Wartawan Yogyakarta Siap Perangi Wartawan Gadungan

Yogyakarta, Jum’at, 09 Juli 2004 | 22:34 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Wartawan Yogyakarta berusaha serius memberantas maraknya wartawan gadungan alias wartawan bodrek. Jumat (9/7), sekitar 50 wartawan yang bertugas di Yogyakarta, kembali melakukan aksi siap berperang melawan wartawan bodrek. Aksi kali ini berlangsung di gedung DPRD DI Yogyakarta dan di Mapoltabes Yogyakarta.
Koordinator aksi, Budi Suwarna, mengatakan, aksi menolak wartawan bodrek dan wartawan gadungan akan terus dilakukan. Kampanye ini, kata wartawan Harian Kompas ini, adalah langkah awal untuk mengembalikan citra wartawan dan profesionalisme wartawan.
“Ini langkah pertama karena ke depannya, target kita adalah meningkatkan profesionalisme. Artinya, wartawan bodrek kita lawan sekaligus kampanye anti-amplop. Nah, para narasumber dan instansi mesti tahu masalah ini. Mereka harus mendukung sikap tegas kita,” kata Budi.
Dalam aksi di gedung DPRD di Jalan Malioboro, masyarakat yang lalu lalang menaruh respek pada wartawan. Mereka juga berharap karena pers adalah salah satu pilar demokrasi. “Kalau wartawannya kritis dan tidak amplopan, tentu kebobrokan akan semakin terkuak,” kata warga Yogyakarta, Pardiono, saat menerima slebaran dari wartawan.
Anggota DPRD DIY, Imam Samroni saat diminta untuk memberikan komentarnya menyatakan, pihaknya mendukung langkah yang dilakukan wartawan. Keberadaan wartawan bodrek, kata Imam, saat ini betul-betul sangat meresahkan.
Wakil Ketua DPRD DIY, Nur Ahmad Affandi mengatakan, wartawan bodrek dan wartawan gadungan memang harus diberantas. Mereka, kata Affandi, betul-betul meresahkan. “Masa pukul 23.30 WIB ada sekitar enam orang datang dan menggedor-gedor pintu rumah. Buntutnya hanya minta duit dan mengancam akan menuliskan kejelekan DPRD,” kata Affandi.
Bagi Affandi, dirinya terpaksa memberi uang kepada para wartawan itu bukan takut jika ditulis kejelekannya. “Saya risi saja, masa tengah malam gedor-gedor rumah. Terus kalau minta mereka maksa, itukan tidak benar,” kata Affandi.
Dalam aksinya di gedung DPRD DIY, para wartawan membawa sejumlah poster. Selain menyebut nama beberapa wartawan bodrek, poster-poster itu juga mengajak kepada masyarakat untuk bersikap tegas jika didatangi wartawan bodrek. Di antara poster itu berbunyi “Maryatun Ratu Bodrek, Insyaflah Sabani”, “Kami Perang Lawan Wartawan Gadungan” dan sebagainya.
Selesai aksi di gedung DPRD, para wartawan melakukan jalan kaki menyusuri Jalan Malioboro menuju Mapoltabes Yogyakarta. Di halaman Poltabes, mereka kembali melakukan aksi dan menggelar happening art. Intinya, mereka meminta kepada polisi untuk bersikap tegas dan menangkap para wartawan gadungan.
Syaiful Amin – Tempo News Room

About imam samroni

Silakan Tuan dan Puan berkenan kontak ke email daripada saya, yakni : imamsamroni@ymail.com atawa imamsamroni@gmail.com. Jika Tuan dan Puan hendak bersilaturahmi, sudilah kiranya berkirim kabar lewat email pula. Lihat semua pos milik imam samroni

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: