Hasil Penilaian 4 Fraksi DPRD DIY; Ada Politisasi Dalam Kasus “Asuransigate”

Pikiran Rakyat, NUSANTARA, 20 Mei 2003

YOGYAKARTA,(PR).- Empat fraksi DPDR DI Yogyakarta, yakni FKB, FAN, FP, dan FTNI/Polri menilai adanya politisasi dalam kasus asuransigate, menyusul ditetapkannya enam anggota dewan menjadi tersangka, termasuk, di antaranya pimpinan dewan. Selain itu, penetapan tersangka oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) DIY dinilai tidak mencerminkan serta mempertimbangkan pihak-pihak yang semestinya bertanggung jawab sebagaimana diatur dalam tata tertib (tatib) DPRD DIY.
Demikian diungkapkan anggota komisi E, Imam Samroni, kepada para wartawan belum lama ini saat membacakan pernyataan bersama empat fraksi DPRD DIY yang berisi pembelaan terhadap para anggota dewan yang kini berstatus tersangka.
Menurutnya, enam anggota DPRD DIY yang terdiri dari unsur pimpinan dan anggota yang dijadikan tersangka dalam kasus asuransigate tersebut, masing-masing, NA, TD, MU, HA, MF, dan NH. Namun begitu, menurut pandangan fraksi-fraksi, lanjut Imam meskipun beberapa anggota dewan menjadi tersangka, hal itu dirasakan belum sampai mengganggu kinerja secara keseluruhan.
Lebih jauh, empat fraksi itu menilai penetapan nama-nama tersangka oleh kejati juga merupakan bentuk politisasi hukum yang sama sekali tidak memperhatikan fungsi tugas, wewenang, dan tanggung jawab DPRD DIY berikut alat kelengkapannya.
“Pembahasan asuransi telah melalui mekanisme yang legal sehingga kasus Asuransi DPRD DIY merupakan permasalahan kelembagaan dan bukan menjadi tanggung jawab perseorangan. Kita menilai pengumuman nama-nama itu ada unsur politisnya,” tandas Imam.
Dijelaskannya, proses pembahasan serta penetapan asuransi terhadap anggota dewan dalam APBD DIY 2002 dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku. Proses penyusunannya dimulai dari tingkat rapat fraksi, komisi, dan PURT. Selanjutnya melalui rapat PAK bersama dengan tim anggaran eksekutif.
Bahkan, dalam Perda Nomor 5 Tahun 2002 tentang APBD DIY, yang ditandatangai oleh Gubernur DIY dan keputusan DPRD DIY nomor 17/K/DPRD/2002 tentang persetujuan terhadap RAPBD yang kemudian disahkan menjadi perda, juga ditandatangani oleh Ketua DPRD DIY.
“Apa artinya tandatangan itu. Jelas di sini ada unsur kelembagaan, jadi yang bertangung jawab adalah secara kelembagaan. Untunglah sampai saat ini persoalan asuransigate belum sampai menganggu kinerja dewan,” ujarnya.
Sementara itu, di tempat terpisah Kepala Bidang (Kabid) Operasional LBH Yogyakarta, Budi Hartono, menilai pengungkapan enam nama anggota DPRD DIY sebagai tersangka dalam kasus asuransigate oleh Kejati DIY, dirasakan masih belum memenuhi rasa keadilan karena ia menilai masih ada tersangka lain dalam kasus tersebut. Oleh karena itu, Kejati DIY juga sudah semestinya mengumumkan keseluruhan nama tersangkanya.
“Saya kira tidak hanya enam orang saja. Jadi masih mungkin jumlah tersangkanya akan bertambah. Seluruh nama tersangka pun harus diumumkan,” ujarnya.
Sementara itu, Lembaga Hikmah dan Studi Kemasyarakatan (LHSM) Wilayah Muhammadiyah DIY dalam siaran persnya menyambut baik atas adanya usaha Kejati DIY dalam rangka menegakkan clean government dan good governance. Seluruh anggota dewan, juga sudah seharusnya ikut bertangguyngjawab dalam persoalan asuransigate tersebut.
Pernyataan LHSM yang ditandatangani ketuanya, Azam Latif dan Sekretaris Afnan Hadikusomo, juga menilai bahwa hasil penyidikan Kejati DIY masih tampak adanya diskriminasi dalam hal penetapan status tersangka.
Seperti diberikan sebalumnya, Kejati DIY telah melakukan penyidikan terhadap kausus asuransigate di DPRD DIY. Untuk memperlancar penyidikan, Kejati DIY juga telah mengirimkan surat kepada Mendagri untuk meminta izin melakukan pemeriksaan terhadap anggota DPRD DIY lainnya. (A-101)***

About imam samroni

Silakan Tuan dan Puan berkenan kontak ke email daripada saya, yakni : imamsamroni@ymail.com atawa imamsamroni@gmail.com. Jika Tuan dan Puan hendak bersilaturahmi, sudilah kiranya berkirim kabar lewat email pula. Lihat semua pos milik imam samroni

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: