KPUD Terbuka Terima Pengaduan Masyarakat

http://harianjogja.com/web/index.php?option=com_content&view=article&id=1024:kpud-terbuka-terima-pengaduan-masyarakat-&catid=98:sleman&Itemid=355
Selasa, 19 Agustus 2008 11:13 admin

SLEMAN:  Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Sleman menyatakan pihaknya terbuka menerima setiap pengaduan masyarakat jika menemukan hal yang dianggap mencurigakan terkait calon anggota legeslatif (caleg) yang diajukan partai politik (parpol). Hal ini diutarakan oleh Hamdan Kurniawan, Anggota KPUD Sleman kepada Harian Jogja kemarin. Lebih jauh Hamdan menjelaskan, dalam proses pendaftaran caleg, KPUD akan meminta pendapat masyarakat. Sehingga jika ada warga yang mengetahui sesuatu yang negatif atau dinilai tidak layak untuk menjadi caleg, mereka bisa memasukkan pengaduan atau bukti-bukti ke KPUD yang dilengkapi dengan identitas. Tentu saja, terjamin kerahasiaannya.


“Nanti kami yang akan menjadi fasilitator ke tiap parpol. Hal ini dilakukan sebagai cermin diri tiap parpol agar benar-benar selektif dalam memasukkan caleg dalam partainya,” terangnya.

Tak hanya itu saja, Suherman juga menjelaskan tentang adanya sanksi bagi parpol yang tak memenuhi kuota 30% perempuan.  Hamdan  menjelaskan, ada beberapa parpol yang datang dan menanyakan, apa boleh jika dalam satu daerah pemilihan (dapil) hanya mengusung satu caleg saja. Karena rata-rata mereka masih terkendala mendapatkan caleg untuk memenuhi kuota di tiap dapil.

“Hal itu boleh-boleh saja. Yang penting tidak melebihi dari 120% alokasi kursi. Di samping itu, parpol juga wajib memenuhi persyaratan menempatkan 30% kuota untuk perempuan tiap dapil. Jika tidak memenuhi, ada sanksi yang akan diberikan pada parpol tersebut,” katanya.

Anggota KPUD Sleman, Suherman menambahkan jika berkas  pada hari terakhir pendaftaran caleg (19/8) sudah masuk, ada parpol yang belum memenuhi persyaratan kuota 30% untuk perempuan, parpol tersebut akan kami beri waktu lima hari  lagi untuk menyelesaikannya.

“Jika tidak bisa juga, maka tetap kami terima. Tapi nantinya mereka akan mendapatkan sanksi sosial. Sanksi tersebut berupa pengumuman yang akan dipublikasikan ke masyarakat melalui media, PPS dan PPK tentang parpol mana saja yang tidak memenuhi kuota 30% tersebut. Sehingga akan diperoleh berbagai tanggapan dari masyarakat termasuk tentang daftar caleg yang diumumkan,” ujar Suherman.

Sepi Pendaftar
Hingga kemarin (18/8) belum ada satu pun partai politik yang memasukkan berkas calegnya ke KPUD. Disinyalir, sebagian parpol masih berusaha mencari caleg yang akan masuk dalam partainya.  “Diperkirakan saat hari terakhir besok [hari ini] semua peserta parpol akan memasukkan ke KPUD, sekitar pagi hingga sore hari,” ujar Hamdan Kurniawan, Anggota KPUD Sleman.

Hamdan memberikan saran, untuk menghindari agar tidak terjadi antrian dalam memasukkan berkas, disarankan parpol mencari waktu yang cukup luang. Saat pemberkasan nanti, akan dibagi menjadi tiga meja, agar proses bisa cepat selesai.

“Diharapkan kelengkapan berkas sudah siap ketika akan dicek oleh petugas sekretariat KPUD. Sehingga tidak menunda proses. Yang jelas, kami tidak mewajibkan para pengurus parpol untuk ikut serta datang ke KPUD. Cukup berkasnya saja,” terangnya.

Mengenai adanya dugaan parpol yang berkepengurusan ganda, Hamdan mengatakan pada prinsipnya akan kami terima semua. Tapi nanti, akan kami klarifikasi ke DPP mengenai kepengurusan yang sah berdasarkan hukum. Selain PKB, sangat mungkin ada partai lain yang memiliki kepengurusan ganda.  “Nanti saat pendaftaran caleg dari tiap parpol akan diketahui. Kalau sekarang, saya belum tahu,” kata Hamdan.

Sementara itu Agus Widaniswara, Fungsionaris DPC Gerindra menyebut pihaknya sebenarnya telah berencana memasukkan berkas kemarin namun pihak KPUD justru menyarankan dilakukan hari ini bersamaan dengan parpol yang lain. “Di samping itu , kebetulan para caleg partai kami memang akan datang untuk melihat prosesnya besok.”

Sedangkan  Bambang Wijaya, Ketua Pelaksana Harian Partai Demokrasi Pembaruan (PDP) Kabupaten Sleman mengatakan berkas caleg baru akan masuk ke KPUD hari ini. “Itu karena banyak caleg-caleg baru yang baru saja selesai melengkapi persyaratan. Seperti SKCK dan surat keterangan sehat dari rumah sakit. Ada juga yang suratnya baru jadi besok. Jadi kelengkapan baru selesai besok (hari ini, red).”

Lain lagi dengan Partai Karya Perjuangan (PKP). Menurut Dwi Nurbianta, Ketua PKP atau yang sering di sebut Pakar Pangan Kabupaten Sleman  berkas caleg baru akan diserahkan ke KPUD hari ini karena persoalan internal.

“Kami memilih hari terakhir, karena adanya permasalahan internal yang harus diselesaikan terlebih dahulu. Tapi bukan karena tidak adanya caleg yang mendaftar. Mengenai apa permasalahannya, saya tidak bisa banyak berkomentar. Tapi untuk partai-partai baru memang banyak terjadi hal seperti itu,” ujarnya.

Oleh Wulan Weningrestri, Harian Jogja

About imam samroni

Silakan Tuan dan Puan berkenan kontak ke email daripada saya, yakni : imamsamroni@ymail.com atawa imamsamroni@gmail.com. Jika Tuan dan Puan hendak bersilaturahmi, sudilah kiranya berkirim kabar lewat email pula. Lihat semua pos milik imam samroni

One response to “KPUD Terbuka Terima Pengaduan Masyarakat

  • Melinda

    When I initially commented I clicked the “Notify me when new comments are added” checkbox and now each time a comment is
    added I get three e-mails with the same
    comment. Is there any way you can remove people from that service?
    Thanks!

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: