Gagal Ganti Surasmo, Lintas Fraksi Tuntut Revitalisasi Pemimpin Dewan

Kompas, Yogyakarta, Jumat, 23 Mei 2003

Yogyakarta, Kompas – Menyusul sikap Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang tetap mempertahankan Ketua DPRD DIY Surasmo Priyandono, kelompok lintas fraksi mendesakkan opsi kedua. Mereka menuntut agar pemimpin dewan merevitalisasi fungsi kepemimpinannya.
Hal itu diungkapkan juru bicara lintas fraksi Imam Samroni dari Fraksi Kebangkitan Bangsa, Kamis (22/5), di Yogyakarta. Selain F-KB, kelompok lintas fraksi itu terdiri dari Fraksi Amanat Nasional, Fraksi Persatuan, Fraksi TNI/Polri, dan F-PDIP.
Sebelumnya, F-PDIP mendukung rencana penggantian Ketua DPRD DIY Surasmo. Namun, sikap F-PDIP berubah setelah DPD PDI-P DIY menyatakan, tetap mempertahankan Surasmo sebagai Ketua DPRD dengan alasan tidak ada aturan hukum maupun konstitusi yang dia langgar.
F-PDIP urung mendukung wacana penggantian Surasmo karena fraksi lainnya ternyata hanya ingin mengganti ketua dewan, tetapi tidak bersedia mengganti tiga wakil ketua dewan yang dijabat oleh wakil dari fraksi lain.
Imam mengakui, akibat perubahan sikap F-PDIP, maka rencana pergantian ketua dewan sulit dilakukan. Karena itu, lintas fraksi menawarkan opsi kedua yang mendesak agar pimpinan dewan meningkatkan kinerjanya.
Ketua F-PDIP Tatang Setiawan secara terpisah menyatakan, opsi kedua kemungkinan akan diterima fraksinya. Dia mengakui, selama ini kinerja pimpinan dewan memang bermasalah menyusul rentetan kasus yang melibatkan DPRD DIY.

Kembalikan fungsi
Imam menegaskan, dalam masa revitalisasi fungsi pimpinan DPRD DIY, maka ketua dan wakil ketua harus mengembalikan fungsi kepemimpinan yang selama ini terbengkalai, terutama fungsi komunikasi dan lobi dengan eksekutif.
Menurut dia, target revitalisasi dalam jangka pendek ini pimpinan harus bisa menyelesaikan berbagai masalah yang bersumber pada kekacauan dalam penyusunan alokasi APBD tahun 2002 dan menata kembali APBD tahun 2003.
Akibat kekacauan tersebut muncul kasus asuransi dan temuan penyimpangan alokasi anggaran APBD 2002 sebesar Rp 6,2 miliar lebih oleh Tim Inspektorat Jenderal Departemen Dalam Negeri.
“Pimpinan hendaknya merealisasikan rapat kerja antara tim anggaran dan keuangan DPRD DIY dengan tim anggaran dan keuangan eksekutif,” ujar Imam. Raker untuk membahas dan menyelesaikan kekacauan APBD 2002 dan 2003.
Sehubungan dengan penetapan enam anggota DPRD DIY sebagai tersangka kasus dugaan penyimpangan dana asuransi, Imam mengatakan, kelompok lintas fraksi menginginkan pimpinan DPRD DIY mengambil inisiatif lobi melalui jalur Muspida. (bsw)

About imam samroni

Silakan Tuan dan Puan berkenan kontak ke email daripada saya, yakni : imamsamroni@ymail.com atawa imamsamroni@gmail.com. Jika Tuan dan Puan hendak bersilaturahmi, sudilah kiranya berkirim kabar lewat email pula. Lihat semua pos milik imam samroni

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: