Sekolah “Bohong” Harus Ditindak Mendiknas, “Kepala Daerah Harus Berani Tegas dan Streng”

Pikiran Rakyat,  Pendidikan, Sabtu 29 Maret 2003

YOGYAKARTA, (PR).-Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Prof. Dr. Malik Fadjar menyatakan kepala daerah (gubernur, bupati, wali kota) harus berani mengambil tindakan tegas terhadap pengelola sekolahan yang diragukan keberadaannya atau “bohong-bohongan”. Sekolah tersebut bukannya mendidik anak menjadi pintar, sebaliknya akan membodohi siswa.
“Saya harap kepala daerah mengambil tindakan tegas terhadap sekolah ‘bohong-bohongan’. Kalau terus dibiarkan, dampaknya sangat negatif bagi anak didik, bahkan akan mengakibatkan kemiskinan dan penipuan. Jadi, kepada daerah harus bersikap streng dalam pengelolaan pendidikan,” tandasnya.
Malik Fadjar menegaskan itu di depan peserta Rakernas Penanggulangan Kemiskinan, yang digelar di Gedung Jogja Expo Center (JEC), Kamis (27/3). Rakernas itu diikuti sekira 600 peserta terdiri gubernur, bupati/wali kota se-Indonesia.
Sekolah yang melakukan tindakan seperti itu, pada akhirnya hanya akan menipu anak didik. Misalnya mencari dana melalui berbagai macam pungutan dengan dalih kepentingan sekolah atau siswa.
Akibat adanya praktik pembodohan lewat sekolah yang dikelola semacam itu, lanjutnya, pada gilirannya membuat tingkat pendidikan kurang profesional. Pengelolaan yang tidak profesional hanya akan menghasilkan lulusan yang tidak profesional pula.
Kepada kepala daerah, Mendiknas juga mengimbau agar meninggalkan program proyek pendidikan. Dengan dilakukannya sistem projek pendidikan, dana yang ada tidak bisa seluruh digunakan untuk kepentingan tersebut.
“Kalau melalui projek, jelas ada komisi, dan pengurangan anggaran yang seharusnya diterima oleh sekolah. Jadi kalau ingin maju, pengadaan fasilitas pendidikan jangan diprojekkan, atau dicolek sedikit pun,” tuturnya.
Lebih lanjut Mendiknas juga mengatakan bahwa dalam dunia pendidikan, jangan sampai ada perlakuan polarisasi antarsekolah swasta dengan negeri. Dikhawatirkan, adanya perlakukan yang berbeda itu akan mengubah paradigma terhadap pendidikan.

RUU Sisdiknas
Sementara itu, sekira 300 warga yang tergabung dalam Masyaraklat Peduli Pendidikan Yogyakarta (MPPY) menggelar aksi di perempatan Kantor Pos Yogyakarta. Sebelumnya perwakilan MPP juga menemui anggota DRPR DIY di gedung wakil rakyat Jln. Malioboro Yogyakarta.
Aksi damai MPPY yang merupakan dukungan terhadap RUU Sistem Pendidikan Nasional (SPN). Dalam aksinya, selain menggelar mimbar bebas, juga mengumpulkan tandatangan dari masyarakat.
Dalam pernyataan sikapnya MPPY antara lain juga meminta agar pemerintah segera merealisasikan anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBN. RUU SPN harus segera ditetapkan dan disahkan menjadi UU SPN secara utuh, selain itu pemerintah juga memberikan sanksi yang jelas dan tegas terhadp sekolah yang tidak menerapkan pasal 12 ayat a, atau pasal 13 ayat 1 (a).
“Kandungan yang tersirat dan terurat dari pasal itu tidak sedikitpun bersifat diskriminatif. Pasal itu berlaku umum dan tidak membedakan institusi penyelenggara sekolah dan tidak ada satu agama atau institusi penyelenggara pendidikan yang diistimewakan oleh RUU Sisdiknas,” ujar Ketua Forum Silaturahmi Kepala SDIT Korwil DIY, Agus Priyatmono.
Dalam pertemuannya di DPRD DIY, MPPY ditemui Wakil Ketua DPRD DIY Totok Daryanto, Imam Samroni (Komisi E) serta beberapa anggota dewan lainnya. Kepada MPPY, anggota wakil rakyat yang menemuinya juga bisa memahami apa yang sedang diperjuangkan mereka.
“Kita bisa memahami apa yang sedang MPPY perjuangkan. Bahkan, kalau diperlukan segera kita tindaklanjuti dengan mengirim pernyataan ke pusat,” tutur Totok. (A-101)***

About imam samroni

Silakan Tuan dan Puan berkenan kontak ke email daripada saya, yakni : imamsamroni@ymail.com atawa imamsamroni@gmail.com. Jika Tuan dan Puan hendak bersilaturahmi, sudilah kiranya berkirim kabar lewat email pula. Lihat semua pos milik imam samroni

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: