samping Jalan Malioboro pun macet mulai pagi hingga sore hari.

Rapat tatib
DPRD DIY hari Senin sebenarnya sedang mengadakan rapat paripurna untuk mendengarkan pendapat akhir fraksi tentang penyusunana Tata Tertib (Tatib) Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Provinsi DIY. Menurut rencana, pemilihan itu akan dilaksanakan Agustus mendatang. Masa jabatan Sultan HB X sebagai Gubernur DIY akan habis pada Oktober 2003.
Seperti biasanya, rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Surasmo Priyandono, juga dihadiri enam fraksi DPRD dan eksekutif, termasuk Sultan HB X, Wagub DIY Sri PA IX. Enam fraksi DPRD DIY, yaitu Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (F-PDIP), Fraksi Kebangkitan Bangsa (F-KB), Fraksi Amanat Nasional (F-AN), Fraksi Partai Golkar (F-PG), Fraksi Persatuan, dan Fraksi TNI/Polri.
Imam Samroni dan H Umar dari F-KB mengatakan, pihaknya belum sempat membacakan pendapat akhir fraksinya, karena terganggu dengan datangnya massa pendemo yang meminta penetapan gubernur.
Rapat itu akhirnya beberapa kali mengalami skorsing ketika massa sudah mulai berdatangan. Selain masuk ke ruang rapat, massa juga menggelar orasi dan menampilkan aksi kesenian Kubro Siswo di halaman Gedung DPRD DIY.
Ketua DPRD akhirnya juga memutuskan skorsing rapat sampai waktu yang tidak ditentukan, karena ada empat fraksi tidak hadir atau walk out.
Ribuan massa yang memenuhi Jalan Malioboro dan halaman DPRD DIY sepakat untuk minta penetapan gubernur/wagub tanpa dilakukan pemilihan lagi. Mereka yang datang sangat beragam. Sebagian massa tampak memakai pakaian tradisional Jawa. Sementara yang muda memakai rompi dengan bertuliskan macam-macam laskar. (SIG)

About imam samroni

Silakan Tuan dan Puan berkenan kontak ke email daripada saya, yakni : imamsamroni@ymail.com atawa imamsamroni@gmail.com. Jika Tuan dan Puan hendak bersilaturahmi, sudilah kiranya berkirim kabar lewat email pula. Lihat semua pos milik imam samroni

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: