Seminar tentang Ketransmigrasian di UII; Disusun Pedoman Penilaian Kinerja Instansi

Kedaulatan Rakyat, Yogyakarta, Thursday, 01 February 2007
http://www.kr.co.id/article.php?sid=111569

YOGYA (KR)-Hingga kini Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Depnakertrans) belum memiliki pedoman khusus tentang penilaian kinerja instansi pelaksana tugas dana pembantuan untuk kabupaten dan kota di bidang transmigrasi. Oleh karenanya pelaksanaan tugas tersebut tidak termenej dengan baik.
Guna menghasilkan pedoman tersebut, Direktorat Jenderal Pembinaan Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi (P2MKT) Depnakertrans pada Kamis ini (1/2) akan mengadakan seminar di Kampus UII Demangan Baru Yogya. Dari kegiatan ini diharapkan dapat tersusun standar, norma, pedoman, kriteria dan prosedur di bidang pembinaan dan perencanaan teknis pengembangan masyarakat dan kawasan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan masyarakat, pengembangan usaha, pengembangan sarana dan prasarana kawasan, dan penyerasian lingkungan
“Agar penyelenggaraan tugas ketransmigrasian di daerah transmigrasi mencapai sasaran yang telah ditetapkan, maka Depnakertrans pusat memandang perlu diterbitkan pedoman penilaian kinerja instansi pelaksana tugas pembantuan, sehingga pemanfaatan dana tugas pembantuan dapat lebih efisien,” kata Drs Sidik Tono MHum, Rabu (31/1).
Dalam seminar itu akan menghadirkan pembicara Dr Saifudin SH dan Drs Imam Samroni Msi. Adapun peserta dari Dinas Depnakertrans DIY, BLK Nakertrans, Biro pemerintahan, Akademisi, LSM bidang terkait dan unsur Depnakertrans.
Menurut Sidik, target seminar yaitu terumuskannya pedoman penilaian kinerja sebagai rujukan dalam melaksanakan penilaian kinerja dalam instansi pelaksana dana tugas pembantuan secara lebih terinci, teramati dan terukur serta dapat dipertanggungjawabkan secara akademik. “Dengan pedoman kinerja tersebut diharapkan pelaksanaan dana tugas pembantuan dapat dilakukan secara lebih efisien, efektif dan tepat sasaran,” ujarnya.
Dikatakan, untuk mencapai hasil yang maksimal, kata Sidik, seminar menggunakan metode diskusi interaktif yaitu dimulai dengan kedua nara sumber terhadap pokok-pokok pikiran disiplin keilmuan yang menjadi kompetensinya. Kemudian di dialogkan dengan peserta untuk dikritisi sehingga diperoleh satu pemahaman secara lebih mendalam. “Oleh karena itu metode ini tidak sekadar mengajukan pertanyaan dari peserta dan kemudian nara sumber menjawab. Namun lebih dari itu, sebagai upaya mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang subyek keilmuan, “kata Sidik. (Cdr)-f

About imam samroni

Silakan Tuan dan Puan berkenan kontak ke email daripada saya, yakni : imamsamroni@ymail.com atawa imamsamroni@gmail.com. Jika Tuan dan Puan hendak bersilaturahmi, sudilah kiranya berkirim kabar lewat email pula. Lihat semua pos milik imam samroni

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: