Tembang “Durma Rangsang” Ingatkan Anggota DPRD DIY

Sinar Harapan, Yogyakarta, 01 Agustus 2003

Ribuan abdi dalem keraton Yogyakarta, Kamis siang (31/7) dengan berpakaian adat Jawa berbondong-bondong mendatangi gedung DPRD Yogyakarta menggelar aksi kultural Tapa Pepe (Tapa Berjemur) untuk mengingatkan kepada anggota DPRD agar tidak melupakan sejarah.
Dalam aksi yang berkaitan dengan pemilihan kepala daerah (Pilkada) DIY yang hingga kini belum jelas itu sempat pula dilantunkan. Tembang Durma Rangsang, sebuah tembang yang melambangkan kemarahan orang Jawa. Tembang ini sangat menyentuh emosional para abdi dalem dengan mengubah posisi keris yang disandangnya ke depan.
Aksi yang dilakukan oleh para abdi dalem yang sebagian telah lanjut usia ini diawali dari alun-alun utara, yang jaraknya sekitar 1 km dari gedung DPRD DIY. Mereka mengenakan pakaian peranakan dan blangkon dilengkapi keris yang terselip di pinggang. Sementara abdi dalem putri mengenakan kain dan kebaya.
Setelah semua berkumpul di gedung Dewan, aksi lantas dimulai dengan melakukan meditasi selama sepuluh menit. Kemudian dilanjutkan dengan menyajikan tembang-tembang macapat yang dilantunkan secara bergilir dan dibarengi dengan enam lelaki penari keraton menggelar tariannya di pelataran dekat patung Jenderal Soedirman.
Suasana berubah panas, ketika tembang Durma Rangsang dilantunkan oleh KMT Projosuwasono. Tembang Durma ini adalah tembang macapat yang syair-syairnya melambangkan ungkapan hati seseorang yang sedang marah. Baru bait pertama dilantunkan, dengan spontan para abdi dalem lelaki mengubah posisi keris yang semula di belakang, digeser ke depan. Ini artinya, dalam tradisi Jawa, posisi keris seperti ini berarti sebuah tantangan, siap berperang (nyothe).
Dan tiba-tiba saja salah seorang dari abdi dalem itu menghunus keris dan mengacungkan ke pimpinan Dewan sembari berteriak: “Kuwi to, pimpinan Dewan. Aku ora gigrik (Itu to, pimpinan Dewan. Aku tidak takut),” katanya. Untungnya insiden tak berlanjut. Seorang koordinator aksi buru-buru mendekat dan meminta bilah keris kembali disarungkan.

Akan Diperjuangkan
Aksi kultural yang berakhir pada pukul 11 siang ini ditutup dengan pembacaan doa dan penyerahan pernyataan sikap yang disampaikan oleh KRT Harsadiningrat (mantan bupati Gunungkidul) dan diterima oleh Ketua DPRD DIY, Surasmo Priyandono yang didampingi Agus Subagyo (FPDIP), Ediyanto Abdullah (FPG), Imam Samroni (FPKB) dan Rosoel Sodhiq (FPKB).
Dalam pernyataan sikapnya itu para abdi dalem mengingatkan agar anggota Dewan tidak melupakan sejarah terbentuknya Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
Sebagai daerah istimewa, posisi Sultan dan Paku Alam tidak bisa diganggu gugat memiliki hak sejarah sebagi gubernur dan wakil gubernur DIY. “Upaya menyingkirkan Sultan dan Pakualam dari posisi gubernur dan wakil gubernur DIY adalah pengingkaran sejarah sekaligus upaya sistematis untuk menghilangkan status keistimewaan DIY.”
Menurut salah satu koordinator aksi, Habib Basri yang bergelar Raden Riya Wiwaha Budya Yuwana, aksi kultural Tapa Pepe ini memang merupakan ekspresi puncak kemarahan abdi dalem yang telah lama bersabar.
Ketua DPRD DIY Surasmo Priyandono pada kesempatan itu juga berjanji akan meneruskan aspirasi abdi dalem ini ke anggota Dewan lainnya. Surasmo menyatakan, hingga kini pembicaraan tentang tata tertib pemilihan gubernur dan wakil gubernur DIY belum juga ada kata sepakat.
Surasmo yang berasal dari Fraksi PDIP ini sangat memahami kemarahan para abdi dalem. Untuk itulah ia akan berupaya memperjuangkan. “Kami juga berharap hasilnya Sultan Hamengku Buwono X dan Paku Alam IX bisa ditetapkan jadi gubernur dan wakil gubernur DIY,” ujar Surasmo.  (yuk)

About imam samroni

Silakan Tuan dan Puan berkenan kontak ke email daripada saya, yakni : imamsamroni@ymail.com atawa imamsamroni@gmail.com. Jika Tuan dan Puan hendak bersilaturahmi, sudilah kiranya berkirim kabar lewat email pula. Lihat semua pos milik imam samroni

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: