Efektivitas JBM Dipertanyakan

Kedaulatan Rakyat, Universitaria, Tuesday, 03 July 2007

YOGYA (KR) – Pelaksanaan Jam Belajar Masyarakat (JBM) sesuai Keputusan Gubernur DIY No 93 tahun 2003 mulai dipertanyakan. Ini mengingat JBM yang diberlakukan pukul 19.00 sampai 21.00 WIB, dirasakan tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan.
“Lihat saja, pada saat jam-jam tersebut justru banyak anggota keluarga yang tengah asyik menonton sinetron televisi,” kata Imam Samroni dari Pusat Studi Islam (PSI) Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta kepada wartawan, belum lama ini. Hal ini berkaitan dengan program “Penguatan Pemahaman dan Sikap Keagamaan yang Berkeadilan dan Berkesetaraan Gender dalam Keluarga di DIY” kerja sama PSI UII dengan Cordaid.
Salah satu catatan dalam program ini adalah orangtua mendampingi anak menonton televisi.
“Kecenderungan sikap responden terhadap indikator ini, sebagian besar setuju bila anak harus didampingi saat menonton televisi. PSI UII mengapresiasi dalam konteks kebijakan jam belajar masyarakat. Kebijakan yang sudah menjadi ikon kota pendidikan, niscaya dikelola secara inspiratif,” kata Imam, selaku pimpinan program.
Ditambahkan, pernah ada pejabat dari Afrika yang ingin mengetahui penerapan JBM di lapangan. Padahal, pada masa prime time tersebut saat ini sudah dikuasai oleh layar televisi dengan sajian yang begitu canggih. Kondisi ini, mau tidak mau memang membuat orangtua harus punya pilihan bijak. Bila dirunut, ini sebenarnya juga soal strategi budaya.
Menanggapi hal ini, Romo Haryatmoko dari Gereja Kotabaru mengatakan, boleh saja JBM diberlakukan, namun bagaimana dengan kualitasnya apabila memang sudah belajar pada saat JBM.
“Sudah saatnya kita bongkar cara pikir dengan standar ganda, karena realita dan aturan sering tidak sejalan,” kata Romo Hary. Dijelaskan, sebenarnya saat ini, pasar sudah dibuat mengikuti umur. Anak-anak diberi komoditas sesuai umurnya, sehingga orangtua harus berpikir dan bekerja keras untuk mengikuti selera dan pola pikir anak. (Fia)-o.

About imam samroni

Silakan Tuan dan Puan berkenan kontak ke email daripada saya, yakni : imamsamroni@ymail.com atawa imamsamroni@gmail.com. Jika Tuan dan Puan hendak bersilaturahmi, sudilah kiranya berkirim kabar lewat email pula. Lihat semua pos milik imam samroni

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: