Imbauan Golput Berujung Pidana

http://www.forum-politisi.org/berita/article.php?id=756&title=Imbauan%20Golput%20Berujung%20Pidana

Imbauan untuk golput dalam Pemilu atau pilkada dapat dikategorikan sebagai provokasi yang berujung pidana sehingga pemerintah harus menindak tegas kelompok atau seseorang yang melakukannya.
“Golput memang hak asasi setiap warga tetapi ajakan untuk melakukannya sama dengan menyumbat dan pemaksaan aspirasi politik orang lain. Itu yang dapat dipidana,” kata Sekretaris Gerakan Rakyat Sadar Hukum Indonesia (Grashi) Sumut, Ibenk S. Rani, SH kepada wartawan di Medan, Senin.


Ia menjelaskan, banyaknya masyarakat yang memilih golput dalam Pemilu atau pilkada di suatu daerah memang merupakan fenomena yang wajar dan sering terjadi.

Keputusan untuk golput merupakan sikap dan aspirasi politik seseorang yang mungkin merasa jenuh atas tidak hadirnya perubahan yang diharapkannya.

Namun, sikap dan aspirasi tersebut tidak boleh dianjurkan, apalagi sampai dipaksakan karena justru “blunder” dan menjadi pelanggaran hak asasi politik orang lain.

Keputusan untuk golput tidak boleh diimbau, apalagi dipaksa karena justru menyebabkan tersumbatnya saluran politik orang lain. “Apalagi alasan masyarakat untuk memilih golput berbeda antara satu dengan yang lain,” kata Ibenk.

Sebelumnya, Sekjen Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) Idham Khalid, menegaskan, golput adalah haram, dan para kader PKNU harus menjelaskan masalah ini kepada masyarakat.

Menggunakan hak pilih dalam Pemilu sesuai dengan pilihannya adalah untuk keberlangsungan kehidupan bernegara, katanya, pada Musyawarah Kerja Wilayah PKNU Jawa Barat, di Bandung, belum lama ini.

Dia mengatakan, golput ada dua macam, yakni mereka yang tidak terdaftar sebagai pemilih dan mereka yang apatis terhadap partai politik (parpol) sehingga menjadi golput.

Untuk yang golput karena dirinya tidak terdaftar sebagai pemilih, maka para kader PKNU harus memantau dan memberi tahu kepada yang bersangkutan. Sedangkan bagi mereka yang apatis terhadap parpol, Sekjen DPP PKNU menyebutkan bahwa sikap apatis tersebut bukan ditunjukkan kepada partai-partai baru seperti PKNU, tetapi kepada partai lama.

Sumber:
http://www.antara.co.id/
http://www.suarakarya-online.com/
http://www.liputan6.com/

About imam samroni

Silakan Tuan dan Puan berkenan kontak ke email daripada saya, yakni : imamsamroni@ymail.com atawa imamsamroni@gmail.com. Jika Tuan dan Puan hendak bersilaturahmi, sudilah kiranya berkirim kabar lewat email pula. Lihat semua pos milik imam samroni

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: