Setelah Iklan Kampanye, Lawanlah “Botoh”

Edi Safitri, M.S.I., Direktur Pengajian Bisnis Al-Kautsar, peneliti Pusat Studi Islam Universitas Islam Indonesia
Sleman, 19 Januari 2009

edi_safitri
Tugas mulia partai politik adalah mengirim wakil rakyat yang berkualitas, sehingga mampu menyelenggarakan tugas legislasi dan kebijakan publik. Pro-kesejahteraan rakyat tentunya menjadi kriteria, tidak yang lain dan bukan untuk kepentingan yang lain. Bahwa sejumlah riset dan berita menyimpulkan secara terbalik, terutama kinerja DPR/DPRD yang buruk,hanya mengulang pernyataan Bung Karno, “Kuburkan Partai Politik,” sebab parpol berpenyakit.


Bukankah dengan kampanye media iklan parpol berupaya mewartakan pro-rakyat? Bukankah sejumlah jajak pendapat menyimpulkan senjangnya janji kampanye dengan capaian legislatif selama ini? Mengutip kemarahan seorang kawan, bahwa investasi biaya selama kampanye caleg harus menghasilkan margin keuntungan finansial, masalahnya ternyata adalah maraknya fenomena “botoh” (investor politik). Ini economy-underground yang belum banyak diriset tetapi berdampak luar biasa untuk lembaga legislatif yang terhormat. Lanjut kawan barusan, jika sekedar mengeluarkan biaya gula-kopi dan pulsa masih wajar. Menjadi tidak wajar ketika caleg terpilih karena dukungan para “botoh.” Lantas, apa artinya reformasi? Siapakah caleg Gerindra dan apatah program untuk petani, nelayah, UKM, juga warga desa?

Dengan iklan TV yang berhasil menggedor kesadaran warga dan sangat menggugah, menurut saya, caleg Gerindra bisa lebih berkonsentrasi pada program-program kampanye yang pro-rakyat. Biaya bisa di-split untuk investasi program, bukan pengadaan atribut kaos, bendera, dan sebagainya. Dengan pergerakan program inilah, ada alasan cerdas dan bermartabat untuk melawan amplop Rp 50 ribu. Jogja pangkal cerdas, Dab!

Imam Samroni

About imam samroni

Silakan Tuan dan Puan berkenan kontak ke email daripada saya, yakni : imamsamroni@ymail.com atawa imamsamroni@gmail.com. Jika Tuan dan Puan hendak bersilaturahmi, sudilah kiranya berkirim kabar lewat email pula. Lihat semua pos milik imam samroni

3 responses to “Setelah Iklan Kampanye, Lawanlah “Botoh”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: