Gaza

serambi-jumat

Koran Merapi SERAMBI JUMAT 23 Januari 2008

“Apa yang kita dengar, baca, dan kaji tentang berita Palestina semenjak 27 Desember 2008 di Gaza, yaitu perang antara Hamas melawan Israel adalah ledakan peristiwa. Kita melihat bagaimana para perempuan Palestina yang melakukan aksi bunuh diri dengan mengorbankan diri untuk negaranya. Ini peristiwa kemanusiaan.”

Pakde Adib Susila, takmir sekaligus pengasuh kajian rutin, membuka pembicaraan. Kami duduk setengah melingkar di serambi masjid. Ada suasana hati yang seakan-akan hendak meledak. Tayangan sejumlah video pendek, yang disiapkan Dik Brahim, menghadirkan pemandangan yang membuat gemas sekaligus cemas,” lanjut Pakde Adib. “Sejarah telah menjadi perebutan untuk menafsirkan rezim kebenaran.”

Kang Heri Winarto kemudian membagikan salinan memorandum akhir tugas Alvaro de Soto, diplomat PBB, yang berjudul “End of Mission Report,” Mei 2007, yang diunduh dari koran The Guardian. Isinya, sikap permusuhan dunia internasional terhadap Hamas bisa membangkitkan ketidakpercayaan jutaan kaum muslim terhadap demokrasi.

“De Soto mendesak agar PBB keluar dari kelompok perunding “Kuartet” (AS, Rusia, Uni Eropa, dan PBB) karena tunduk pada kepentingan Israel,” komentar Kang Heri. “Apalagi dengan sanksi ekonomi yang telah menghancurkan rakyat Palestina. Syukurlah dukungan pendanaan Arab Saudi, Qatar, dan Iran beserta negara lain turut menyelamatkan keuangan dalam negeri Palestina.”

Kami saling bertatap pandang. Perang selalu memunculkan pertanyaan yang tak terjawab. Beberapa kliping koran beredar dari tangan ke tangan. Tayangan video berubah menjadi pameran teknologi perang, dengan dukungan manajemen yang kuat. Jalur Gaza yang semula jauh telah hadir di depan kami.

”Saya kok merasakan bahwa senjata telah menjadi berhala baru. Apalagi ketika melihat perang Teluk dulu di TV,” kata Paklik Sriyono.

“Perang telah menjadi bisnis global,” sambung saya.

”Saya bingung. Juga jenuh,” sela Pak Edi Safitri. “Ledakan peristiwa Gaza telah menyita perhatian. Dan itu tak akan terselesaikan dengan telpon-telponan antara Hussein Obama dengan Presiden Palestina, Mesir, PM Israel, dan Raja Jordan. Jadi, siapa yang untung jika ini masalah bisnis?“

“Yang rugi adalah warga yang menjadi korban, terbanyak warga Palestina,” Pak Yusdani menimpali. “Yang untung Israel dan pihak-pihak pendukung. Ini masalah perdagangan internasional.”

“Juga karena dekat dengan tanah suci Jerusalem. Ada Masjid Al Aqsa, Masjid Qubbat As-Sakhrah yang dibangun untuk menghormati Khalifah Umar bin Khattab, dan tembok ratapan,” kata Bang Sayun.

“Jika kita menganggap sebagai korban berita, masalahnya adalah bagaimana membaca teks tertulis sekaligus memahami kandungan makna beritanya. Ini masalah iqra, yaitu membaca pada tingkatan yang kedua,” kata Pakde Adib Susila.

Pakde Adib Susilo mengajak kami untuk membaca-ulang potongan-potongan kabar yang kami terima, apapun medianya. Di serambi masjid, kami berkonsultasi dengan surat al-Alaq ayat 1-5. Ah, betapa kehidupan yang terpuji dan paling hebat tiada tara hanyalah jika diatur sesuai dengan ilmu Allah sebagai satu-satunya pembangun hidup seimbang saling kasih yang tak pilih kasih dan saling sayang yang tak pandang sayang.

Satuan uang besar tentang bisnis perang mengabaikan betapa perang selalu merenggut jiwa anak-anak, perempuan, orang lemah, termasuk yang berusia lanjut dan sakit. Jadi, layakkah memusuhi, apalagi berperang, melawan orang yang menyatakan diri beriman? Bukankah bertentangan dengan perintah n seluruh Kitab Suci yang kita imani. Wallahu a’lamu bishshawab.

Imam Samroni, staf Yayasan NUN-XXV, Yogyakarta

About imam samroni

Silakan Tuan dan Puan berkenan kontak ke email daripada saya, yakni : imamsamroni@ymail.com atawa imamsamroni@gmail.com. Jika Tuan dan Puan hendak bersilaturahmi, sudilah kiranya berkirim kabar lewat email pula. Lihat semua pos milik imam samroni

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: