Parpol Miskin Dana, Kampanye Sepi

oleh mas/san/ndu/dan pada 18-07-2008
http://harianjoglosemar.com/index.php?option=com_content&task=view&id=19602&Itemid=1

SOLO (Joglosemar): Hiruk pikuk pesta demokrasi mestinya sudah dimulai. Namun hingga berakhirnya putaran pertama masa kampanye, ternyata suasana masih tetap adem. Jangankan kampanye, bendera partai politik pun masih sulit dijumpai.

Fenomena itu terasa hampir di semua kota. Di Solo, Boyolali, Sragen, bahkan kota besar seperti Semarang dan Yogyakarta. Masih susah menemukan bendera Parpol berjejer seperti Pemilu-pemilu sebelumnya.

Salah satu alasan sejumlah Parpol belum menggelar kampanye adalah soal dana. Partai-partai itu mengaku tak punya dana cukup, apalagi kalau hanya mengandalkan iuran dari anggotanya yang besarnya tak seberapa.
Dana dari Pusat
Apalagi bagi partai politik baru. Masalah dana tentu menjadi persoalan pokok jika ingin menggeber kampanye dengan jor-joran. Itu dialami, misalnya oleh Partai Gerindra, Hanura, Partai Indonesia Sejahtara atau yang lain.
“Pendanaan di Gerindra berasal dari subsidi pusat. Dan sebagian dari swadaya anggota baru,” kata Ketua DPD Gerindra DIY, Subagyo, Kamis (17/7).

Kucuran dana dari DPP itu, kata dia, tentu sangat diharapkan untuk memompa semangat kader partai di daerah. Tapi, itu tentu tak gampang jika semua pengurus partai di daerah hanya mengandalkan suntikan dana dari pusat.

Soal sepinya kampanye, Subagyo berdalih, Gerindra harus mengatur nafas mengingat masa kampanye kali ini cukup panjang, hingga sembilan bulan.

Sejumlah Parpol menolak membuka informasi kemampuan finansial mereka. Selain tabu, saat ini mereka tengah menggalang dukungan dana, dari anggota maupun dari para donatur.

Selain masalah dana, sepinya kampanye juga disebabkan karena Parpol di daerah masih bingung kampanye apa yang harus mereka lakukan. Sejauh ini, mereka mengaku belum memperoleh juklak dan juknis dari DPP mereka.

Faktor lain, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) juga belum memberi sosialisasi yang jelas tentang pelaksanaan kampanye. Di berbagai daerah, KPUD bahkan baru memulai sosialisasi dengan mengumpulkan para pengurus Parpol.

“Selain masalah dana, sampai saat ini kami masih menunggu aturan dari KPU. Sehingga kami berusaha efisien dalam kampanye tahap awal ini,” kata Ketua Dewan Pimpinan Kota, Partai Karya Perjuangan (PKP) Surakarta, Agung Bayu Arimbatmoko.

Saat ini, kata dia, PKP hanya sebatas melakukan konsolidasi internal untuk saling menguatkan. Konsolidasi itu dilakukan hingga tingkat kelurahan yang menjadi basis masyarakat.

Sekretaris DPC Partai Damai Sejahtera Solo, Ridwan menyatakan, partainya juga melakukan kampanye massal kecuali konsolidasi hingga tingkat bawah. Pemasangan bendera partai,  juga dilakukan meski belum maksimal. (mas/san/ndu/dan)

About imam samroni

Silakan Tuan dan Puan berkenan kontak ke email daripada saya, yakni : imamsamroni@ymail.com atawa imamsamroni@gmail.com. Jika Tuan dan Puan hendak bersilaturahmi, sudilah kiranya berkirim kabar lewat email pula. Lihat semua pos milik imam samroni

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: