Fatwa Haram Golput: Calon Baik Menurut MUI Belum Tentu Baik Bagi Pemilih

golput54

Senin, 26/01/2009 13:22 WIB
Ramadhian Fadillah – detikPemilu

http://pemilu.detiknews.com/read/2009/01/26/132243/1074305/700/calon-baik-menurut-mui-belum-tentu-baik-bagi-pemilih

Jakarta – Memilih dalam pemilu adalah hak bukan kewajiban. Fatwa MUI yang mengharamkan golput selama masih ada calon yang bagus dinilai sebagai hal yang dipaksakan.

“Yang baik menurut MUI itu tentunya berbeda dengan apa yang baik menurut pemilih,” ujar peneliti CETRO, Hadar N Gumay kepada detikcom, Senin (26/1/2009).


Hadar pun mempertanyakan tokoh yang layak dipilih menurut versi MUI. Menurutnya soal memilih atau tidak memilih itu berdasarkan kesadaran bukan paksaan.

“Apa benar MUI itu sudah melakukan penelitian mendalam pada calon-calon itu. Atau hanya selintas?” ungkapnya.

Menurut Hadar, MUI lebih tepat mengeluarkan imbauan daripada fatwa soal golput. Karena banyak juga yang golput karena alasan teknis seperti tidak bisa meninggalkan pekerjaan atau tidak terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT).

“Nanti karena mengira kalau tidak mencoblos bakal dosa. Orang nekat mau mencoblos padahal ia tidak terdaftar di DPT. MUI juga harus mengerti permasalahan teknis,” jelasnya.

Hadar tidak menampik jika ada kemungkinan motif politis dalam pencoblosan ini. Menurutnya dalam fatwa haram golput MUI tidak ragu-ragu sedangkan saat mengharamkan rokok MUI lebih banyak pertimbangannya. Padahal rokok jelas-jelas membahayakan kesehatan.

Lalu partai mana yang kira-kira akan diuntungkan dengan fatwa ini?

“Partai yang berada di daerah dan selalu manut pada kata kyainya,” tuturnya. ( rdf / gah )

About imam samroni

Silakan Tuan dan Puan berkenan kontak ke email daripada saya, yakni : imamsamroni@ymail.com atawa imamsamroni@gmail.com. Jika Tuan dan Puan hendak bersilaturahmi, sudilah kiranya berkirim kabar lewat email pula. Lihat semua pos milik imam samroni

3 responses to “Fatwa Haram Golput: Calon Baik Menurut MUI Belum Tentu Baik Bagi Pemilih

  • koranindependen

    MUI idealnya jangan ikut ngurusin politik. Ulama itu ngurus pengajian, perbaikan akidah dan moral umat saja. Mending ngurusin Depag yang sedang korupsi, tahu agama, ngaku alim, kok korup !
    Jangan seenaknya bikin fatwa haram jika acuannya bukan berasal dari Qur’an dan Sunnah. Tak perlu sok jadi Mujaddid, sudah lewat. MUI sendiri sudah benar atau belum ? Benar dulu, baru bikin larangan.
    Serahkan saja urusan politik kepada Umara, jangan serakah mau gaet lahan orang. Jadi apapun harus jelas, jangan abu2, Ulama ya Ulama, tak perlu merangkap jadi Umara segala, begitupun sebaliknya, biar masing2 jelas tugas dan fungsinya.

    Salam kenal dari http://koranindependen.wordpress.com

    Suka

  • Fatwa MUI Terbaru: Golput haram, rokok makruh-haram « M Shodiq Mustika #1

    […] Saya setuju fatwa itu. Tetapi, … Tags: Pemikiran, HNW, Blunde Politik, fatwa haram golput Fatwa Haram Golput: Calon Baik Menurut MUI Belum Tentu Baik Bagi Pemilih 26 January 2009 by imam samroni on Imam Samroni’s Weblog …  – Memilih dalam pemilu adalah […]

    Suka

  • Ngatijo

    Saya juga setuju fatwa itu. Kalau MUI bilang haram, ya sudah jangan disanggah. Itu memang menjadi bagian tugas mereka. Mau menurut atau tidak, itu urusan umat. Allah saja mengatakan judi haram, minuman keras haram, babi haram, dan haram-haram lain, tetap banyak juga yang melakukan kok.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: