Studi Epistemologi Jürgen Habermas mengenai Rasionalitas Ilmu sebagai Kekuatan Modernisme dan Implikasinya Terhadap Praksis Pendidikan di Indonesia

imam-samroni-sketsa

Imam Samroni, NIM. 86114050
Skripsi Jurusan Filsafat dan Sosiologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Yogyakarta, 10 Februari 1995
x + 206 halaman
Tim Penguji Skripsi:
Drs. Syamsudin, S.U., Ketua Penguji merangkap Penguji
Drs. Sumitro Sekretaris Penguji merangkap Penguji
Dr. H. Sodiq A. Kuntoro, M.Ed. Anggota
Drs. Dwi Siswoyo Anggota
Prof. H. Imam Barnadib, M.A., Ph.D. Anggota

Prof. Dr. H Wuradji, M.S. Dekan FIP IKIP Yogyakarta

Abstrak Skripsi
Tujuan penelitian epistemologi ini untuk mengetahui wacana modernisme, pascamodernisme,dan holisme mengenai rasionalitas ilmu sebagai permasalahan pengetahuan dan untuk mengeksplorasi epistemologi Habermas mengenai rasionalitas ilmu sebagai kekuatan modernisme.

Model penelitian yang dipergunakan adalah “penelitian mengenai masalah aktual.” Dengan metode penelitian kepustakaan, yaitu dengan memaparkan kembali secara sistematis dan historis, diusahakan sintesis atas objek penelitian. Karya pokok Habermas yang diteliti adalah terjemahan “Erkenntnis und Interesse” dan “Der Philosophisce Diskurs der Moderne” beserta serat-serat Habermasian yang lain sejauh mendukung.

Berdasarkan eksplorasi terhadap wacana Habermasian diajukan empat kesimpulan. Pertama, berdasarkan pembedaan antara kerja dan interaksi sebagai praksis, Habermas mengajukan epistemologi rasionalitas sebagai pembedaan kepentingan teknis (medium kerja), praktis (komunikasi), dan emansipatoris (kekuasaan). Kepentingan teknis mengarahkan ilmu-ilmu empiris-analitis sebagai kekuatan produksi, kepentingan praktis mengarahkan ilmu-ilmu historis-hermeneutis sebagai kekuatan komunikasi, dan kepentingan emansipatoris mengarahkan ilmu-ilmu kritis sebagai kekuatan refleksi. Kepentingan kognitif tersebut meniscayakan perimbangan praksis sebagai rasio-komunikatif. Kedua, pascamodernisme mengkritik modernisme yang paradoks dan mengabaikan “yang lain.” Pascamodernisme adalah otokritik dan alternatif terhadap modernisme meskipun ambiguitas. Ketiga, holisme merupakan kritik terhadap rasionalitas ilmu yang mekanistis, reduksionistis, dan deterministis. Gerakan ini merupakan alternatif rasionalitas ilmu untuk mengintegrasikan ilmu, seni, agama, dan filsafat sebagai permasalahan pengetahuan dan kehidupan itu sendiri. Keempat, epistemologi Habermas menempatkan permasalahan rasionalitas ilmu pada distorsi rasio-di-dalam-modernisme-kapitalistis sehingga meniscayakan pencerahan lebih lanjut dan bukannya melampaui modernisme. Pencerahan dengan “negasi tetap atas rasio-yang-berusat-pada-subjek dengan rasio yang dipahami sebagai tindakan komunikatif.” Negasi ini merupakan kekuatan modernisme, yaitu intersubjektivitas untuk mempertahankan dunia-kehidupan dan pencerahan emansipatoris. Kelima, epistemologi Habermas mengajukan perimbangan paradigma sistem dan dunia-kehidupan di dalam wilayah-wilayah pendidikan dengan tetap menawarkan praksis pendidikan.

Persembahan untuk ibu dan bapak,
Mas Budi, mbak Ning, Aji, dan Dea,
Ana dan mas Narno,
serta adikku Ari

Lampiran Karya Karya Jürgen Habermas
(data sampai 1985, untuk kepentingan penyelesaian skripsi)

Das Absolut und die Geschichte (Yang Absolut dan Seiarah), 1954. Disertasi program doktoratnya dalam bidang filsafat di Universitas Bonn.

Student und Politik (Mahasiswa dan Politik), 1961. Ditulis bersama L.v. Friedeberg, Ch. Öhler, dan F. Weltz.

Strukturwandel der Offentlichkeit (Perubahan dalam Struktur Pendapat Umum), 1961. Habilitationsschrift untuk Institut Penelitian Sosial Frankfurt am Main, dilaksanakan di Mainz tahun 1961.

Theorie und Praxis (Teori dan Praksis), 1962.

Erkenntnis und Interesse (Pengetahuan dan Kepentingan), 1968. Semula Pidato Pengukuhan di Universitas Frankfurt am Main, 18 Juni 1965.

Technik und Wissenschaft als Ideologie (Teknologi dan Ilmu sebagai Ideologi), 1968. Sumbangan untuk dimuat dalam “Antworten auf Herbert Marcuse” (Jawaban jawaban kepada Herbert Marcuse) berkenaan dengan ulang tahun Marcuse yang ke 70.

Protestbewegung und Hochschulreform (Gerakan Protes dan Reformasi Perguruan Tinggi), 1969.

Zur Logik der Sozialwissenschaften (Menuju logika Ilmu Sosial), 1970. Edisi selanjutnya 1982.

Theorie der Gesselschaft oder Sozialtechnologie: Was Leistetdie Systemforschung (Teori Masyarakat atau Teknologi Sosial: Apa yang Dihasilkan oleh Sistem Penelitian). Ditulis bersama Niklas Luhmann, 1971.

Philosophische-Politische Profile (Profil Filsuf dan Politisi), 1971. Edisi selanjutnya 1981.

Legitimationsprobleme im Spätkapitalismus (Masalah Legitimasi dalam Kapitalisme Lanjut), 1973.

Zur Rekonstruktion des Historischen Materialismus (Menuju Rekonstruksi Materialisme Seiarah), 1976.

Stichworte zur `Geitigen Situation der Zeit (Pokok Bahasan untuk `Situasi Pemikiran Waktu,` 1980.

Kleine Politische Schriften I V (Tulisan Singkat Politik I IV), 1981.

Theorie der Kommunikatives Handeln (Teori Tinda¬kan Komunikatif), 1981.

Die Moderne ein unvollendees Projekt (Modernitas Proyek Yang Tak Pernah Selesai), 1981.

Moralbewußtsein und Kommunikatives Handeln (Kesadaran Moral dan Tindakan komunikatif), 1983.

Adorno Koferenz (Konferensi Adorno), 1983. Diterbitkan bersama L.v.Friedeburg.

Vorstudien und Ergänzungen zur Theorie des Kommunikatives Handeln (Studi Awal dan Penyem¬purnaan Teori Tindakan Komunikatif), 1984.

Der Philosophische Diskurs der Moderne (Wacana Filosofis tentang Modernitas), 1985.

Die Neue Unuebersichtliahkeit: Kleine Politische Schriften V (Keterangan Baru: Tulisan Singkat Politik V), 1985.

About imam samroni

Silakan Tuan dan Puan berkenan kontak ke email daripada saya, yakni : imamsamroni@ymail.com atawa imamsamroni@gmail.com. Jika Tuan dan Puan hendak bersilaturahmi, sudilah kiranya berkirim kabar lewat email pula. Lihat semua pos milik imam samroni

2 responses to “Studi Epistemologi Jürgen Habermas mengenai Rasionalitas Ilmu sebagai Kekuatan Modernisme dan Implikasinya Terhadap Praksis Pendidikan di Indonesia

  • baharudin

    mas, mohon pencerahannya tentang teori habermas lebih lanjut donk. kira2 mas masi punya referensinya buku atau artikelnya ga?
    kebetulan saya lagi memerlukan bahan tentang rasonalitas formal dan substantif guna bahas skripsi.
    mohon jawabannya via email ke raden.danou@gmail.com
    thank a lot… matur nuwun sanget.

    Suka

  • imam samroni

    Belajar dari pelaksanaan pileg dan pilpres saat ini, keberterimaan tindakan komunikatif berbasis rasio sungguh pas. Kemandirian karena dasar logika ini tak akan mampu “dibeli” oleh ancaman yang berganti menjadi tawaran, apapun, untuk mengalihkan pokok soal. Dengan tolok ukur masyarakat komunikatif, bukankah banyak agenda untuk daya cipta yang niscaya ditawarkan?

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: