Mahasiswa Tuntut Pendidikan Murah

Suara Merdeka, Yogyakarta, Jumat, 3 Mei 2002

YOGYAKARTA- Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada 2 Mei kemarin diwarnai aksi unjuk rasa ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.
Mahasiswa yang tergabung dalam Liga Forum Study Yogyakarta (LFSY) dan Forum Mahasiswa Nasional (FMN) tersebut menuntut pemerintah menyelenggarakan pendidikan murah dan berkualitas.
Mahasiswa bergerak dari kampus masing-masing menuju ke DPRD DIY Jalan Malioboro. Mereka berjalan kaki sambil membawa spanduk dan poster yang antara lain bertuliskan “Pendidikan Versi Kerakyatan, Naikkan Subsidi Pendidikan”, dan “Bisnis Sekolah Menguntungkan Pemodal, Tolak Kapitalis Pendidikan”.
Mahasiswa Universitas Cokroaminoto dan Universitas Achmad Dahlan berkumpul di Universitas Sarjana Wiyata Tamansiswa di Jalan Kusumanegara. Mereka bergerak menuju ke DPRD DIY melalui Jalan Senopati.
Sementara itu mahasiswa UGM, Atmajaya, dan yang lain berkumpul di Bundaran UGM. Di perempatan Tugu mereka bergabung dengan mahasiswa dari Universitas Janabadra. Selanjutnya bersama-sama menuju ke DPRD DIY.

Naikkan Anggaran
Rombongan diterima dua anggota Dewan, Imam Samroni dan HM Umar. Di hadapan anggota, Koordinator Aksi Willy Aditya mengajukan tuntutan kepada pemerintah untuk menaikkan anggaran pendidikan minimum 20% dari total APBN.
Selain itu, pemerintah dituntut untuk mewujudkan pendidikan murah dan berkualitas bagi rakyat, keterlibatan mahasiswa dan pelajar dalam kontrol dan kebijakan pendidikan, kebebasan berekspresi dan berorganisasi di sekolah serta perguruan tinggi.
Liga Forum Study Yogyakarta (LFSY) yang menyatakan tuntutannya sendiri menolak kapitalisasi pendidikan, penghapusan dan hancurkan pola pendidikan militeristik, serta penghapusan feodalisasi pendidikan.
Jika tuntutan tersebut dipenuhi, akan tercapai pendidikan murah bervisi kerakyatan, pendidikan demokratis, ilmiah, dan objektif sebagai bentuk pendidikan yang membebaskan sehingga tercapai pendidikan partisipatif.
Terhadap usulan dan tuntutan mahasiswa tersebut, dua anggota Dewan yang menerima mereka tidak bisa berbuat apa-apa. Sebab, segala sesuatu kebijakan harus diputuskan melalui rapat Dewan.
Meski demikian, anggota Dewan tidak akan tinggal diam terhadap usulan atau tuntutan mahasiswa. Karena itu, usulan dan tuntutan akan ditampung untuk disampaikan dalam rapat Dewan.
“Sementara itu kami hanya bisa menampung, selanjutnya akan kami sampaikan pada rapat Dewan,” ujar HM Umar. Seusai dari DPRD DIY, rombongan pengunjuk rasa melanjutkan perjalanan menuju ke perempatan Kantor Pos Besar.
Di jantung Kota Yogyakarta tersebut mereka kembali menggelar aksi dengan berorasi yang disampaikan secara bergantian.
Aksi yang berlangsung hanya beberapa jam tersebut sempat memacetkan arus lalu-lintas, sehingga para pemakai jalan harus bersabar.(sgt-70j)

About imam samroni

Silakan Tuan dan Puan berkenan kontak ke email daripada saya, yakni : imamsamroni@ymail.com atawa imamsamroni@gmail.com. Jika Tuan dan Puan hendak bersilaturahmi, sudilah kiranya berkirim kabar lewat email pula. Lihat semua pos milik imam samroni

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: