Sebagian Merupakan Tunggakan 2003; 42 Raperda Antri Dibahas di DPRD DIY

Kedaulatan Rakyat, Yogyakarta, Friday, 09 January 2004

DANUREJAN (KR) – Sebanyak 42 Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) antri untuk dibahas di DPRD DIY. Sebagian dari jumlah tersebut merupakan tunggakan usulan pada tahun 2003 yang tidak dapat terbahas di dewan karena sibuk membahas draft RUU Keistimewaan DIY serta Pilkada. Sempitnya waktu yang tersedia, yakni masa jabatan anggota dewan yang tinggal beberapa bulan lagi, membuat kecil kemungkinan dewan mampu membahas seluruh Raperda tersebut.
Ke-42 Raperda tersebut telah masuk ke sekretariat dewan dan sedang dalam pembahasan untuk dibuatkan jadwal di Panitia Musyawarah (Panmus DIY).
“Yang tercatat memang 40 Raperda yang diupayakan untuk dibahas. Sedangkan 2 lagi segera masuk, diantaranya Raperda Perubahan Kelembagaan Pemprop dan Raperda APBD 2004,” kata Wakil Ketua Panitia Musyawarah (Panmus) DPRD DIY, Imam Samroni.
Diakuinya, untuk membahas semua Raperda sangat kecil kemungkinan mampu membahas semuanya, bahkan mustahil. Paling yang dapat dibahas adalah Raperda yang sudah lama menunggak, seperti Raperda Penyelenggaraan Lalu Lintas Jalan di DIY, Raperda Retribusi Jasa Umum, Raperda Pengembangan Pembinaan dan Pelestarian Aksara, Bahasa dan Sastra Jawa, Raperda Penyelenggaraan Haji dan Umroh serta Raperda JPKM.
Selain itu, yang diutamakan pembahasannya adalah yang menyangkut budgeting, yakni RAPBD 2004 serta Raperda yang terkait dengan itu, seperti Raperda Perubahan Kelembagaan Pemprop DIY. Sedangkan Raperda lainnya, tetap akan diperhatikan untuk dijadwalkan, namun melihat pula kemampuan anggota dewan serta waktu yang tersedia.
Diakui, waktu yang tersedia untuk membahas Raperda memang menjadi terbatas. Apalagi sejumlah anggota dewan akan disibukkan dengan program partai menjelang Pemilu.
Pihaknya sendiri saat ini harus mengejar waktu membahas RAPBD 2004, karena materi yang dibahas sangat penting karena menyangkut anggaran di berbagai bidang. Rencananya, pembahasan RAPBD tersebut baru selesai akhir Februari 2004.
Wakil Ketua Panmus lainnya, Ir Gatot Nugroho mengungkapkan, bisa saja Raperda yang dibahas di dewan menjadi banyak, asal memang ada keinginan serius bagi anggota untuk menyelesaikan. “Soal waktu, itu kan bisa diatur,” katanya.
Wakil Ketua DPRD DIY, Boedi Dewantoro mengungkapkan, dari Raperda yang antri tersebut, belum semuanya matang. Sebagian masih harus kembali ke eksekutif lagi. Sebagian lagi memang menjadi tunggakan.
Dalam rapat Panmus yang digelar sore kemarin, menurut Imam, data terakhir yang disampaikan eksekutif, ternyata ada 9 Raperda yang diajukan eksekutif ternyata belum disentuh sama sekali oleh DPRD DIY.
Kesembilan Raperda itu antara lain Raperda Penyelenggaraan Lalu Lintas Jalan di DIY (Komisi D), Raperda Retribusi Jasa Umum (Komisi C), Raperda Pengembangan Pembinaan dan Pelestarian Aksara, Bahasa dan Sastra Jawa (Komisi B), Raperda Penerimaan Lain-lain (Komisi C), Raperda Manajemen Kepegawaian (Komisi A) dan Raperda Penataan Kelembagaan (Komisi A), dan ada satu Raperda yang tidak jelas yaitu tentang Serah Simpan Karya Reka. (Jon/Fik)-f

About imam samroni

Silakan Tuan dan Puan berkenan kontak ke email daripada saya, yakni : imamsamroni@ymail.com atawa imamsamroni@gmail.com. Jika Tuan dan Puan hendak bersilaturahmi, sudilah kiranya berkirim kabar lewat email pula. Lihat semua pos milik imam samroni

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: