Penertiban Atribut Kurang Koordinasi

http://harianjogja.com/web/index.php?option=com_content&view=article&id=921:penertiban-atribut-kurang-koordinasi&catid=100:kulon-progo&Itemid=358
Jumat, 15 Agustus 2008 10:52 admin

WATES: Penertiban atribut parpol yang dilaksanakan antara KPUD Kulonprogo, Satpol PP terkesan kurang koordinasi. Itu terlihat ketika tim hendak mentertibkan atribut yang terpasang di kediaman Ketua DPC PDI Kulonprogo Zuharsono Ashari di jalan Bhayangkara (14/8) kemarin.

Penertiban dilakukan di lokasi yang dilarang sesuai Peraturan Bupati Nomor 28 Tahun 2008 tentang daerah bebas alat peraga kampanye. Umar Maksum, Ketua Divisi Pendidikan dan Informasi KPUD mengatakan jalan protokol seharusnya memang bebas atribut parpol. Hanya masih belum diputuskan bagaimana jika di kediaman pribadi yang terletak di lokasi itu.

‘‘Memang ada sedikit perbedaan pemahaman antara saya dan Ketua KPU (Sapardiyono) yang memaklumi jika ada atribut parpol tersebut terpasang di tempat milik pribadi, dan meminta pemiliknya untuk menurunkan atribut partainya,’’ ujarnya.

Pihaknya mengaku tidak akan langsung melakukan penertiban di tempat milik pribadi sampai ada koordinasi lebih lanjut dengan anggota KPUD yang lain tentang masalah ini. ‘‘Berhubung kami belum bisa menemui pemilik rumah untuk meminta menurunkan atribut partainya, kami akan memakluminya sementara,’’ ujarnya.

Sementara itu, Kepala Sat Pol PP, Made, mengatakan pihaknya juga akan melakukan koordinasi dulu dengan KPU tentang pencopotan atribut partai itu. ‘‘KPU yang mengetahui aturannya sedangkan kami pelaksananya, nanti malam baru ada rapat bersama tentang  itu, lagi pula ini baru hari pertama penertiban, jadi wajar jikalau ada sedikit kelonggaran’’ ujarnya. Tercatat terdapat 137 alat peraga yang terdiri spanduk panjang, dan bendera berikut tiang pemancangnya yang disita dalam razia itu.

Alat peraga partai yang ditertibkan, berasal dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Amanat Nasional (PAN), Peduli Rakyat Nasional (PPRN), Partai Keadilan Sejahtera, dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia.

Umar Maksum menambahkan seluruh alat peraga tersebut akan disimpan di Kantor KPUD. “Sementara akan disimpan di KPUD. Belum tahu  ini apakah akan dikembalikan atau bagaimananya,” ucap Umar.

Menurutnya, sudah cukup waktu bagi partai diberi toleransi untuk melepas sendiri alat peraga tersebut. Lagipula seluruh partai telah mendapatkan sosialisasi yang jelas mengenai daerah-daerah mana yang terlarang memasang atribut partai.

Oleh Victor Mahrizal dan Heru Lesmana Syafei, Harian Jogja

About imam samroni

Silakan Tuan dan Puan berkenan kontak ke email daripada saya, yakni : imamsamroni@ymail.com atawa imamsamroni@gmail.com. Jika Tuan dan Puan hendak bersilaturahmi, sudilah kiranya berkirim kabar lewat email pula. Lihat semua pos milik imam samroni

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: